Berbagi, Berdiskusi dan Mengabdi untuk kecerdasan Negeri
Sabtu, 11 November 2017
Menelusuri
keindahan pulau Sumatera, tentu saja kita wajib untuk menyebut Lampung
sebagai salah satu kekuatan di ujung selatan pulau ini. Propinsi yang
baru saja mengganti selokanya dari ‘Sang Bumi Ruwa Jurai’ menjadi ‘Sai
Bumi Ruwa Jurai’ pada tahun 2009 yang lalu ini dapat dikatakan sebagai
salah satu harta berharga bagi Indonesia.Lampung memiliki tidak kurang
dari empat komoditas ekspor skala internasional, sebut saja ; Ubi Kayu,
Udang, Kopi Robusta dan Nanas Kaleng. Untuk komoditas Ubi Kayu dan
Udang, dua-duanya menempati posisi pertama sebagai komoditas ekspor
terbesar ke negara tujuannya. Sedangkan sisanya sama-sama menempati
posisi tiga besar. Prestasi ini belum termasuk peranan Lampung sebagai
pemasok utama untuk kebutuhan skala nasional. Di samping hasil buminya,
propinsi Lampung pun memiliki peranan yang cukup penting dalam bidang
pariwisata. Keindahan pantai-pantai di Lampung sama sekali tidak kalah
dengan keindahan maritim di timur Indonesia. Ini pun belum terhitung
dengan kecantikan terumbu karang serta cagar alam legendaris, “anak
Krakatau”. Selain itu, propinsi ini pun memiliki peranan penting dalam
bidang konservasi alam. Tercatat tidak kurang dari tiga buah pusat
konservasi yang terletak di Bumi Ruwa Jurai ini, yaitu, Taman Ekowisata
Gunung Betung, Taman Ekowisata Bukit Barisan Selatan dan Taman Nasional
Way Kambas. Di antara ketiganya, Taman Nasional Way Kambas adalah yang
tertua dan yang paling populer.
Taman
Nasional Way Kambas ini berada di kecamatan Labuhan Ratu, kabupaten
Lampung Timur. Adalah pemerintah Belanda yang membangun daerah ini
sebagai pusat konservasi lingkungan hidup pada tahun 1937 silam. Wilayah
ini kemudian berkembang menjadi sekolah gajah pertama di Indonesia dengan nama PLG — Pusat Latihan Gajahyang
diresmikan oleh pemerintah R.I pada tahun 1985. Seiring waktu, TNWK
selanjutnya lebih memusatkan kegiatannya pada bentuk konservasi,
khususnya untuk gajah Sumatra– Elephas maximus sumatranus yang merupakan salah satu sub-spesies gajah asia. Hal ini diikuti dengan berubahnya PLG menjadi PKG — Pusat Konservasi Gajah.
Berbagai macam bentuk fasilitas dan infrastruktur pun dibangun untuk
mendukung kegiatan konservasi tersebut, bahkan untuk sekarang ini, TNWK
tercatat sebagai pemilik rumah sakit gajahterbesar
se-Asia. Sebagai sebuah pusat konservasi, tentu saja, TN Way Kambas
harus menjaga dan melestarikan segala macam spesies yang ada di dalamnya
untuk menjaga keberlangsungan habitat dari gajah sumatra
itu sendiri. Sebagai hasilnya, TNWK, sekarang ini berperan pula sebagai
rumah bagi bermacam-macam flora yang luar biasa indahnya, antara lain ;
Api-api — Avicennia marina, Cemara Laut — Casuarina equisetifolia,Gelam — Melaleuca leucandendron, Ketapang — Terminalia cattapa, Meranti — Shorea sp, Minyak — Dipterocarpus gracilis, Nipah — Nypa fruticans, Pandan — Pandanus sp, Pidada –Sonnetaria sp, Puspa — Schima wallichii, Ramin — Gonystylus bancanus, Rawang –Glochidion borneensis, Salam — Syzygium polyanthum.
