Solusi Menuju Kemajuan Bersama

Mengulas topik-topik Sosial, Ekonomi, Budaya, dan Politik yang hangat ditengah masyarakat dalam bentuk bacaan ringan dan analisis melalui observasi langsung ke masyarakat dalam bentuk pendampingan komunitas dan audiensi ke Pemerintah.

Cari Tahu Belanja

KABAR HARI INI

INVESTIGASI

Temukan bacaan yang kredibel dan terpercaya dengan ulasan - ulasan tajam mengarah sebuah topik perkara.

Read More

KAJIAN

Berisikan isu isu aktual yang menjadi bahan pembicaraan banyak orang dan memberikan pandangan para pakar terkemuka.

Read More

PROGRAM

Bacaan berbagai ulasan berita pembangunan dari skala nasional hingga daerah serta menyuguhkan dokumentasi dari pelosok negeri.

Read More

NGO

Bacaan program pemberdayaan NGO bekerja sama dengan instansi lain sebagai referensi dalam program kerja dan kiat kiat untuk pendampingan.

Read More

ULASAN

Sabtu, 11 November 2017

Serba-Serbi FWK 2017, Indahnya Taman Nasional Way Kambas

Serba-Serbi FWK 2017, Indahnya Taman Nasional Way Kambas


Menelusuri keindahan pulau Sumatera, tentu saja kita wajib untuk menyebut Lampung sebagai salah satu kekuatan di ujung selatan pulau ini. Propinsi yang baru saja mengganti selokanya dari ‘Sang Bumi Ruwa Jurai’ menjadi ‘Sai Bumi Ruwa Jurai’ pada tahun 2009 yang lalu ini dapat dikatakan sebagai salah satu harta berharga bagi Indonesia.Lampung memiliki tidak kurang dari empat komoditas ekspor skala internasional, sebut saja ; Ubi Kayu, Udang, Kopi Robusta dan Nanas Kaleng. Untuk komoditas Ubi Kayu dan Udang, dua-duanya menempati posisi pertama sebagai komoditas ekspor terbesar ke negara tujuannya. Sedangkan sisanya sama-sama menempati posisi tiga besar. Prestasi ini belum termasuk peranan Lampung sebagai pemasok utama untuk kebutuhan skala nasional. Di samping hasil buminya, propinsi Lampung pun memiliki peranan yang cukup penting dalam bidang pariwisata. Keindahan pantai-pantai di Lampung sama sekali tidak kalah dengan keindahan maritim di timur Indonesia. Ini pun belum terhitung dengan kecantikan terumbu karang serta cagar alam legendaris, “anak Krakatau”. Selain itu, propinsi ini pun memiliki peranan penting dalam bidang konservasi alam. Tercatat tidak kurang dari tiga buah pusat konservasi yang terletak di Bumi Ruwa Jurai ini, yaitu, Taman Ekowisata Gunung Betung, Taman Ekowisata Bukit Barisan Selatan dan Taman Nasional Way Kambas. Di antara ketiganya, Taman Nasional Way Kambas adalah yang tertua dan yang paling populer.

