Solusi Menuju Kemajuan Bersama

Mengulas topik-topik Sosial, Ekonomi, Budaya, dan Politik yang hangat ditengah masyarakat dalam bentuk bacaan ringan dan analisis melalui observasi langsung ke masyarakat dalam bentuk pendampingan komunitas dan audiensi ke Pemerintah.

Cari Tahu Belanja

KABAR HARI INI

INVESTIGASI

Temukan bacaan yang kredibel dan terpercaya dengan ulasan - ulasan tajam mengarah sebuah topik perkara.

Read More

KAJIAN

Berisikan isu isu aktual yang menjadi bahan pembicaraan banyak orang dan memberikan pandangan para pakar terkemuka.

Read More

PROGRAM

Bacaan berbagai ulasan berita pembangunan dari skala nasional hingga daerah serta menyuguhkan dokumentasi dari pelosok negeri.

Read More

NGO

Bacaan program pemberdayaan NGO bekerja sama dengan instansi lain sebagai referensi dalam program kerja dan kiat kiat untuk pendampingan.

Read More

ULASAN

Minggu, 14 Februari 2021

CONTOH DRAFT MATRIKS FINALISASI PROTOKOL PERLINDUNGAN PMI HASIL PENELITIAN LAPANGAN (TOURING) KPPD DESA BUANASAKTI

 


DRAFT MATRIKS  FINALISASI  PROTOKOL

PERLINDUNGAN PMI

HASIL PENELITIAN LAPANGAN (TOURING)

KPPD DESA BUANASAKTI

 

NO

BEBERAPAKASUS PMI

SOLUSI YANG DIBUTUHKAN

KEBIJAKAN

PETUGAS LAYANAN

1.       

Calo/Sponsor yang memberikaninformasidenganharga mahal dan banyakjanji-janji palsu masih jadi pintu utama CPMI sehingga banyak yang mengalami penipuan

Mendapatkan informasi yang valid tanpa melalui Calo/Sponsor serta langsung dari Dinas Tenaga kerja.

Desa menjadi pusat informasi (Job Order, P3MI, Alur proses PMI, Dsb)

Adanya perangkat / Satuan Tugas yang khusus menangani & mendampingi keseluruhan proses CPMI. (SATGAS) di Skala Desa

2.       

Masih banyak PL/Sponsor menguruskan Dokumen Kependudukan CPMI kedesa tanpa melibatkan CPMI.

CPMI diharuskan pergi ke Kantor Desa sehingga mengetahui bahwa Pemerintah Desa telah memfasilitasi pemenuhan persyaratan administrasi kependudukan Calon Pekerja Migran Indonesia

 

Pemerintah Desa mempermudah dan memberi informasi valid dalam proses:

1)        Melengkapai Data Kependudukan (KTP, KK, Akta Kelahiran).

2)        Memberikan Surat Ijin Keluar Negeri (Orang Tua, Suami, Istri)

Pemerintah Desa harus memiliki SDM yang membidangi proses pembuatan dokumen tersebut beserta peralatan yang sesuai dengan kebutuhan

3.       

Pilihan utama PMI mencari kerja ke LN dengan alasan memperbaiki perekonomian keluarga

Adanya pemberdayaan bagi PMI Purna maupun keluarganya sehingga hasil yang sudah di dapat bias dikembangkan

Melakukan Pelatihan yang mudah dijangkau & mudah dipasarkan di Desa (Seperti pelatihan industri skala rumahan keripik, kerajinan tangan) dengan memanfaatkan BUMDES sebagai mitra pemasaran

Adanya perangkat / Satuan Tugas yang khusus menangani & mendampingi keseluruhan proses CPMI. (SATGAS)

4.       

