Banyak hal yang terjadi di luar ekspetasi dalam hidup, kadang kenyataan itu tidak sejalan mulus dengan harapan setiap manusia. Salah satunya pengalaman yang kami alami dalam setidaknya 3 malam di Rumah Boscha Malabar.
Rumah boscha adalah bangunan bersejarah seorang "juragan" perkebunan teh dari Priangan yang bernama Karel Albert Rudolf Bosscha, yang lahir pada 15 Mei 1865 seorang warga negara Belanda sekaligus pemilik perkebunan teh Malabar, Bosscha mendiami rumah tersebut sekitar 30 tahun sampai akhir hayatnya.
Rumah peristirahatan itu mengadopsi arsitektur Eropa yang ditandai oleh cerobong asap dari tungku kayu bakar di ruang tengah. Rumah itu terdiri dari beberapa kamar tidur dan kamar mandi, ruang tamu, ruang makan, ruang keluarga, bar, dapur bersih, dapur kotor, dan ruang bawah tanah.
Bangunan didominasi oleh material kayu dan batu alam berwana hitam yang bisa terlihat di dinding luar. Rumah dikeliling tanaman besar dan kecil yang menambah keasrian bangunan berbentuk persegi itu. Rumah tersebut pernah direnovasi beberapa kali, seperti saat penjajahan Jepang sekitar 1942 dan Gempa Pangalengan yang terasa sampai Malabar.
Rumah Bosscha dinyatakan sebagai cagar budaya tingkat Provinsi Jawa Barat dan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Cagar Budaya dan terdaftar pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat. Rumah itu kini difungsikan sebagai salah satu objek wisata dalam paket Bosscha Heritage yang mulai dibuka untuk umum sekitar era 90-an.
Dengan paket tersebut, wisatawan bisa mengunjungi rumah dan makam Bosscha serta Gunung Nini. Objek wisata alam itu sebenarnya adalah bukit. Menurut Alam, Bosscha sangat menyukai tempat itu untuk mengamati kegiatan perkebunannya.
Akan ketertarikan sejarah dan panorama alamnya kami tertarik untuk melakukan rapat kerja akhir tahun di tempat tersebut karena juga dekat dengan lokasi project. Namun dalam perjalanannya kami mengalami hal hal mistis yang tidak bisa dipercaya dengan nalar manusia.
Malam Pertama Setelah Tiba di Rumah Kayu Boscha, 09/12/2024 kami berbagi tempat di homestay yang telah disediakan dan kami sewa selama kegiatan. Ada total 7 rumah kayu yang ditempati.
Awalnya hal tersebut berjalan lancar sampai makan malam tiba. Setelah makan malam, di rumah kayu yang ke 3 ada kejadian di luar nalar yaitu ditemukannya bulu mata tebal di salah satu kaca kamar tersebut dan serasa dia bergerak turun naik.
Setelah saya dipanggil kawan yang tinggal di rumah kayu tersebut kemudian saya lihat dan ternyata memang anomali terjadi untuk permulaannya.
Saya coba melakukan sholat dan memberikan salam awal atau bahasa jawanya kulo nuwun kepada makhluk yang lebih dulu mendiami tempat tersebut. Karena ternyata salah satu dari kami auranya ada yang peka terhadap hal hal mistis.
Setelah dilakukan salam perkenalan kemudian agak mulai tenang, namun tanpa sengaja karena ketidak tahuan dari beberapa teman kami mengambil bulu mata tersebut dan berefek ke kawan yang peka terhadap hal gaib.
Dirinya mengalami kerasukan hampir 2 jam dengan berganti ganti yang masuk didalamnya. Kami coba sadarkan dan kami meminta bantuan petugas agar dicarikan orang yang mengerti hal hal gaib selain usaha penjagaan dari kami sendiri.
Akhirnya setelah 2 jam kawan kami sadar dan merasa kelelahan dengan hal itu. Sehingga dimalam pertama itu sudah membuat tidur kami tidak bisa nyenyak dan harus berjaga dengan kemungkinan terburuk lainnya. Termasuk saling menjaga antara kami untuk menghindari hal tersebut terjadi kembali.
Di esok harinya semua berjalan lancar kembali, dengan diawali makan pagi dan rutinitas rapat kerja yang sampai jam 18:00 sorenya. Semua normal untuk di siang hari di rumah boscha tersebut.
Malam kedua, mulai ada gangguan gangguan kembali dengan aneka ragam kejadian. Sehingga kami memutuskan untuk melakukan penjagaan terutama bagi kawan kami yang peka akan hal tersebut karena memang di badannya dan batiniyah secara alami bisa merasakan dan melihat bahkan menjadi mediator mahkluk makhluk tersebut.
Walaupun demikian, malam kedua kita lewati dengan kejadian mistis yang lain. Hal itu menjadikan kita semakin berpikir hal hal yang aneh kembali saat memasuki hari rapat besoknya.