Taman Nasional Way Kambas ini berada di kecamatan Labuhan Ratu, kabupaten Lampung Timur. Adalah pemerintah Belanda yang membangun daerah ini sebagai pusat konservasi lingkungan hidup pada tahun 1937 silam. Wilayah ini kemudian berkembang menjadi sekolah gajah pertama di Indonesia dengan nama PLG — Pusat Latihan Gajahyang diresmikan oleh pemerintah R.I pada tahun 1985. Seiring waktu, TNWK selanjutnya lebih memusatkan kegiatannya pada bentuk konservasi, khususnya untuk gajah SumatraElephas maximus sumatranus yang merupakan salah satu sub-spesies gajah asia. Hal ini diikuti dengan berubahnya PLG menjadi PKG — Pusat Konservasi Gajah. Berbagai macam bentuk fasilitas dan infrastruktur pun dibangun untuk mendukung kegiatan konservasi tersebut, bahkan untuk sekarang ini, TNWK tercatat sebagai pemilik rumah sakit gajahterbesar se-Asia. Sebagai sebuah pusat konservasi, tentu saja, TN Way Kambas harus menjaga dan melestarikan segala macam spesies yang ada di dalamnya untuk menjaga keberlangsungan habitat dari gajah sumatra itu sendiri. Sebagai hasilnya, TNWK, sekarang ini berperan pula sebagai rumah bagi bermacam-macam flora yang luar biasa indahnya, antara lain ; Api-api — Avicennia marina, Cemara Laut — Casuarina equisetifolia,Gelam — Melaleuca leucandendron, Ketapang — Terminalia cattapa, Meranti — Shorea sp, Minyak — Dipterocarpus gracilis, Nipah — Nypa fruticans, Pandan — Pandanus sp, Pidada –Sonnetaria sp, Puspa — Schima wallichii, Ramin — Gonystylus bancanus, Rawang –Glochidion borneensis, Salam — Syzygium polyanthum.
Selain gajah sumatra, TN Way Kambas ini pun berperan sebagai pusat konservasi untuk hewan-hewan eksotik lainnya, seperti Badak Sumatra — Dhicerorhinus sumatrensis, Harimau Sumatra — Phantera tigris sumatrae, Mentok Rimba — Cairina scutulata, Buaya Sepit — Tomistoma schlegelii, Bangau Tongtong — Leptotilos javanicus, Sempidan Biru –Lophura ignita ignita, Kuau Raja — Argusianus argus, burung Pependang Timur — Anhinga melanogaster dan lain sebagainya. Meskipun demikian, di TNWK ini hanya gajah dan badak sumatra saja yang lebih banyak diberikan perhatian. Hal ini juga terkait dengan ditetapkannya badak sumatra sebagai spesies yang kritis terancam kepunahan — critically endangered oleh IUCN –International Union for Conservation of Nature pada tahun 2006 yang lalu. Badak sumatra bersama Badak jawa sebenarnya termasuk ke dalam dua dari lima spesies badak yang tersisa di dunia. Di samping itu, karakter dan sifatnya yang memang berbeda jauh dengan gajah membuat proses konservasi terhadap hewan ini memang membutuhkan perhatian yang lebih. Badak adalah jenis hewan yang sangat sensitif terhadap kehadiran manusia. Faktor ini pula yang membuat proses konservasinya tergolong cukup sulit. Hal ini bertolak belakang dengan gajah yang memang memiliki sejarah kedekatan dengan manusia. Pada satu periode lampau, gajah memiliki peranan yang hampir mirip dengan kuda atau kerbau dalam kebudayaan manusia. Gajah dapat dilatih untuk berbagai keperluan manusia dalam aktivitas kesehariannya, seperti untuk keperluan militer sebagai tunggangan atau kendaraan logistik, untuk keperluan seremonial keagamaan dan budaya hingga membantu dalam aktifitas seperti mengangkat beban atau membajak sawah. Dengan hubungan seperti ini, manusia sebenarnya cukup memiliki pengalaman untuk melakukan proses konservasi terhadap gajah.