Resiko terjadinya perceraian tinggi bagi warga di Desa Buanasakti yang bekerja sebagai PMI akibat salah paham terjadi ketika melupakan target awal sebelum bekerja misalnya: dengan membuat hubungan baru degan orang lain atau menghabiskan hasil kerja dengan berhura hura

Menjaga komunikasi dengan baik dan diadakan pelatihan-pelatihan untuk mengubah pola pikir peminat bagi PMI  untuk kembali bekerja keluar negeri dengan diberi pembekalan tentang manajemen finansial untuk mengelola keuangan                    

Desa/dinas mempunyai mekanisme rujukan ketika ada warganya yang bermasalah, tidak hanya melimpahkan ke P3MI  dengan mengandeng stake holder tingkat kabupaten maupun kecamatan

 

Desa mempunyai informasi lembaga-lembaga yang memberikan layanan konseling  dan penanganan kasus di negara tujuan baik lembaga Pemerintah maupun swasta di negara tujuan.

 

5.       

Kontrak-kontrak kerja yang masih dalam bahasa asing dan tanpa diketahui isinya oleh CPMI

Disesuaikan dengan tingkatan kemampuan CPMI yang sedang mengikuti pelatihan di BLK-LN terkait dan memberikan salinan kontrak kerja kepada keluarga PMI

P3MI memberikan penjelasan kontrak kerjatersebut dalam 2 versi Bahasa yaitu Bahasa Negara Tujuanmaupun Bahasa dari Negara Asal

·    Dilakukan peningkatan kualitas CPMI dengan membenahi kurikulum penidikan sebelum penempatan :

1.  Keahlian sesuai pekerjaanya

2.  Bahasa sesuai negara tujuan

3.  Hukum yang berlaku

4.  Tata cara claim hak ( hak atas asuransi, hak berserikat, hak gaji dan pekejraan sesuai kontrak, hak libur /cuti tahunan)

5.  Pemahaman kebudayaan negara tujuan

 

P3MI terkait termasuk pengajar maupun petugas yang bersangkutan dengan masalah tersebut

6.       

Pengurusan imigrasi yang belum terfasilitasi di Lampung Timur

Sebaiknya segera dibuatkan fasilitas yang belum ada serta pembentukan LTSA

 

Untuk membantu masalah Waktu dan biaya lebih efisien karena kemudahan tersebut

 

Disnakertrans/ LTSA/ Pemdes/ Satgas/  bermitra kerja kepada SBMI

7.       

Kualitas pekerja masih kurang sehingga menghambat proses penempatan

·      Dilakukan peningkatan kualitas pekerja

·      Peningkatan kualitas SDM itu sendiri

·      Seharusnya tetap diwajibkan mengikuti bagi yang belum punya pengalaman

·      Sertifikasi yang real bukan sekedar foemalitas

 

Adanya komunikasi yang baik antara negara asal dan negara tujuan serta program yang bukan hanya sebagai pilot project untuk 2 negara

P3MI terkait termasuk pengajar maupun petugas yang bersangkutan dengan masalah tersebut

8.       

Adanya pelecehan seksual, hutang piutang di negara tujuan yang di alami PMI

Disediakan hotline khusus terkait tempat pengaduan tersebut serta update setiap perkembangan

·      Pihak desa Memberikan pembekalan penyiapan mental sebelum berangkat tentang resiko bermigrasi

·      Kemungkinan dokumen dipinjam teman untuk hutang piutang contoh di Hongkong

·      Resiko pergaulan bebas 

·      Adanya hasutan paham-paham radikal

·      Budaya negara tujuan (Kedisiplinan waktu)

·      Resiko berpisah dengan keluarga.

 

Disnakertrans/ LTSA/ Pemdes/ Satgas/  minta bantuan kepada SBMI

9.       

Zero cost masih belum bisa dilaksanakan dan diterapkan hanya untuk pekerja informal jika itu dibebankan kepada PMI maka ditakutkan tidak krasan disana

Memberikan pembekalan penguatan mental sebelum berangkat tentang resiko terburuk di LN

 

Pihak P3MI mampu menanyakan kematapan niat target ataupun tujuan dalammemutuskan pergi bekerja ke LN

P3MI/Disnakertrans/ LTSA/ Pemdes/ Satgas/  minta bantuan kepada SBMI

10.   