Selain gajah sumatra, TN Way Kambas ini pun berperan sebagai pusat konservasi untuk hewan-hewan eksotik lainnya, seperti Badak Sumatra — Dhicerorhinus sumatrensis, Harimau Sumatra — Phantera tigris sumatrae, Mentok Rimba — Cairina scutulata, Buaya Sepit — Tomistoma schlegelii, Bangau Tongtong — Leptotilos javanicus, Sempidan Biru –Lophura ignita ignita, Kuau Raja — Argusianus argus, burung Pependang Timur — Anhinga melanogaster dan
lain sebagainya. Meskipun demikian, di TNWK ini hanya gajah dan badak
sumatra saja yang lebih banyak diberikan perhatian. Hal ini juga terkait
dengan ditetapkannya badak sumatra sebagai spesies yang kritis terancam
kepunahan — critically endangered oleh IUCN –International Union for Conservation of Nature
pada tahun 2006 yang lalu. Badak sumatra bersama Badak jawa sebenarnya
termasuk ke dalam dua dari lima spesies badak yang tersisa di dunia. Di
samping itu, karakter dan sifatnya yang memang berbeda jauh dengan gajah
membuat proses konservasi terhadap hewan ini memang membutuhkan
perhatian yang lebih. Badak adalah jenis hewan yang sangat sensitif
terhadap kehadiran manusia. Faktor ini pula yang membuat proses
konservasinya tergolong cukup sulit. Hal ini bertolak belakang dengan gajah yang memang memiliki sejarah kedekatan dengan manusia. Pada satu periode lampau, gajah memiliki peranan yang hampir mirip dengan kuda atau kerbau dalam kebudayaan manusia. Gajah
dapat dilatih untuk berbagai keperluan manusia dalam aktivitas
kesehariannya, seperti untuk keperluan militer sebagai tunggangan atau
kendaraan logistik, untuk keperluan seremonial keagamaan dan budaya
hingga membantu dalam aktifitas seperti mengangkat beban atau membajak
sawah. Dengan hubungan seperti ini, manusia sebenarnya cukup memiliki
pengalaman untuk melakukan proses konservasi terhadap gajah.
Konservasi
terhadap spesies badak ini sebenarnya sudah dimulai sejak 128 tahun
silam. Namun karena tingkat kesulitan yang tinggi, maka proses
konservasinya memang membutuhkan waktu yang sangat panjang. TN Way
Kambas sendiri menyediakan tidak kurang dari 100 hektar luas wilayah
yang dikelilingi pagar kawat setinggi 1.5 meter untuk kegiatan yang
diberi nama SRS — Suaka Rhino Sumatra.
Hingga hari ini tercatat ada tujuh anggota badak yang tinggal di TN Way
Kambas. Sejauh ini SRS mencatat prestasi yang cukup baik dengan
lahirnya seekor bayi badak di tahun 2016 ini. Dengan catatan baik
tersebut SRS Way Kambas nantinya akan menjadi role model atau referensi bagi JRSA — Javan Rhino Study Conservation Area yang bertugas dalam proses konservasi Badak jawa — Rhinoceros sondaicus di Taman Nasional Ujung Kulon, Pandeglang, Propinsi Banten.
Sebagai
sebuah pusat konservasi dengan beragam jenis spesies di dalamnya, tentu
saja banyak sekali cerita-cerita unik yang dialami oleh para anggota
tim TN Way Kambas. Di antara berbagai kisah tersebut, ada salah satu
kisah unik yang terjadi sekitar tahun 2013 silam. Dilansir dari salah
satu media lokal, dikabarkan bahwa beberapa orang dari polisi hutan TN
Way Kambas yang sedang berpatroli bertemu dengan segerombol sosok aneh
di sekitar hutan rawa di sana. Berdasarkan penggambaran mereka,
sosok-sosok tersebut menyerupai manusia dengan tinggi badan kurang lebih
lima puluh sentimeter saja. Berambut gimbal, bahkan ada yang panjangnya
hingga sepinggul. Mereka berjalan menyusuri rawa-rawa dengan membawa
semacam tombak kayu dan tanpa menggunakan sehelai pun penutup tubuh.
Setidaknya ada lima belas sosok yang sempat terlihat oleh petugas
tersebut. Dan menurut penuturan mereka, ada salah satu dari sosok
tersebut yang sedang menggendong bayi. Ketika para petugas itu mencoba
mendekat, sontak sekelompok sosok tersebut langsung bergeak dengan
cepat, menghilang ke balik pepohonan. Sosok-sosok ini sebenarnya cukup
familiar bagi masyarakat Sumatra, setidaknya banyak kisah, baik itu
mitos atau legenda yang mengisahkan tentang sosok yang umumnya disebut
sebagai ‘Orang Pendek’ atau ‘Orang Kerdil’ ini. Keberadaan spesies ini
memang nyata adanya, mereka bukanlah sosok mistis atau gaib. Berdasarkan
dari banyak sumber, baik itu penelitian, pengalaman pribadi atau
kisah-kisah lokal, disebutkan bahwa ‘Manusia Kerdil’ ini memiliki
habitat yang tersebar di beberapa titik di Nusantara, diantaranya,
Wiliayah Kerinci Seblat, Sumatra Barat, Liang Bua di Flores, Nusa
Tenggara Timur dan di daerah Bone, Sulawesi Selatan. Penyebutan sosok
ini pun berbeda-beda di setiap wilayah, misalnya ‘Orang Pendek’ di
daerah Kerinci, ‘Ebu Gogo’ di Flores dan ‘Suku Oni’ di daerah Bone.
