TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS
Merupakan suaka alam dataran rendah dengan luas kurang lebih 126.000
hektar. Taman nasional (km 114) terdiri dari dua destinasi yaitu Pusat
Konservasi Gajah dan Camp Jagawana Resort Way Kanan.
Pusat Konservasi Gajah merupakan area konservasi gajah yang dapat digunakan oleh manusia agar lebih bermanfaat dan sesuai dengan prinsip konservasi. Pertunjukan gajah (on request) menampilkan pertunjukan menarik seperti gajah berjoget, berdiri di tonggak melangkahi manusia,
Pusat Konservasi Gajah merupakan area konservasi gajah yang dapat digunakan oleh manusia agar lebih bermanfaat dan sesuai dengan prinsip konservasi. Pertunjukan gajah (on request) menampilkan pertunjukan menarik seperti gajah berjoget, berdiri di tonggak melangkahi manusia,
bermain bola dll. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan diantaranya
adalah safari gajah, dan pengamatan aktivitas pelatihan dan foto
hunting. Waktu kunjungan : untuk pengamatan aktivitas gajah sebaiknya
pagi sekali atau jam 4 – 5 sore. Tersedia fasilitas umum seperti
pesanggrahan, kios makanan, kios cinderamata, mushola dan fasilitas umum
lain.
Resor Way Kanan dan Suaka Rhino Sumatera termasuk dalam wilayah Taman Nasional Way Kambas dengan lokasi 13 km dari pintu gerbang Plang Ijo. Di sepanjang jalan pengunjung yang beruntung dapat melihat satwa liar yang berkeliaran atau melintas jalan, Way Kanan adalah surga bagi pecinta alam karena kekayaan flora dan faunanya. Dalam kawasan ini terdapat Sumateran Rhino Sanctuary (SRS) yang merupakan proyek penelitian pengembangan populasi Badak Sumatera di habitat aslinya yang telah berhasil melahirkan seekor badak Andatu.
Kegiatan yang dapat dilakukan adalah tracking di hutan rimba atau berperahu motor ke hulu atau hilir sungai untuk mengamati flora dengan fauna yang terdapat di alam hutan bebas, perjalanan harus dipandu dengan petugas.
Jalan lain dapat ditempuh melalui kota Metro – Pekalongan – Sukadana – Tridatu – Way Kambas. Rute lainnya yaitu melalui Sribhawono – Way Jepara – Way Kambas. Dari Bandar Lampung dengan 2 jam perjalanan melalui Situs purbakala Pugung raharjo, melewati perkebunan lada dan perkampungan asli Lampung, Desa Wana Melinting.
Resor Way Kanan dan Suaka Rhino Sumatera termasuk dalam wilayah Taman Nasional Way Kambas dengan lokasi 13 km dari pintu gerbang Plang Ijo. Di sepanjang jalan pengunjung yang beruntung dapat melihat satwa liar yang berkeliaran atau melintas jalan, Way Kanan adalah surga bagi pecinta alam karena kekayaan flora dan faunanya. Dalam kawasan ini terdapat Sumateran Rhino Sanctuary (SRS) yang merupakan proyek penelitian pengembangan populasi Badak Sumatera di habitat aslinya yang telah berhasil melahirkan seekor badak Andatu.
Kegiatan yang dapat dilakukan adalah tracking di hutan rimba atau berperahu motor ke hulu atau hilir sungai untuk mengamati flora dengan fauna yang terdapat di alam hutan bebas, perjalanan harus dipandu dengan petugas.
Jalan lain dapat ditempuh melalui kota Metro – Pekalongan – Sukadana – Tridatu – Way Kambas. Rute lainnya yaitu melalui Sribhawono – Way Jepara – Way Kambas. Dari Bandar Lampung dengan 2 jam perjalanan melalui Situs purbakala Pugung raharjo, melewati perkebunan lada dan perkampungan asli Lampung, Desa Wana Melinting.
PUSAT KONSERVASI GAJAH
Gajah-gajah liar yang dilatih di Pusat Konservasi Gajah (9 km dari
pintu gerbang Plang Ijo) dapat dijadikan sebagai gajah tunggang,
atraksi, angkutan kayu dan bajak sawah. Pada pusat latihan gajah
tersebut, dapat disaksikan pelatih mendidik dan melatih gajah liar,
menyaksikan atraksi gajah main bola, menari, berjabat tangan, hormat,
mengalungkan bunga, tarik tambang, berenang dan masih banyak atraksi
lainnya. Patroli Gajah di TN Way Kambas. Pusat Konservasi Gajah ini
didirikan pada tahun 1985. Sampai saat ini telah berhasil mendidik dan
menjinakan gajah sekitar 290 ekor.Beberapa lokasi/obyek yang menarik
untuk dikunjungi:Pusat Latihan Gajah Karangsari. Atraksi gajah. Way
Kambas. Untuk kegiatan berkemah.Way Kanan. Penelitian dan penangkaran
badak sumatera dengan fasilitas laboratorium alam dan wisma
peneliti.Rawa Kali Biru, Rawa Gajah, dan Kuala Kambas. Menyelusuri
sungai Way Kanan, pengamatan satwa (bebek hutan, kuntul, rusa, burung
migran), padang rumput dan hutan mangrove. Transportasi menuju Taman
Nasional Way Kambas: Bandar Lampung – Metro – Sukadana – Way Kambas,
menggunakan mobil + 2 jam. (via Jalan Lintas Timur Lampung Labuhan Ratu,
menggunakan mobil pribadi + 2 jam. Pelabuhan Bakauheni – Labuan
Maringgai – Bakauheni)
DESA TRADISIONAL WANA
Desa Wana merupakan salah satu dari tujuh desa inti, kediaman dari masyarakat Lampung Melinting. Arsitektur tradisional berupa rumah panggung khas masyarakat Lampung Melinting masih cukup banyak terlihat di desa ini. Tarian yang cukup populer sejak lama yang berasal dari daerah ini yaitu tari Melinting yang biasanya dipertunjukkan saat menerima kunjungan tamu atau wisatawan.Suasana dan nuansa kehidupan khas masih sangat terasa, berikut acara-acara tradisi yang masih dilaksanakan masyarakat setempat, seperti upacara perkawinan, pertemuan adat dan lain-lain. Desa Wana terletak sekitar 7 km dari jalur Bandar Lampung ke Way Kambas, lalu masuk dari simpang desa Sribawono, kurang lebih berjarak sekitar 67 km dari kota Bandar Lampung.