Materi-materi PAP tidak bisa diserap secara baik oleh PMI karena hanya dilakukan 1 hari

Diberikan waktu yang sekiranya cukup untuk pemahaman materi PAP yang diberikankepada PMI misalnya 3 hari jika belum memahami bias dipersilahkan bertanya

Pihak P3MI yang terkait berusaha membuatcara yang simple dan mudah di pahamisecaracepat oleh PMI

P3MI terkait termasuk pengajarmaupun  petugas yang bersangkutan dengan masalah tersebut

11.   

Terkait kepulangan dalam hal buruh migran mengalami masalah PT yang menjadi tumpuan pemecah masalahnya

Disediakan hotline khusus terkait tempatpengaduan tersebut

Petugas yang bersangkutan menjalankan alur rujukan terkait perlindungan PMI jika ada pengaduan terkait PMI yang bermasalah

Disnakertrans/ LTSA/ Pemdes/ Satgas/  minta bantuan kepada SBMI

12.   

Ditemukan kasus yang sering di alamiPMI :

·         Komunikasi dengan keluarga yang terbatas

·         Makanan yang tidak layak 

·         Pelecehan seksual

·         Penipuan (gaji berupa cek yang tidak bisa dicairkan)

Penganiayaan (Informasi dilingkungan kerja diluar negeri)

Menjalin komunikasi dengan baik misalnya adanya grup di Media sosial guna memudahkan dan diadakan pelatihan-pelatihan untuk mengubah pola pikir peminat bagi PMI  untukkembalibekerja keluar negeri                     

Adanya mekanisme rujukan ketika ada warganya yang bermasalah, tidak hanya melimpahkan ke P3MI 

 

Desa mempunyai informasi lembaga-lembaga yang memberikan layanan konseling  dan penanganan kasus di negara tujuan baik lembaga Pemerintah maupun swasta di negara tujuan.

 

13.   

Pengaduan tidak hanya di tingkat P3mi tapi juga harus ada di tingkat desa

 

Memberikan pengaduan langsung kepada pihak Desa agar diberikan arahan lebih lanjut ,misalnya:

Ø  Kasus kekerasan ditangani pihak kepolisian

Sehingga desa dapat berkordinasi dan merujuk ke tingkat daerah sesuai masalah yang dialami

Dilakukani dentifikasi terlebih dahulu terkait keseteraan gender yang sesuai dengan aturan dalam penyelesaian masalah tersebut misalnya jika yang melaporkan masalah adalah PMI (P) maka ditangani  petugas (P) begitupun sebaliknya

Adanya perangkat / Satuan Tugas yang khusus menangani & mendampingi keseluruhan proses CPMI. (SATGAS)

 

Jumat, 06 Maret 2020

Menterjemahkan kriminalitas konflik sosial









            Semakin maraknya perkembangan tehnologi yang ada,mengakibatkan gejala-gejala sosial yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.Kebebasan seseorang dalam berpendapat dan berperilaku terhadap orang lain semakin melewati batas.Oleh karena itu juga kejahatan yang adapun semakin meningkat di lingkungan sosial.
Peran tehnologi yang menjamur saat ini memang memiliki andil  pada setiap kejahatan yang ada saat ini. Seperti media sosial dijadikan sebagai awal untuk melakukan kejahatan sering kita dengar.Faktor penyalah gunaan komuniokasi yang ada dalam fitur media sosial sering memicu media tersebut dijadikan sarana dalam memulaqi sebuah kejahatan.
Menurut B Simanjuntak kejahatan yaitu suatu tindakan anti sosial yang merugikan,tidak pantas,tidak pantas dibiarkan,yang dapat menimbulkan kegoncangan dalam masyarakat.Sesuatu ketika telah menjadi hal yang meresahkan masyarakat dan mengganggu ketenangan dalam sosial adalah sebuah kejahatan.Hal tersebut tidak  dapat kita biarkan yang akan menjadi momok tersendiri di dalam masyarakat baik secara fisik ataupun psikologis individu. nya.