Penggambarannya tentang sosok ini di setiap daerah pun hampir mirip.
Sosok ini dideskripsikan kerdil dengan tinggi antara 50–100 cm,
gerakannya lincah, larinya cepat dan lompatannya jauh serta yang menjadi
ciri khasnya adalah telapak kaki yang terbalik menghadap ke belakang.
Bahkan dikisahkan pula bahwa mereka memiliki kemampuancraftmanship
yang tinggi dalam membuat perlengkapan sehari-hari seperti peralatan
makan dan furnitur. Ada beberapa kisah, seperti di Sumatra dan Bone,
bahwa pada zaman dahulu, para manusia kerdil ini akan meminjamkan
peralatan yang mereka buat, seperti piring, mangkuk dan sebagainya,
ketika ada warga desa yang sedang menyelenggarakan pernikahan.
Dalam
perjalanannya, dapat dikatakan TN Way Kambas ini tidak bebas hambatan.
Sebagai sebuah ruang yang memiliki potensi ekonomi yang tinggi, tidak
berlebihan jika kemudian banyak terjadi konflik kepentingan di dalamnya.
Untuk skala daerah, Way Kambas yang telah dinobatkan menjadi ikon
kabupaten Lampung Timur ini memiliki potensi wisata yang amat tinggi.
Artinya, daerah ini akan menjadi daya tarik untuk investor-investor baik
dari dalam negeri maupun mancanegara untuk menanamkan modalnya. Sudah
barang tentu, hasilnya akan berpengaruh baik secara langsung maupun
tidak langsung pada PAD — Pendapatan Asli Daerah.
Secara positif, hal ini bukan hanya meningkatkan pendapatan daerah,
tetapi juga pada taraf hidup masyarakat lokal. Sedangkan di sisi
lainnya. TN Way Kambas pun masih bermasalah dengan masyarakat sekitar.
Pelanggaran-pelanggaran seperti penebangan liar, pemancingan liar,
pencurian getah meranti, perburuan liar, bahkan hingga pemukiman liar
memang menjadi masalah bagi yang tak henti-hentinya usai. Hal ini pun
sebenarnya bukanlah hal yang sederhana. Pengelola Way Kambas berpegang
pada aturan pemerintah yang sudah ditetapkan, di sisi lain, masyarakat
pun merasa berhak atas tanah Way Kambas dan isinya dengan berpegang pada
aturan adat yang memang sudah berjalan amat sangat lama. Jika dilihat
lebih jauh, berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat ini pada
dasarnya dilatarbelakangi oleh motif ekonomi juga. Artinya, taraf hidup
mereka sangat rendah, dan apa yang dilakukannya semata-mata untuk
bertahan hidup. Hal ini pun tidak bisa dilepaskan dari peran pemerintah
yang belum bisa menaikkan taraf hidup masyarakatnya. Di sisi yang lain
lagi, tentu saja pengelola TN Way Kambas harus berpegang teguh pada
tujuan asasinya, yaitu sebagai pusat konservasi alam dan lingkungan.
\
Tidak
mudah memang untuk menyelesaikan berbagai konflik kepentingan yang
saling beririsan tersebut. Karena masing-masing pihak memang sangat
berkepentingan terhadap Way Kambas. Di satu sisi, masing-masing pihak
yang berkonflik ini sebenarnya pun sama-sama membutuhkan satu sama lain
untuk mewujudkan kepentingannya. Tentu saja, untuk mencapai satu kata
sepakat, dibutuhkan semua pihak untuk duduk dan berbincang serta
menyelesaikan berbagai masalah tersebut bersama-sama. Karena Way Kambas
ini bukan hanya milik warga lokal saja, tetapi juga milik semua warga
negeri ini dan merupakan aset bangsa yang tak ternilai harganya. Untuk
itulah mengapa ruang konservasi ini diberi nama “Taman Nasional” Way
Kambas.
Lampung Timur - Pembukaan Festival Way Kambas (FWK) 2017 di Pusat Konservasi Gajah Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, Sabtu (11/11), dimeriahkan parade 17 ekor gajah jinak.
Parade 17 ekor gajah jinak Way Kambas sejauh sekitar 300 meter dari lokasi singgah adalah untuk membawa Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dan Gubernur Lampung M Ridho Ficardo menuju panggung tempat dilangsungkan pembukaan FWK 2017.