Desa Wana merupakan salah satu dari tujuh desa inti, kediaman dari masyarakat Lampung Melinting. Arsitektur tradisional berupa rumah panggung khas masyarakat Lampung Melinting masih cukup banyak terlihat di desa ini. Tarian yang cukup populer sejak lama yang berasal dari daerah ini yaitu tari Melinting yang biasanya dipertunjukkan saat menerima kunjungan tamu atau wisatawan.Suasana dan nuansa kehidupan khas masih sangat terasa, berikut acara-acara tradisi yang masih dilaksanakan masyarakat setempat, seperti upacara perkawinan, pertemuan adat dan lain-lain. Desa Wana terletak sekitar 7 km dari jalur Bandar Lampung ke Way Kambas, lalu masuk dari simpang desa Sribawono, kurang lebih berjarak sekitar 67 km dari kota Bandar Lampung.
TAMAN PURBAKALA PUGUNG RAHARJO
Situs Pugung Raharjo ditemukan pada tahun 1957. Luas area sekitar 30 hektar , terletak di Kecamatan Sekampung Hilir, Lampung Timur Merupakan peninggalan jaman megalitik, berupa Arca batu, prasasti batu berlubang, menhir, punden berundak, Arca type Polynesia. Terdapat pula keramik lokal dan asing (dari dinasti Han, Yuan, Sung) Ditemukan benteng parit primitif sepanjang 1,2 km mengelilingi situs purbakala, diduga parit ini dahulunya berisi air yang konon menurut cerita bila dipergunakan untuk mandi dapat membuat awet muda. Tujuan dapat dicapai dengan 40 km dari kota Bandar Lampung.
Situs Pugung Raharjo ditemukan pada tahun 1957. Luas area sekitar 30 hektar , terletak di Kecamatan Sekampung Hilir, Lampung Timur Merupakan peninggalan jaman megalitik, berupa Arca batu, prasasti batu berlubang, menhir, punden berundak, Arca type Polynesia. Terdapat pula keramik lokal dan asing (dari dinasti Han, Yuan, Sung) Ditemukan benteng parit primitif sepanjang 1,2 km mengelilingi situs purbakala, diduga parit ini dahulunya berisi air yang konon menurut cerita bila dipergunakan untuk mandi dapat membuat awet muda. Tujuan dapat dicapai dengan 40 km dari kota Bandar Lampung.
SENTRA PENJUALAN BIBIT BUAH-BUAHAN & BALAI BENIH INDUK HORTIKULTURA PEKALONGAN
Balai Benih Induk (BBI) Pekalongan Lampung Timur terletak 12 km dari Kota Metro atau 23 km dari Sukadana, merupakan Kawasan agrowisata seluas 64 Ha yang berpotensi dalam pengembangan budi daya tanaman buah-buahan seperti rambutan, durian, jeruk, kelengkeng, dan mangga. Berbagai ujicoba termasuk kultur jaringan dilakukan untuk mendapatkan bibit buah buahan yang unggul. Di luar area sekitar Pasar Pekalongan juga terdapat sentra penjualan bibit buahan buahan yang cukup lengkap. Bila anda ingin menanam salah satunya dapat singgah di salah satu gerainya.
Balai Benih Induk (BBI) Pekalongan Lampung Timur terletak 12 km dari Kota Metro atau 23 km dari Sukadana, merupakan Kawasan agrowisata seluas 64 Ha yang berpotensi dalam pengembangan budi daya tanaman buah-buahan seperti rambutan, durian, jeruk, kelengkeng, dan mangga. Berbagai ujicoba termasuk kultur jaringan dilakukan untuk mendapatkan bibit buah buahan yang unggul. Di luar area sekitar Pasar Pekalongan juga terdapat sentra penjualan bibit buahan buahan yang cukup lengkap. Bila anda ingin menanam salah satunya dapat singgah di salah satu gerainya.
Di Lansir http://pariwisatalampung.com

0 komentar:
Posting Komentar