Ketika kejahatan ini telah menyerang masyarakat luas,efek yang ditimbulkan akan menjadi suatu dampak yang berbahaya untuk generasi selanjut.Trauma yang dirasakan si korban terhadap perlakuan tersangka akan berlarut larut dalam kewas-wasan diri.Untuk itu Mendinikan pencegahan kejahatan patut di lakukan agar kejatahan tersebut tidak sampai terjadi di lingkungan sosial.
Mengendurnya ikatan sosial serta kurangnya pengawasan dalam keluarga adalah penyebab kejahatan yang sangat marak untuk saat ini.Akibat terlalu menggunakan media sosial yang ada pada gaget masing-masing,sehingga seakan manusia modern saat ini antipati terhadap kedekatan sosial disekitarnya.Hal tersebut berdampak semakin tidak adanya ikatan sosial yang dibangun antar individu dalam lingkungan nyata.
Poin kedua ialah kurangnya pengawasan orang tua yang dilakukan terhadap anak mereka.Kemungkinan yang terjadi ialah orang tua kurang memahami karakteristik anak yang telah bergelut dengan peralatan modern saat ini.Perlu adanya wawasan yang lebih pada setiap orang tua untuk mengimbangi anaknya dalam menggunakan tehnologi yang ada saat ini.
Aktivitas  pada dunia maya yang dilakukan anak harus menjadi perhatian serius para orang tua agar tidak menyimpang dari norma yang ada.Penjelasan dan pendekatan keluarga akan menjadi benteng kokoh terhadap kejahatan yang ada baik dilingkungan nyata maupun dunia maya.Hal itu adalah sebuah pembekalan yang cukup baik untuk mewaspadai kejahatan  di sekitar dan meminimalisir dampak buruk dari kemajuan tehnologi.
Menurut G.Peter Hoefnagels upaya penanggulangan kejahatan dapt ditempuh dengan:
a.Penerapan hukum pidana yang adil
b.Pencegahan tanpa pidana
c.Mempengaruhi persepsi masyarakat  mengenai kejahatandan pemidanaan  lewatmedia massa

Penanggulangan kejahatan tersebut dapat dikategorikan antara penanggulangan setelah terjadinya suatu tindak kejahatan dan Sebelum terjadi suatu tindak kejahatan.Kondisi sosial yang rawan menyebabkan kejahatan sebisa mungkin harus dikurangi dan dihindari untuk langkah awal melakukan penanggulangan.Faktor sosial yang kurang kondusif akan menjadi sebab yang kuat dan mendorong si pelaku akan melakukan kejahatan tersebut.

Sebagai langkah awal dalam menindak kejahatan ialah mengurangi hal --hal yang memungkinkan kejahatan itu akan terjadi.Menciptakan iklim sosial yang simpatik terhadap sesama individu akan menjalin ikatan sosial yang kuat dalam penangguangannya.Serta menggunakan media sosial sesuai kegunaan tanpa mengakibatkan kerugian baik moral atau material seseorang harus dilakukan demi ketentraman sesama.

Melestarikan kebudayaan bangsa yang menjunjung tinggi keramah tamahan dan gotong royong serta menigkatkan kualitas hidup yang baik memang perlu dilakukan.Sebab,saat ini kebuidayaan timur kita seperti tergerus dengan kemajuan zaman yang membawa kebudayaan buruk di lingkungan sosial.Serta peran seluruh elemeen masyarakat dalam pengarahan isu yang tidak menjurus pada sebuah kejahatan menjadi peran penting untuk mencoptakan kedamaian dan ketentraman publik.
Penulis:Tymu irawan
x

Kegiatan kita

115 Kegiatan Besar
Rata rata Event yang kami Jalankan
9000 Berita
Bacaan setiap tahun
4000 Pelanggan
Rata rata pertahun pelanggan mengantri

Our Team

TIMU IRAWAN
CEO
Toni
Creative Designer
Adrian
Sales Manager
ERIKA A
Developer

Contact

Hubungi Kami

Beri tahu kami ketika anda membutuhkan sesuatu ataupun ingin mengajak kerja sama Tim kami. Suport dan Donasi anda membuat kerja kerja kemanusiaan yang kita himpun akan semakin kuat dan bermanfaat.

Alamat (Address):

Bandar Lampung, Jl. Nusantara , Indonesia

Jam Kerja (Work Time):

Senin (Monday) - Jumat (Friday) 9am - 5pm

No HP/Phone:

085664333675