Turut serta menunggang gajah, Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim dan Wakil Bupati setempat Zaiful Bokhari dan Sekda Lampung Timur Syahrudin Putera. Parade gajah ini diiringi pawai budaya dan iringan Pasukan Pencak Silat Kuttau Lampung.
Tari Kuttau Lampung, Tari Melinting dan tari kreasi dipersembahkan pula untuk menambah semarak pembukaan festival andalan digelar Pemkab Lampung Timur ini.
Gubernur Lampung Ridho Ficardo saat membuka secara resmi FWK 2017 mengatakan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) adalah kawasan konservasi dan telah ditetapkan sebagai kawasan warisan negara-negara ASEAN atau Asean Heritage Park dan TNWK juga menjadi paru-parunya dunia, sehingga dia meminta semua pihak menjaga kawasan konservasi tersebut.
Lebih lanjut Ridho mengatakan turut berbangga digelar FWK ke-17 yang digelar Pemkab Lampung Timur yang nuansanya dirasakan lebih semarak dan gaungnya mulai terdengar dimana-mana, sehingga Pemprov Lampung akan menjadikan FWK ini sebagai wisata unggulan.
"Selain Festival Wisata Way Kambas yang akan diangkat, kita juga punya Festival Krakatau, kita punya Gunung Anak Krakatau, dua potensi ini akan kita kembangkan, dan Festival Way Kambas akan kita angkat ke tingkat nasional," ujar Gubernur Ridho.
Ridho pun meminta Pemkab Lampung Timur tetap menjaga kawasan konservasi TNWK dan terus berbenah sambil mempersiapkan diri untuk menyambut kunjungan wisatawan yang terus berdatangan ke Lampung.
Bupati Chusnunia Chalim menyatakan Pemkab Lampung Timur tengah gencar membangun sektor pariwisata karena sektor pariwisata diyakini mampu menggerakkan ekonomi warga di daerahnya.
"Karena sektor pariwisata punya daya ungkit yang yang tinggi dibandingkan bidang lainnya," kata Chusnunia.
Chusnunia mengatakan FWK ke-17 kembali terselenggara berkat kekompakan semua instansi pemerintah dan elemen masyarakat di daerahnya yang bersama-sama ingin membangun pariwisata di Lampung Timur.
Dia mengungkapkan FWK 2017 tidak kalah semarak dengan Festival Way Kambas tahun 2016 lalu.
"Insya Allah jika festival tahun lalu ramai, Festival Way Kambas tahun ini juga akan lebih ramai lagi," katanya lagi.
FWK 2017 mulai digelar Sabtu ini, dengan rangkain acara hari pertama adalah parade budaya, parade gajah, jejak petualang Way Kambas, Way Kambas agro ekspo, forest photography, jalan-jalan 4X4, kemah wisata, fashion show, dan wisata kuliner.
"Selamatkan Hutan Mangrove Demi Menyelamatkan Tempat Berpijak." Kalimat tersebut menjadi tema dalam Festival Tanam Mangrove yang digelar di Desa Purworejo, Kecamatan Pasir Sakti, Lampung Timur pada tanggal 10 Oktober 2017.
Festival yang bertujuan untuk mempromosikan objek dan daya tarik wisata di Kabupaten Lampung Timur tersebut dimaksudkan untuk mendukung program pemerintah tentang upaya penyelamatan bumi dari pemanasan dunia, pencegahan terjadinya erosi/abrasi pantai dan juga sebagai tempat perlindungan bagi biota laut. Tepat pada hari pelaksanaan festival, saya dan beberapa rekan blogger dari Batam, Jogja, dan Cikarang sedang berada di Lampung Timur untuk mengunjungi sejumlah tempat wisata, salah satunya hutan bakau seluas 6 hektar di Labuhan Maringgai.
Festival yang bertujuan untuk mempromosikan objek dan daya tarik wisata di Kabupaten Lampung Timur tersebut dimaksudkan untuk mendukung program pemerintah tentang upaya penyelamatan bumi dari pemanasan dunia, pencegahan terjadinya erosi/abrasi pantai dan juga sebagai tempat perlindungan bagi biota laut. Tepat pada hari pelaksanaan festival, saya dan beberapa rekan blogger dari Batam, Jogja, dan Cikarang sedang berada di Lampung Timur untuk mengunjungi sejumlah tempat wisata, salah satunya hutan bakau seluas 6 hektar di Labuhan Maringgai.