Konservasi terhadap spesies badak ini sebenarnya sudah dimulai sejak 128 tahun silam. Namun karena tingkat kesulitan yang tinggi, maka proses konservasinya memang membutuhkan waktu yang sangat panjang. TN Way Kambas sendiri menyediakan tidak kurang dari 100 hektar luas wilayah yang dikelilingi pagar kawat setinggi 1.5 meter untuk kegiatan yang diberi nama SRS — Suaka Rhino Sumatra. Hingga hari ini tercatat ada tujuh anggota badak yang tinggal di TN Way Kambas. Sejauh ini SRS mencatat prestasi yang cukup baik dengan lahirnya seekor bayi badak di tahun 2016 ini. Dengan catatan baik tersebut SRS Way Kambas nantinya akan menjadi role model atau referensi bagi JRSA — Javan Rhino Study Conservation Area yang bertugas dalam proses konservasi Badak jawa — Rhinoceros sondaicus di Taman Nasional Ujung Kulon, Pandeglang, Propinsi Banten.
Sebagai sebuah pusat konservasi dengan beragam jenis spesies di dalamnya, tentu saja banyak sekali cerita-cerita unik yang dialami oleh para anggota tim TN Way Kambas. Di antara berbagai kisah tersebut, ada salah satu kisah unik yang terjadi sekitar tahun 2013 silam. Dilansir dari salah satu media lokal, dikabarkan bahwa beberapa orang dari polisi hutan TN Way Kambas yang sedang berpatroli bertemu dengan segerombol sosok aneh di sekitar hutan rawa di sana. Berdasarkan penggambaran mereka, sosok-sosok tersebut menyerupai manusia dengan tinggi badan kurang lebih lima puluh sentimeter saja. Berambut gimbal, bahkan ada yang panjangnya hingga sepinggul. Mereka berjalan menyusuri rawa-rawa dengan membawa semacam tombak kayu dan tanpa menggunakan sehelai pun penutup tubuh. Setidaknya ada lima belas sosok yang sempat terlihat oleh petugas tersebut. Dan menurut penuturan mereka, ada salah satu dari sosok tersebut yang sedang menggendong bayi. Ketika para petugas itu mencoba mendekat, sontak sekelompok sosok tersebut langsung bergeak dengan cepat, menghilang ke balik pepohonan. Sosok-sosok ini sebenarnya cukup familiar bagi masyarakat Sumatra, setidaknya banyak kisah, baik itu mitos atau legenda yang mengisahkan tentang sosok yang umumnya disebut sebagai ‘Orang Pendek’ atau ‘Orang Kerdil’ ini. Keberadaan spesies ini memang nyata adanya, mereka bukanlah sosok mistis atau gaib. Berdasarkan dari banyak sumber, baik itu penelitian, pengalaman pribadi atau kisah-kisah lokal, disebutkan bahwa ‘Manusia Kerdil’ ini memiliki habitat yang tersebar di beberapa titik di Nusantara, diantaranya, Wiliayah Kerinci Seblat, Sumatra Barat, Liang Bua di Flores, Nusa Tenggara Timur dan di daerah Bone, Sulawesi Selatan. Penyebutan sosok ini pun berbeda-beda di setiap wilayah, misalnya ‘Orang Pendek’ di daerah Kerinci, ‘Ebu Gogo’ di Flores dan ‘Suku Oni’ di daerah Bone. Penggambarannya tentang sosok ini di setiap daerah pun hampir mirip. Sosok ini dideskripsikan kerdil dengan tinggi antara 50–100 cm, gerakannya lincah, larinya cepat dan lompatannya jauh serta yang menjadi ciri khasnya adalah telapak kaki yang terbalik menghadap ke belakang. Bahkan dikisahkan pula bahwa mereka memiliki kemampuancraftmanship yang tinggi dalam membuat perlengkapan sehari-hari seperti peralatan makan dan furnitur. Ada beberapa kisah, seperti di Sumatra dan Bone, bahwa pada zaman dahulu, para manusia kerdil ini akan meminjamkan peralatan yang mereka buat, seperti piring, mangkuk dan sebagainya, ketika ada warga desa yang sedang menyelenggarakan pernikahan.
Dalam perjalanannya, dapat dikatakan TN Way Kambas ini tidak bebas hambatan. Sebagai sebuah ruang yang memiliki potensi ekonomi yang tinggi, tidak berlebihan jika kemudian banyak terjadi konflik kepentingan di dalamnya. Untuk skala daerah, Way Kambas yang telah dinobatkan menjadi ikon kabupaten Lampung Timur ini memiliki potensi wisata yang amat tinggi. Artinya, daerah ini akan menjadi daya tarik untuk investor-investor baik dari dalam negeri maupun mancanegara untuk menanamkan modalnya. Sudah barang tentu, hasilnya akan berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung pada PAD — Pendapatan Asli Daerah. Secara positif, hal ini bukan hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga pada taraf hidup masyarakat lokal. Sedangkan di sisi lainnya. TN Way Kambas pun masih bermasalah dengan masyarakat sekitar. Pelanggaran-pelanggaran seperti penebangan liar, pemancingan liar, pencurian getah meranti, perburuan liar, bahkan hingga pemukiman liar memang menjadi masalah bagi yang tak henti-hentinya usai. Hal ini pun sebenarnya bukanlah hal yang sederhana. Pengelola Way Kambas berpegang pada aturan pemerintah yang sudah ditetapkan, di sisi lain, masyarakat pun merasa berhak atas tanah Way Kambas dan isinya dengan berpegang pada aturan adat yang memang sudah berjalan amat sangat lama. Jika dilihat lebih jauh, berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat ini pada dasarnya dilatarbelakangi oleh motif ekonomi juga. Artinya, taraf hidup mereka sangat rendah, dan apa yang dilakukannya semata-mata untuk bertahan hidup. Hal ini pun tidak bisa dilepaskan dari peran pemerintah yang belum bisa menaikkan taraf hidup masyarakatnya. Di sisi yang lain lagi, tentu saja pengelola TN Way Kambas harus berpegang teguh pada tujuan asasinya, yaitu sebagai pusat konservasi alam dan lingkungan.
\
Tidak mudah memang untuk menyelesaikan berbagai konflik kepentingan yang saling beririsan tersebut. Karena masing-masing pihak memang sangat berkepentingan terhadap Way Kambas. Di satu sisi, masing-masing pihak yang berkonflik ini sebenarnya pun sama-sama membutuhkan satu sama lain untuk mewujudkan kepentingannya. Tentu saja, untuk mencapai satu kata sepakat, dibutuhkan semua pihak untuk duduk dan berbincang serta menyelesaikan berbagai masalah tersebut bersama-sama. Karena Way Kambas ini bukan hanya milik warga lokal saja, tetapi juga milik semua warga negeri ini dan merupakan aset bangsa yang tak ternilai harganya. Untuk itulah mengapa ruang konservasi ini diberi nama “Taman Nasional” Way Kambas.

