DRAFT
MATRIKS FINALISASI PROTOKOL
PERLINDUNGAN
PMI
HASIL
PENELITIAN LAPANGAN (TOURING)
KPPD
DESA BUANASAKTI
|
NO |
BEBERAPAKASUS PMI |
SOLUSI YANG DIBUTUHKAN |
KEBIJAKAN |
PETUGAS LAYANAN |
|
1.
|
Calo/Sponsor yang memberikaninformasidenganharga mahal dan
banyakjanji-janji palsu masih jadi pintu utama CPMI sehingga banyak yang mengalami penipuan |
Mendapatkan
informasi yang valid tanpa
melalui
Calo/Sponsor
serta langsung dari Dinas Tenaga kerja. |
Desa menjadi pusat informasi (Job Order, P3MI, Alur
proses PMI, Dsb) |
Adanya perangkat / Satuan Tugas yang khusus
menangani & mendampingi keseluruhan proses CPMI. (SATGAS) di Skala Desa |
|
2. |
Masih banyak PL/Sponsor
menguruskan Dokumen Kependudukan CPMI kedesa tanpa melibatkan CPMI. |
CPMI diharuskan
pergi
ke Kantor Desa
sehingga
mengetahui
bahwa
Pemerintah
Desa
telah
memfasilitasi
pemenuhan persyaratan administrasi kependudukan Calon Pekerja Migran Indonesia |
Pemerintah
Desa
mempermudah
dan memberi informasi valid dalam
proses: 1)
Melengkapai Data Kependudukan (KTP, KK, Akta
Kelahiran). 2)
Memberikan Surat Ijin Keluar Negeri (Orang Tua,
Suami, Istri) |
Pemerintah
Desa harus memiliki SDM yang membidangi proses pembuatan
dokumen
tersebut
beserta
peralatan yang sesuai
dengan
kebutuhan |
|
3. |
Pilihan
utama PMI mencari
kerja
ke LN dengan
alasan
memperbaiki
perekonomian
keluarga |
Adanya
pemberdayaan
bagi PMI Purna
maupun
keluarganya
sehingga
hasil yang sudah
di
dapat
bias
dikembangkan |
Melakukan Pelatihan yang
mudah dijangkau & mudah dipasarkan di Desa (Seperti pelatihan industri
skala rumahan keripik, kerajinan tangan) dengan memanfaatkan BUMDES sebagai
mitra pemasaran |
Adanya perangkat / Satuan Tugas yang khusus
menangani & mendampingi keseluruhan proses CPMI. (SATGAS) |
|
4. |
Resiko terjadinya perceraian tinggi bagi warga di Desa Buanasakti yang bekerja
sebagai PMI akibat salah
paham terjadi ketika melupakan target awal
sebelum
bekerja
misalnya: dengan
membuat
hubungan
baru
degan orang lain atau
menghabiskan hasil kerja dengan berhura hura |
Menjaga
komunikasi
dengan
baik dan diadakan
pelatihan-pelatihan
untuk mengubah
pola
pikir
peminat bagi PMI untuk kembali bekerja
keluar negeri dengan diberi pembekalan tentang manajemen finansial untuk
mengelola keuangan |
Desa/dinas mempunyai mekanisme rujukan ketika ada
warganya yang bermasalah, tidak hanya melimpahkan ke P3MI dengan mengandeng stake holder tingkat
kabupaten maupun kecamatan |
Desa mempunyai informasi lembaga-lembaga yang memberikan layanan
konseling dan penanganan kasus di
negara tujuan baik lembaga Pemerintah maupun swasta di negara tujuan. |
|
5.
|
Kontrak-kontrak kerja yang
masih dalam bahasa asing dan tanpa diketahui isinya oleh CPMI |
Disesuaikan
dengan
tingkatan
kemampuan CPMI yang sedang
mengikuti
pelatihan di BLK-LN terkait
dan memberikan salinan kontrak kerja kepada keluarga PMI |
P3MI memberikan
penjelasan
kontrak
kerjatersebut
dalam
2
versi Bahasa yaitu Bahasa
Negara Tujuanmaupun Bahasa dari Negara Asal ·
Dilakukan peningkatan
kualitas CPMI dengan membenahi kurikulum penidikan sebelum penempatan : 1. Keahlian sesuai pekerjaanya 2. Bahasa sesuai negara tujuan 3. Hukum yang berlaku 4. Tata cara claim hak ( hak atas asuransi, hak berserikat, hak gaji dan
pekejraan sesuai kontrak, hak libur /cuti tahunan) 5. Pemahaman kebudayaan negara tujuan |
P3MI terkait
termasuk
pengajar
maupun
petugas yang bersangkutan
dengan
masalah
tersebut |
|
6. |
Pengurusan imigrasi yang belum terfasilitasi di Lampung Timur |
Sebaiknya segera dibuatkan fasilitas yang belum ada serta pembentukan
LTSA |
Untuk membantu masalah Waktu dan biaya lebih efisien karena kemudahan
tersebut |
Disnakertrans/ LTSA/ Pemdes/ Satgas/ bermitra kerja kepada SBMI |
|
7. |
Kualitas pekerja masih
kurang sehingga menghambat proses penempatan |
·
Dilakukan peningkatan
kualitas pekerja ·
Peningkatan kualitas SDM
itu sendiri ·
Seharusnya tetap
diwajibkan mengikuti bagi yang belum punya pengalaman ·
Sertifikasi yang real
bukan sekedar foemalitas |
Adanya komunikasi yang baik antara negara asal dan negara tujuan serta
program yang bukan hanya sebagai pilot project untuk 2 negara |
P3MI terkait
termasuk
pengajar
maupun
petugas yang bersangkutan
dengan
masalah
tersebut |
|
8. |
Adanya pelecehan seksual,
hutang piutang di negara tujuan yang di alami PMI |
Disediakan
hotline khusus terkait tempat pengaduan tersebut serta update setiap
perkembangan |
·
Pihak desa Memberikan
pembekalan penyiapan mental sebelum berangkat tentang resiko bermigrasi ·