![]() |
| Gerbang masuk Taman Mangrove Sriminosari, ada payung-payungnya 😄 |
Terletak di Desa Sriminosari, Labuhan Maringgai, Lampung Timur, terhampar wilayah hutan bakau yang kini sudah menjadikawasan ekowisata bernama Taman Mangrove Sriminosari. Berjarak kurang lebih 55 kilometer dari ibukota kabupaten, dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam dari Kecamatan Labuhan Ratu. Durasi perjalanan cukup panjang karena akses tidak sepenuhnya mulus, kecepatan laju mobil pun dikurangi. 300 meter dari lokasi taman, perjalanan harus disambung dengan motor, melewati persawahan yang sedang kerontang.
Jumat, 10 November 2017
Sepeda motor adalah transportasi paling populer di
kalangan masyarakat Indonesia. Beberapa bahkan menggunakannya untuk hobi
sepert touring jarak jauh. Entah untuk sekedar bersenang senang, atau
untuk berwisata bareng teman – teman. Nah, untuk lebih aman lagi, teman –
teman harus tahu bagaimana
Sepeda motor kini menjadi sebuah pilihan yang paling banyak diminati masyarakat. Diantara mereka mempunyai alasan menarik seperti :
1. Irit Bahan Bakar
Anda pasti tahu, memenuhi tangki bahan bakar mobil lama-lama bikin ”bangkrut”. Beda dengan sepeda motor. Jumlah bahan bakar yang Anda beli selama hidup akan sangat luar biasa. Anda pasti tahu, jika bisa diirit, uang itu bisa untuk membeli apa saja.
2. Jauh Lebih Murah
Beda harga mobil dan sepeda motor sangat jauh. Bahkan uang untuk membeli sepeda motor paling mahal pun kadang hanya bisa dipakai untuk beli mobil standar.
3. Lebih Mudah Diperbaiki
Sudah pasti, harga suku cadang mobil dan sepeda motor jauh berbeda. Contoh simpelnya peranti rem, akan sangat ringan membetulkan rem sepeda motor ketimbang mobil dari sisi biaya. Ongkos bengkel untuk mobil pun berlipat ganda. Dengan sepeda motor, Anda bahkan bisa mencoba memperbaiki sendiri.
4. Meluncur Sepanjang Jalan
Jika Anda tinggal di tempat tertentu, tampak banyak pemotor touring, kelihatannya sangat nikmat. Dan, itu benar karena tidak ada feeling lebih baik ketimbang naik sepeda motor di jalanan dengan menikmati pemandangan sekitar, seperti sebuah terapi yang memberi perasaan rileks.
5. Sampai Lebih Cepat
Banyak orang bepergian dengan mobil hanya untuk berjibaku dengan macet. Jumlah waktu yang terbuang sungguh sayang dan menyedihkan. Naik sepeda motor berarti Anda bermain lebih cerdas dan tepat. Tidak ada lagi waktu tersita untuk menunggu lalu lintas lancar, dan Anda bisa menggunakan waktu itu untuk bekerja efektif, bukan terjebak kemacetan. Sampai ke tempat tujuan pun jauh lebih cepat.
6. Lebih Stylish
Jika Anda memperhatikan penampilan, naik sepeda motor membuat Anda selalu stylish. Faktor ini kadang sangat efektif untuk menarik perhatian lawan jenis.
Tak cuma itu. Bersepeda motor juga bisa menjadi sarana rekreasi. Pasalnya, bagi sebagian orang, menyusuri jalanan dan melakukan berbagai manuver memberi sensasi tersendiri. Namun, bersepeda motor juga akan menimbulkan rasa bosan dan kesal manakala cara berkendara tidak benar.
Bahkan, kegiatan menunggangi sepeda motor akan menimbulkan masalah kesehatan bila persiapan yang dilakukan tidak benar. Terutama persiapan fisik dan psikis, serta cara berkendara yang tepat dan efisien.
Memang, setiap kali berkendara semua orang akan merasa kelelahan. Tetapi, bila persiapan dan cara berkendara tidak benar maka rasa kelelahan semakin menjadi-jadi.
Lantas seperti apa persiapan itu ? Bagaimana cara berkendara yang benar ? Berikut penjelasannya :
1. Lakukan pemanasan
Sebelum berangkat melakukan perjalanan yang membutuhkan waktu 1 – 2 jam, lakukan pemanasan layaknya sebelum berolah raga selama 3 – 5 menit. Hal ini dimaksudkan agar otot-otot seluruh badan tidak kaku, sehingga seolah tertarik kala duduk di atas sadel sepeda motor. Otot yang tidak kaku dan aliran darah yang lancar akan menjadikan badan lebih lentur. Sehingga, saat melakukan manuver di atas motor, otot-otot pun fleksibel.