Parade Gajah DI Pembukaan FWK 2017 Lampung Timur

Parade Gajah DI Pembukaan FWK 2017 Lampung Timur




 
Lampung Timur   - Pembukaan Festival Way Kambas (FWK) 2017 di Pusat Konservasi Gajah Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, Sabtu (11/11), dimeriahkan parade 17 ekor gajah jinak.

Parade 17 ekor gajah jinak Way Kambas sejauh sekitar 300 meter dari lokasi singgah adalah untuk membawa Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dan Gubernur Lampung M Ridho Ficardo menuju panggung tempat dilangsungkan pembukaan FWK 2017.

Turut serta menunggang gajah, Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim dan Wakil Bupati setempat Zaiful Bokhari dan Sekda Lampung Timur Syahrudin Putera. Parade gajah ini diiringi pawai budaya dan iringan Pasukan Pencak Silat Kuttau Lampung.

Tari Kuttau Lampung, Tari Melinting dan tari kreasi dipersembahkan pula untuk menambah semarak pembukaan festival andalan digelar Pemkab Lampung Timur ini.

Gubernur Lampung Ridho Ficardo saat membuka secara resmi FWK 2017 mengatakan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) adalah kawasan konservasi dan telah ditetapkan sebagai kawasan warisan negara-negara ASEAN atau Asean Heritage Park dan TNWK juga menjadi paru-parunya dunia, sehingga dia meminta semua pihak menjaga kawasan konservasi tersebut.

Lebih lanjut Ridho mengatakan turut berbangga digelar FWK ke-17 yang digelar Pemkab Lampung Timur yang nuansanya dirasakan lebih semarak dan gaungnya mulai terdengar dimana-mana, sehingga Pemprov Lampung akan menjadikan FWK ini sebagai wisata unggulan.

"Selain Festival Wisata Way Kambas yang akan diangkat, kita juga punya Festival Krakatau, kita punya Gunung Anak Krakatau, dua potensi ini akan kita kembangkan, dan Festival Way Kambas akan kita angkat ke tingkat nasional," ujar Gubernur Ridho.

Ridho pun meminta Pemkab Lampung Timur tetap menjaga kawasan konservasi TNWK dan terus berbenah sambil mempersiapkan diri untuk menyambut kunjungan wisatawan yang terus berdatangan ke Lampung.