Obrolan - obrolan mistis sangat kental dengan kami dan menjadi selingan saat rapat kerja yang kami lakukan selain juga penyampaian materi secara faktual kita juga membahas hal hal yang bersifat spiritual yang kita alami.
Memasuki hari kedua siang semua terlihat normal walaupun sudah ada efek dibeberapa kawan yang menginap dengan banyaknya energi negatif tersebut.
Memasuki malam ketiga, kami memutuskan untuk mengirimkan doa dan membaca Surah Yasin dan tahlil di Rumah kayu ketiga tempat awal hal hal anomali dan mistik terjadi.
Setelah kita sholat berjamaah termasuk dengan kawan kita yang kesurupan di malam pertam, juga dengan kawan kawan yang lainya.
Sebelum sholat, ketika kawan kami yang kesurupan dihari pertama tersebut mengambil air wudhu hal aneh sudah terjadi. Menurutnya, dirinya sudah mendengar orang tertawa dan kemudian kita sholat berjamaah.
Setelah sholat berjamaah, kami melakukan tawwasulan terhadap semua mahluk dan juga ahli ghaib yang ada di tempat tersebut kita kirimkan hadian fatihah.
Sebelum selesai kita mengaji, teman kita yang biasa kerasukan sudah merasakan hal yang tidak enak. Menurutnya ada yang melihatkan diri 3 mahluk kepada dirinya.
Setelah selesai membaca tahlil dan berdoa, saya coba menanyakan apa yang terjadi dan dilihat nya secara bathin. Menurutnya ketiga makhluk itu mau menyampaikan pesan. Kemudian kami panggil orang yang membantu kami di malam pertama.
Tapi sebelum orang tersebut sampai tempat kami, kawan kita ini sudah mengalami hal aneh dengan kondisi badan yang panas dan dada yang sesak.
Segera dengan saya membawa air mineral dan garam yang dimasukkan dibotol air mineral tersebut saya bacakan kalimat thoyibah dan dzikir sesuai keykinan. Saya meminta air garam tadi untuk diminum dan sebagian saya siramkan di sudut sudut rumah dan sekitarnya.
Reaksinya kawan kami merasakan tubuhnya semakin panas dan ditenggorokan ada yang tertahan membuatnya tersedak. Dan alhamdulillahnya dirinya dapat memuntahkannya.
Hal itu berulang kembali, dan bapak yang biasa mengobati sudah tiba. Kemudian beliau bilang benar ada lagi yang mengikuti kawan kami dan meminta ingin menyampaikan pesan.
Awalnya karena sudah kelelahan kawan kami yang biasa sebagai mediator ghaib ini tidak sanggup namun akhirnya bersedia dan dimasukilah kembali makhluk tersebut.
Mereka memberikan pesan bahwa semua pengurus dan lingkungan agar mengirimkan doa untuk makhluk makhluk di lingkungan tersebut. Serta mengucapkan terima kasih kepada kami sudah mau mengaji dan mengirimkan doa bagi mereka. Sangat jarang pengunjung mau melakukan hal semacam itu dan baru rombongan kami saja yang melakukan. Akhirnya di malam ketiga semua tabir sudah terbuka dan jelas dengan amanah yang sudah tersampaikan serta kawan kami sudah diberikan pagar gaib dan dibuang yang mengikuti dan menggangguanya.
Melalui pertimbangan matang kami memutuskan untuk pulang lebih awal dari tempat tersebut . Rumah Boscha yang menyimpan misteri alamnya.
Hari selanjutnya 12/12/2024, kami setelah makan pagi berpamitan kepada pengelola dan memohon agar amanahnya selalu dijaga dengan diadakan pengajian atau yasinan satu bulan sekali secara rutin.
Dan kami tidak lupa memohon maaf apabila ada perkataan maupun tingkah laku yang kurang berkenan ditempat tersebut selama perjalanan dan kegiatan.
Akhirnya kami memutuskan untuk berganti tempat di Bandung Kota melanjutkan kegiatan rapat kerja kerja kami untuk satu tahun kedepan. Serta hal hal anomali itu menjadi pembelajaran berharga kami secara fakta Maupun spriritual.
Begitulah cerita tentang perjalanan dirumah boscha, pelajaran yang bisa kita ambil adalah rasa keyakinan kita kepada sang khaliq akan mengalahkan hal hal negatif yang ada dan disegala tempat harus bersikap baik serta menjadi peyampai kebaikan walaupun sekecil apapun dan membentengi diri dengan kepercayaan dan kesadaran diri sebagai makhluk allah dan hanya padanya kami berserah dan kembali.
Inilah sekelumit catatan mistis di akhir tahun 2024 yang saya lalui
Terima kasih....
Tymu irawan
Ashtersetya4@gmail.com
Pengalengan--- Jum'at, 13/12/2024.










.jpeg)
.jpeg)