Cara pemanasan pun tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Lakukan pemanasan mulai dari kepala atau leher, kemudian pundak, lengan atas, lengan bawah, pinggang, lutut, hingga pergelangan kaki. Setelah itu, lakukan relaksasi dengan menarik dan membuang napas secara perlahan tiga kali.
2. Atur Posisi Duduk Yang Tepat
Cara duduk di atas jok atau sadel sepeda motor juga turut memberikan andil bagi timbulnya kelelahan. Upayakan posisi pinggang tegak namun tetap santai. Begitu pun dengan posisi tangan, pastikan tidak membentuk sudut 30 derajat dari setang. Oleh karena itu, upayakan setang motor tidak terlalu tinggi.
Posisi yang santai dan tidak membungkuk tersebut dimaksudkan agar pengendara bisa nyaman di saat melakukan manuver. Selain itu dengan posisi yang membungkuk dapat menekan otot perut. Bahkan, posisi seperti itu disebut-sebut sangat berpotensi menyebabkan wasir.
3. Gunakan Helm, Jaket, Pelindung Lutut dan Siku Sesuai Standar
Hal lain yang juga penting untuk diperhatikan adalah menggunakan peranti perlindungan yang sesuai standar. Helm menjadi perlengkapan yang wajib dipakai. Sebab, peranti itu sangat penting untuk melindungi bagian kepala bila terjadi kecelakaan, baik terjatuh maupun tabrakan. Fakta yang ada menunjukkan, 70 persen kematian saat kecelakaan diakibatkan oleh luka di kepala.
Adapun jaket, pelindung lutut dan siku, juga diperlukan agar bagian-bagian tubuh kita yang vital itu terlindungi. Satu hal lagi, saat berkendara itu sebaiknya memakai sepatu.
masa biker naik motor pake sendal jepit
4. Jangan Memakai Celana Ketat
Celana yang terlampau ketat akan menekan otot perut. Walhasil, pengendara tidak akan leluasa saat melakukan berbagai manuver. Terlebih bila perjalanan tersebut menempuh jarak puluhan atau bahkan ratusan kilometer.
Upayakan menggunakan celana yang sedikit longgar atau celana dari bahan kulit. Selain berhawa dingin, celana dari bahan kulit juga memberikan keleluasan saat Anda melakukan manuver.
5. Perbanyak Minum Air Putih dan Istirahat
Selama perjalanan, banyak sekali cairan tubuh yang terkuras dalam bentuk keringat. Terkurasnya cairan tubuh tidak hanya berpotensi menyebabkan konsentrasi berkurang, begitu pun dengan tenaga.
Akibatnya, kemampuan refleks Anda akan berkurang. Oleh karena itu bila Anda beristirahat upayakan untuk minum air putih sebanyak-banyaknya. Selain menjaga kesehatan ginjal, dengan banyak minum air putih akan mengurangi tingkat kelelahan.
6. Segera Mandi Setelah Sampai Tujuan
Selama ini terdapat anggapan, setelah melakukan perjalanan jarak jauh dilarang untuk segera mandi. Padahal, anggapan seperti itu salah. Pasalnya, sepanjang perjalanan tubuh banyak berkeringat. Aliran cairan tubuh tersebut bisa bercampur dengan berbagai kotoran yang melekat di tubuh.
Walhasil, pori-pori yang seharusnya menjadi saluran untuk mengeluarkan cairan dari tubuh tersumbat. Bila hal itu terjadi, maka rasa lelah pun akan semakin menjadi-jadi.
Selain itu, dengan mandi, aliran darah di tubuh juga akan lancar kembali. Bila tempat dan waktu tidak memungkinkan Anda membersihkan diri dengan mandi, upayakan mengelap badan, tangan, serta muka, dengan lap basah.
Semoga bermanfaat.
Sepeda motor kini menjadi sebuah pilihan yang paling banyak diminati masyarakat. Diantara mereka mempunyai alasan menarik seperti :
1. Irit Bahan Bakar
Anda pasti tahu, memenuhi tangki bahan bakar mobil lama-lama bikin ”bangkrut”. Beda dengan sepeda motor. Jumlah bahan bakar yang Anda beli selama hidup akan sangat luar biasa. Anda pasti tahu, jika bisa diirit, uang itu bisa untuk membeli apa saja.
2. Jauh Lebih Murah
Beda harga mobil dan sepeda motor sangat jauh. Bahkan uang untuk membeli sepeda motor paling mahal pun kadang hanya bisa dipakai untuk beli mobil standar.