Bupati Chusnunia Chalim menyatakan Pemkab Lampung Timur tengah gencar membangun sektor pariwisata karena sektor pariwisata diyakini mampu menggerakkan ekonomi warga di daerahnya.

"Karena sektor pariwisata punya daya ungkit yang yang tinggi dibandingkan bidang lainnya," kata Chusnunia.

Chusnunia mengatakan FWK ke-17 kembali terselenggara berkat kekompakan semua instansi pemerintah dan elemen masyarakat di daerahnya yang bersama-sama ingin membangun pariwisata di Lampung Timur.

Dia mengungkapkan FWK 2017 tidak kalah semarak dengan Festival Way Kambas tahun 2016 lalu.

"Insya Allah jika festival tahun lalu ramai, Festival Way Kambas tahun ini juga akan lebih ramai lagi," katanya lagi.

FWK 2017 mulai digelar Sabtu ini, dengan rangkain acara hari pertama adalah parade budaya, parade gajah, jejak petualang Way Kambas, Way Kambas agro ekspo, forest photography, jalan-jalan 4X4, kemah wisata, fashion show, dan wisata kuliner.

Festival Way Kambas 2017, Pesona Lamtim

Festival Way Kambas 2017, Pesona Lamtim


Destinasi Wisata Mangrove Sri Minosari Lampung Timur

Destinasi Wisata Mangrove Sri Minosari Lampung Timur


"Selamatkan Hutan Mangrove Demi Menyelamatkan Tempat Berpijak." Kalimat tersebut menjadi tema dalam Festival Tanam Mangrove yang digelar di Desa Purworejo, Kecamatan Pasir Sakti, Lampung Timur pada tanggal 10 Oktober 2017. 

Festival yang bertujuan untuk mempromosikan objek dan daya tarik wisata di Kabupaten Lampung Timur tersebut dimaksudkan untuk mendukung program pemerintah tentang upaya penyelamatan bumi dari pemanasan dunia, pencegahan terjadinya erosi/abrasi pantai dan juga sebagai tempat perlindungan bagi biota laut. Tepat pada hari pelaksanaan festival, saya dan beberapa rekan blogger dari Batam, Jogja, dan Cikarang sedang berada di Lampung Timur untuk mengunjungi sejumlah tempat wisata, salah satunya hutan bakau seluas 6 hektar di Labuhan Maringgai.

Gerbang masuk Taman Mangrove Sriminosari, ada payung-payungnya 😄

Terletak di Desa Sriminosari, Labuhan Maringgai, Lampung Timur, terhampar wilayah hutan bakau yang kini sudah menjadikawasan ekowisata bernama Taman Mangrove Sriminosari. Berjarak kurang lebih 55 kilometer dari ibukota kabupaten, dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam dari Kecamatan Labuhan Ratu. Durasi perjalanan cukup panjang karena akses tidak sepenuhnya mulus, kecepatan laju mobil pun dikurangi. 300 meter dari lokasi taman, perjalanan harus disambung dengan motor, melewati persawahan yang sedang kerontang. 

