Minggu, 28 Agustus 2016


Menulis sebagai Terapi Diri


Ajang  Menulis yang digalakkan Komunitas LIMO (lingkar masyarakat optimis) dan SimakNews.com, memanggil nurani saya untuk ikut mencoba. Memang, banyak hal yang kita dapat dalam menulis. Ada perasaan puas dan kebebasan yang tak terukur yang didapat. Dalam hal demikian, menurut saya, ada sebuah terapi yang berpengaruh pada psikis kita, ketika menggoreskan huruf-huruf.
Setiap tulisan yang telah rampung dalam pengerjaannya, pasti tersimpan makna. Memang, dalam atau dangkalnya makna itu relatif. Menguraikan jejeran kata akan mengurangi kegelisahan diri. Sehingga, menulis dapat berdampak positif untuk jiwa.
Berikut, saya kutipkan berbagai manfaat dan kiat menulis seperti telah disampaikan dalam Kompas.com.
Ragam Manfaat Menulis
Para peneliti menemukan fakta, perempuan yang menuliskan berbagai hal positif selama 15 menit setiap hari, berat badannya dapat turun secara signifikan. Pikiran positif ini menjadi kekuatan perempuan karena ketika sedang stres. Mereka tidak melampiaskan emosinya pada makanan untuk merasa lebih baik.
Seorang ibu yang terbiasa menulis juga memiliki anak yang lebih kritis. Kebiasaan menulis dan membaca seorang ibu akan membuat anak terbiasa dengan pemandangan keseharian ibu yang positif. Apa yang ibu baca akan memunculkan keingintahuan anak dan memancing tanya. Lantas, ibu akan menerangkan dengan cara yang menarik. Jadi, aktivitas ibu suka menulis bukan hanya menumpahkan ilmu dan keingintahuan ibu sendiri akan sesuatu. Hal ini juga berdampak pada anak yang semakin kritis bertanya. Ibaratnya, anak memperoleh “gizi” dari setiap jawaban yang diberikan ibu.
Menulis juga dapat menjadi terapi. Hal itu diakui pelaku seni peran Ine Febriyanti, yang terbiasa menulis jika sedang gelisah, marah, saat emosi tidak seimbang. Ia pun menerbitkan tulisannya dalam sebuah buku berjudul 7 Perempuan Urban Sebuah Catatan. Ine tergerak untuk menjadi bagian dari tujuh perempuan urban, yang mengekspresikan pemikiran, perasaan, juga pengalaman melalui tulisan dan buku.
Kiat Menulis
Fira Basuki, ibu dua anak penulis 27 buku, memberikan sejumlah kiat menulis, terutama menulis buku. Menurutnya, ada empat hal yang perlu diperhatikan saat menulis buku.
Jika ingin sukses menulis buku, penuhi empat faktor tersebut karena bisa menyelamatkan Anda dari sejumlah kesalahan, yang menimbulkan stres atau rusaknya nama baik. Kiat pertama, menulislah dari hati. Tidak terpaksa, dipaksakan, juga memaksakan diri. Kedua, jangan pernah punya keinginan terselubung saat menulis. Misalnya, menulis karena ingin terkenal. Hal itu hanya akan menyebabkan stres.
“Banyak penulis muda yang stres karena pretensi. Buku pertamanya sukses, punya banyak penggemar, namun jadi stres karena ia tak juga menghasilkan buku berikutnya sementara penggemar sudah menunggu. Hal ini juga akan berdampak pada nama baik,” tutur Fira seusai peluncuran buku ke-27 karyanya berjudul Cerita di Balik Noda di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Ketiga, berikan sesuatu yang bermakna dalam buku tersebut. Tidak harus berisi ilmu pengetahuan, bisa juga hiburan, pengalaman, keahlian yang bermanfaat atau menginspirasi orang yang membaca. Terakhir, cari penerbit yang sesuai dengan buku Anda. Jangan sampai buku salah sasaran.
Semoga tulisan ini memberi dampak yang baik dan mampu menambah motivasi. Saatnya kita perkaya diri dengan karya hati bukan obsesi semata.

Penulis: Tymu Irawan (Mahasiswa STAIN Jurai Siwo Metro)

0 komentar:

Contact

Hubungi Kami

Beri tahu kami ketika anda membutuhkan sesuatu ataupun ingin mengajak kerja sama Tim kami. Suport dan Donasi anda membuat kerja kerja kemanusiaan yang kita himpun akan semakin kuat dan bermanfaat.

Alamat (Address):

Bandar Lampung, Jl. Nusantara , Indonesia

Jam Kerja (Work Time):

Senin (Monday) - Jumat (Friday) 9am - 5pm

No HP/Phone:

085664333675

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Bisnis Global, Market dan Peluangnya

 Beberapa realitas bisnis yang sedang terjadi saat ini dan patut kita jadikan bahan analisis bisnis, AI bukan lagi keunggulan, tetapi keb...