3. Lebih Mudah Diperbaiki
Sudah pasti, harga suku cadang mobil dan sepeda motor jauh berbeda. Contoh simpelnya peranti rem, akan sangat ringan membetulkan rem sepeda motor ketimbang mobil dari sisi biaya. Ongkos bengkel untuk mobil pun berlipat ganda. Dengan sepeda motor, Anda bahkan bisa mencoba memperbaiki sendiri.
4. Meluncur Sepanjang Jalan
Jika Anda tinggal di tempat tertentu, tampak banyak pemotor touring, kelihatannya sangat nikmat. Dan, itu benar karena tidak ada feeling lebih baik ketimbang naik sepeda motor di jalanan dengan menikmati pemandangan sekitar, seperti sebuah terapi yang memberi perasaan rileks.
5. Sampai Lebih Cepat
Banyak orang bepergian dengan mobil hanya untuk berjibaku dengan macet. Jumlah waktu yang terbuang sungguh sayang dan menyedihkan. Naik sepeda motor berarti Anda bermain lebih cerdas dan tepat. Tidak ada lagi waktu tersita untuk menunggu lalu lintas lancar, dan Anda bisa menggunakan waktu itu untuk bekerja efektif, bukan terjebak kemacetan. Sampai ke tempat tujuan pun jauh lebih cepat.
6. Lebih Stylish
Jika Anda memperhatikan penampilan, naik sepeda motor membuat Anda selalu stylish. Faktor ini kadang sangat efektif untuk menarik perhatian lawan jenis.
Tak cuma itu. Bersepeda motor juga bisa menjadi sarana rekreasi. Pasalnya, bagi sebagian orang, menyusuri jalanan dan melakukan berbagai manuver memberi sensasi tersendiri. Namun, bersepeda motor juga akan menimbulkan rasa bosan dan kesal manakala cara berkendara tidak benar.
Bahkan, kegiatan menunggangi sepeda motor akan menimbulkan masalah kesehatan bila persiapan yang dilakukan tidak benar. Terutama persiapan fisik dan psikis, serta cara berkendara yang tepat dan efisien.
Memang, setiap kali berkendara semua orang akan merasa kelelahan. Tetapi, bila persiapan dan cara berkendara tidak benar maka rasa kelelahan semakin menjadi-jadi.
Lantas seperti apa persiapan itu ? Bagaimana cara berkendara yang benar ? Berikut penjelasannya :
1. Lakukan pemanasan
Sebelum berangkat melakukan perjalanan yang membutuhkan waktu 1 – 2 jam, lakukan pemanasan layaknya sebelum berolah raga selama 3 – 5 menit. Hal ini dimaksudkan agar otot-otot seluruh badan tidak kaku, sehingga seolah tertarik kala duduk di atas sadel sepeda motor. Otot yang tidak kaku dan aliran darah yang lancar akan menjadikan badan lebih lentur. Sehingga, saat melakukan manuver di atas motor, otot-otot pun fleksibel.
Cara pemanasan pun tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Lakukan pemanasan mulai dari kepala atau leher, kemudian pundak, lengan atas, lengan bawah, pinggang, lutut, hingga pergelangan kaki. Setelah itu, lakukan relaksasi dengan menarik dan membuang napas secara perlahan tiga kali.
2. Atur Posisi Duduk Yang Tepat
Cara duduk di atas jok atau sadel sepeda motor juga turut memberikan andil bagi timbulnya kelelahan. Upayakan posisi pinggang tegak namun tetap santai. Begitu pun dengan posisi tangan, pastikan tidak membentuk sudut 30 derajat dari setang. Oleh karena itu, upayakan setang motor tidak terlalu tinggi.
Posisi yang santai dan tidak membungkuk tersebut dimaksudkan agar pengendara bisa nyaman di saat melakukan manuver. Selain itu dengan posisi yang membungkuk dapat menekan otot perut. Bahkan, posisi seperti itu disebut-sebut sangat berpotensi menyebabkan wasir.
3. Gunakan Helm, Jaket, Pelindung Lutut dan Siku Sesuai Standar
Hal lain yang juga penting untuk diperhatikan adalah menggunakan peranti perlindungan yang sesuai standar. Helm menjadi perlengkapan yang wajib dipakai. Sebab, peranti itu sangat penting untuk melindungi bagian kepala bila terjadi kecelakaan, baik terjatuh maupun tabrakan. Fakta yang ada menunjukkan, 70 persen kematian saat kecelakaan diakibatkan oleh luka di kepala.