Jumat, 10 November 2017

Tips Touring dan Keliling Tempat Wisata

Tips Touring dan Keliling Tempat Wisata

Sepeda motor adalah transportasi paling populer di kalangan masyarakat Indonesia. Beberapa bahkan menggunakannya untuk hobi sepert touring jarak jauh. Entah untuk sekedar bersenang senang, atau untuk berwisata bareng teman – teman. Nah, untuk lebih aman lagi, teman – teman harus tahu bagaimana
Sepeda motor kini menjadi sebuah pilihan yang paling banyak diminati masyarakat. Diantara mereka mempunyai alasan menarik seperti :
1. Irit Bahan Bakar
Anda pasti tahu, memenuhi tangki bahan bakar mobil lama-lama bikin ”bangkrut”. Beda dengan sepeda motor. Jumlah bahan bakar yang Anda beli selama hidup akan sangat luar biasa. Anda pasti tahu, jika bisa diirit, uang itu bisa untuk membeli apa saja.
2. Jauh Lebih Murah
Beda harga mobil dan sepeda motor sangat jauh. Bahkan uang untuk membeli sepeda motor paling mahal pun kadang hanya bisa dipakai untuk beli mobil standar.
3. Lebih Mudah Diperbaiki
Sudah pasti, harga suku cadang mobil dan sepeda motor jauh berbeda. Contoh simpelnya peranti rem, akan sangat ringan membetulkan rem sepeda motor ketimbang mobil dari sisi biaya. Ongkos bengkel untuk mobil pun berlipat ganda. Dengan sepeda motor, Anda bahkan bisa mencoba memperbaiki sendiri.
4. Meluncur Sepanjang Jalan
Jika Anda tinggal di tempat tertentu, tampak banyak pemotor touring, kelihatannya sangat nikmat. Dan, itu benar karena tidak ada feeling lebih baik ketimbang naik sepeda motor di jalanan dengan menikmati pemandangan sekitar, seperti sebuah terapi yang memberi perasaan rileks.
5. Sampai Lebih Cepat
Banyak orang bepergian dengan mobil hanya untuk berjibaku dengan macet. Jumlah waktu yang terbuang sungguh sayang dan menyedihkan. Naik sepeda motor berarti Anda bermain lebih cerdas dan tepat. Tidak ada lagi waktu tersita untuk menunggu lalu lintas lancar, dan Anda bisa menggunakan waktu itu untuk bekerja efektif, bukan terjebak kemacetan. Sampai ke tempat tujuan pun jauh lebih cepat.
6. Lebih Stylish
Jika Anda memperhatikan penampilan, naik sepeda motor membuat Anda selalu stylish. Faktor ini kadang sangat efektif untuk menarik perhatian lawan jenis.
Tak cuma itu. Bersepeda motor juga bisa menjadi sarana rekreasi. Pasalnya, bagi sebagian orang, menyusuri jalanan dan melakukan berbagai manuver memberi sensasi tersendiri. Namun, bersepeda motor juga akan menimbulkan rasa bosan dan kesal manakala cara berkendara tidak benar.
Bahkan, kegiatan menunggangi sepeda motor akan menimbulkan masalah kesehatan bila persiapan yang dilakukan tidak benar. Terutama persiapan fisik dan psikis, serta cara berkendara yang tepat dan efisien.
Memang, setiap kali berkendara semua orang akan merasa kelelahan. Tetapi, bila persiapan dan cara berkendara tidak benar maka rasa kelelahan semakin menjadi-jadi.
Lantas seperti apa persiapan itu ? Bagaimana cara berkendara yang benar ? Berikut penjelasannya :
1. Lakukan pemanasan
Sebelum berangkat melakukan perjalanan yang membutuhkan waktu 1 – 2 jam, lakukan pemanasan layaknya sebelum berolah raga selama 3 – 5 menit. Hal ini dimaksudkan agar otot-otot seluruh badan tidak kaku, sehingga seolah tertarik kala duduk di atas sadel sepeda motor. Otot yang tidak kaku dan aliran darah yang lancar akan menjadikan badan lebih lentur. Sehingga, saat melakukan manuver di atas motor, otot-otot pun fleksibel.
Cara pemanasan pun tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Lakukan pemanasan mulai dari kepala atau leher, kemudian pundak, lengan atas, lengan bawah, pinggang, lutut, hingga pergelangan kaki. Setelah itu, lakukan relaksasi dengan menarik dan membuang napas secara perlahan tiga kali.
2. Atur Posisi Duduk Yang Tepat