Kemungkinan dokumen
dipinjam teman untuk hutang piutang contoh di Hongkong ·
Resiko pergaulan
bebas ·
Adanya hasutan paham-paham
radikal ·
Budaya negara tujuan
(Kedisiplinan waktu) ·
Resiko berpisah dengan keluarga. |
Disnakertrans/ LTSA/ Pemdes/ Satgas/ minta bantuan kepada SBMI |
|
9. |
Zero cost masih belum bisa
dilaksanakan dan diterapkan hanya untuk pekerja informal jika itu dibebankan
kepada PMI maka ditakutkan tidak
krasan disana |
Memberikan pembekalan penguatan mental sebelum berangkat tentang resiko terburuk di LN |
Pihak P3MI mampu menanyakan kematapan niat target ataupun tujuan dalammemutuskan pergi bekerja ke LN |
P3MI/Disnakertrans/
LTSA/ Pemdes/ Satgas/ minta bantuan kepada SBMI |
|
10. |
Materi-materi PAP tidak
bisa diserap secara baik oleh PMI karena hanya dilakukan 1 hari |
Diberikan
waktu yang sekiranya
cukup
untuk
pemahaman
materi PAP yang
diberikankepada PMI misalnya 3 hari jika belum memahami bias dipersilahkan
bertanya |
Pihak P3MI yang
terkait berusaha membuatcara yang simple dan mudah di
pahamisecaracepat oleh PMI |
P3MI terkait
termasuk
pengajarmaupun petugas yang bersangkutan dengan masalah tersebut |
|
11. |
Terkait kepulangan dalam
hal buruh migran mengalami masalah PT yang menjadi tumpuan pemecah masalahnya |
Disediakan
hotline khusus terkait tempatpengaduan
tersebut |
Petugas yang
bersangkutan menjalankan alur rujukan terkait perlindungan PMI jika
ada
pengaduan
terkait PMI yang bermasalah |
Disnakertrans/ LTSA/ Pemdes/ Satgas/ minta bantuan kepada SBMI |
|
12. |
Ditemukan kasus yang sering di alamiPMI : ·
Komunikasi dengan keluarga
yang terbatas ·
Makanan yang tidak
layak ·
Pelecehan seksual ·
Penipuan (gaji berupa cek
yang tidak bisa dicairkan) Penganiayaan (Informasi
dilingkungan kerja diluar negeri) |
Menjalin
komunikasi
dengan
baik
misalnya
adanya
grup
di Media sosial guna memudahkan dan diadakan pelatihan-pelatihan
untuk mengubah
pola
pikir
peminat bagi PMI untukkembalibekerja keluar
negeri |
Adanya mekanisme rujukan ketika
ada warganya yang bermasalah, tidak hanya melimpahkan ke P3MI |
Desa mempunyai informasi lembaga-lembaga yang memberikan layanan
konseling dan penanganan kasus di
negara tujuan baik lembaga Pemerintah maupun swasta di negara tujuan. |
|
13. |
Pengaduan tidak hanya di tingkat P3mi tapi juga harus ada di tingkat
desa |
Memberikan
pengaduan
langsung
kepada
pihak
Desa agar diberikan
arahan
lebih
lanjut ,misalnya: Ø
Kasus
kekerasan
ditangani
pihak
kepolisian Sehingga desa dapat berkordinasi dan merujuk ke
tingkat daerah sesuai masalah yang dialami |
Dilakukani
dentifikasi
terlebih
dahulu
terkait
keseteraan gender yang
sesuai dengan aturan dalam penyelesaian
masalah
tersebut
misalnya
jika yang melaporkan
masalah
adalah PMI (P) maka
ditangani petugas (P) begitupun sebaliknya |
Adanya perangkat / Satuan Tugas yang khusus
menangani & mendampingi keseluruhan proses CPMI. (SATGAS) |




Pantai Gigi Shark is also one of the beaches that is still untouched by the government considering that the beach is quite remote and still hidden in remote areas of Lampung. Nmaun who would have thought that the beauty would attract all the tourists who came would even look very dramatic when we photographed between the high rocks accompanied by the pounding of the waves of the fierce Indian Ocean sea.
The road to the beach Shark teeth can be very worrying. Only can be passed by motorbike and very far. Several times we have to pass through winding and curling paths, moreover the road is a lot rocky and muddy (2017). But this far and tiring journey will be paid off once we arrive at the beach which is often called the Hidden Heaven in Lampung.
Named the Shark Tooth Beach because the coral rocks here are quite sharp and very much like a row of shark teeth. Another name for this beach is Batu Layar Beach because there is a rock that expands like a Sailboat. What is certain is that this beach is very different from the general beaches of white sand because the main attraction of this beach is the rows of coral rocks that are widespread here.
There are no public transportation, lodging, stalls or toilets on shark teeth beaches so it is still very quiet and still rarely visited by tourists. Difficult access and very remote location is the reason why this beach is still not managed by the local government even though beach shark teeth is one of the most beautiful and best beaches in Indonesia because of Unikanya and its rich charm.