Cara duduk di atas jok atau sadel sepeda motor juga turut memberikan andil bagi timbulnya kelelahan. Upayakan posisi pinggang tegak namun tetap santai. Begitu pun dengan posisi tangan, pastikan tidak membentuk sudut 30 derajat dari setang. Oleh karena itu, upayakan setang motor tidak terlalu tinggi.
Posisi yang santai dan tidak membungkuk tersebut dimaksudkan agar pengendara bisa nyaman di saat melakukan manuver. Selain itu dengan posisi yang membungkuk dapat menekan otot perut. Bahkan, posisi seperti itu disebut-sebut sangat berpotensi menyebabkan wasir.
3. Gunakan Helm, Jaket, Pelindung Lutut dan Siku Sesuai Standar
Hal lain yang juga penting untuk diperhatikan adalah menggunakan peranti perlindungan yang sesuai standar. Helm menjadi perlengkapan yang wajib dipakai. Sebab, peranti itu sangat penting untuk melindungi bagian kepala bila terjadi kecelakaan, baik terjatuh maupun tabrakan. Fakta yang ada menunjukkan, 70 persen kematian saat kecelakaan diakibatkan oleh luka di kepala.
Adapun jaket, pelindung lutut dan siku, juga diperlukan agar bagian-bagian tubuh kita yang vital itu terlindungi. Satu hal lagi, saat berkendara itu sebaiknya memakai sepatu.
masa biker naik motor pake sendal jepit
4. Jangan Memakai Celana Ketat
Celana yang terlampau ketat akan menekan otot perut. Walhasil, pengendara tidak akan leluasa saat melakukan berbagai manuver. Terlebih bila perjalanan tersebut menempuh jarak puluhan atau bahkan ratusan kilometer.
Upayakan menggunakan celana yang sedikit longgar atau celana dari bahan kulit. Selain berhawa dingin, celana dari bahan kulit juga memberikan keleluasan saat Anda melakukan manuver.
5. Perbanyak Minum Air Putih dan Istirahat
Selama perjalanan, banyak sekali cairan tubuh yang terkuras dalam bentuk keringat. Terkurasnya cairan tubuh tidak hanya berpotensi menyebabkan konsentrasi berkurang, begitu pun dengan tenaga.
Akibatnya, kemampuan refleks Anda akan berkurang. Oleh karena itu bila Anda beristirahat upayakan untuk minum air putih sebanyak-banyaknya. Selain menjaga kesehatan ginjal, dengan banyak minum air putih akan mengurangi tingkat kelelahan.
6. Segera Mandi Setelah Sampai Tujuan
Selama ini terdapat anggapan, setelah melakukan perjalanan jarak jauh dilarang untuk segera mandi. Padahal, anggapan seperti itu salah. Pasalnya, sepanjang perjalanan tubuh banyak berkeringat. Aliran cairan tubuh tersebut bisa bercampur dengan berbagai kotoran yang melekat di tubuh.
Walhasil, pori-pori yang seharusnya menjadi saluran untuk mengeluarkan cairan dari tubuh tersumbat. Bila hal itu terjadi, maka rasa lelah pun akan semakin menjadi-jadi.
Selain itu, dengan mandi, aliran darah di tubuh juga akan lancar kembali. Bila tempat dan waktu tidak memungkinkan Anda membersihkan diri dengan mandi, upayakan mengelap badan, tangan, serta muka, dengan lap basah.
Semoga bermanfaat.
Hasil gambar untuk tips touring

Kegiatan kita

115 Kegiatan Besar
Rata rata Event yang kami Jalankan
9000 Berita
Bacaan setiap tahun
4000 Pelanggan
Rata rata pertahun pelanggan mengantri

Our Team

TIMU IRAWAN
CEO
Toni
Creative Designer
Adrian
Sales Manager
ERIKA A
Developer

Contact

Hubungi Kami

Beri tahu kami ketika anda membutuhkan sesuatu ataupun ingin mengajak kerja sama Tim kami. Suport dan Donasi anda membuat kerja kerja kemanusiaan yang kita himpun akan semakin kuat dan bermanfaat.

Alamat (Address):

Bandar Lampung, Jl. Nusantara , Indonesia

Jam Kerja (Work Time):

Senin (Monday) - Jumat (Friday) 9am - 5pm

No HP/Phone:

085664333675

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Resensi Aksi Massa : Tan Malaka, Buku Klasik yang Mengena di Kondisi saat ini

Aksi Massa merupakan salah satu karya paling berpengaruh dari Tan Malaka, seorang tokoh pergerakan nasional Indonesia yang dikenal sebaga...