Adapun jaket, pelindung lutut dan siku, juga diperlukan agar bagian-bagian tubuh kita yang vital itu terlindungi. Satu hal lagi, saat berkendara itu sebaiknya memakai sepatu.
masa biker naik motor pake sendal jepit
4. Jangan Memakai Celana Ketat
Celana yang terlampau ketat akan menekan otot perut. Walhasil, pengendara tidak akan leluasa saat melakukan berbagai manuver. Terlebih bila perjalanan tersebut menempuh jarak puluhan atau bahkan ratusan kilometer.
Upayakan menggunakan celana yang sedikit longgar atau celana dari bahan kulit. Selain berhawa dingin, celana dari bahan kulit juga memberikan keleluasan saat Anda melakukan manuver.
5. Perbanyak Minum Air Putih dan Istirahat
Selama perjalanan, banyak sekali cairan tubuh yang terkuras dalam bentuk keringat. Terkurasnya cairan tubuh tidak hanya berpotensi menyebabkan konsentrasi berkurang, begitu pun dengan tenaga.
Akibatnya, kemampuan refleks Anda akan berkurang. Oleh karena itu bila Anda beristirahat upayakan untuk minum air putih sebanyak-banyaknya. Selain menjaga kesehatan ginjal, dengan banyak minum air putih akan mengurangi tingkat kelelahan.
6. Segera Mandi Setelah Sampai Tujuan
Selama ini terdapat anggapan, setelah melakukan perjalanan jarak jauh dilarang untuk segera mandi. Padahal, anggapan seperti itu salah. Pasalnya, sepanjang perjalanan tubuh banyak berkeringat. Aliran cairan tubuh tersebut bisa bercampur dengan berbagai kotoran yang melekat di tubuh.
Walhasil, pori-pori yang seharusnya menjadi saluran untuk mengeluarkan cairan dari tubuh tersumbat. Bila hal itu terjadi, maka rasa lelah pun akan semakin menjadi-jadi.
Selain itu, dengan mandi, aliran darah di tubuh juga akan lancar kembali. Bila tempat dan waktu tidak memungkinkan Anda membersihkan diri dengan mandi, upayakan mengelap badan, tangan, serta muka, dengan lap basah.
Semoga bermanfaat.
Minggu, 09 Juli 2017

Penulis Cyber, Ormas Islam meminta pemerintah membatalkan
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) tentang
sekolah 8 jam dalam 5 hari (full day school) dibatalkan. Full day school
akan mengancam keberlangsungan madrasah diniyah (sekolah agama) di
desa-desa.
"Pada kesempatan ini kami juga menyatakan sikap menolak program full day school yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Kami mengapresiasi langkah pemerintah membatalkan Permendikbud dan menggantinya dengan Perpres, namun kami menunggu bukti nyata bahwa permen itu telah dibatalkan," ujar Ketua Umum PB NU, KH Said Aqil Siroj di Kantor PB NU, Jalan Kramat, Jakarta Pusat, Jumat (7/7/2017). PB NU menggelar jumpa pers bersama ormas-ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI).
Said mencontohkan anak yang duduk di bangku sekolah dasar (SD) nantinya tidak memiliki kesempatan belajar di madrasah seusai pulang sekolah. Padahal di madrasah anak SD dapat mendalami tata cara membaca Alquran serta beribadah yang baik dan benar.
"Kalau sekolah SD selesainya jam 2 (siang) maka anak-anak sudah tidak ada lagi kesempatan untuk belajar di madrasah. Bukankah full day school ada juga program belajar di madrasah 2 jam satu minggu? Itu belum, atau tidak bisa mengganti pelajaran agama di madrasah. Di madrasah diajarin baca Alquran dengan benar, doa mau makan, doa mau sukses, mau tidur, seusai tidur, dan diajari pula akidah-akidah yang sesuai dengan akidah ahli sunnah wal jamaah," jelasnya.
"Orang katanya kalau di kota, anak kecil kalau di SD bapak ibunya tidak ada (ketika pulang sekolah), ditakutkan main-main. Tapi di luar kota, pedesaan, anak-anak sudah terpanggil sendiri, pulang dari SD makan, ganti pakaian, langsung ke madrasah. Itu sudah menjadi bagian dari tradisi yang ada di masyarakat, anak-anak pun bisa senang berangkat ke madrasah," tambahnya.
Menurut Said, madrasah yang ada di desa-desa telah menjadi tradisi dari Islam Nusantara. Ada budaya seperti penutupan masa belajar madrasah yang sangat lekat dengan masyarakat.
"Di akhir pelajaran madrasah pasti ada penutupnya yang biasa disebutnya imtihanan, penutupan pelajaran madrasah, di situ dipamerkan anaknya sudah hafal Alquran berapa surat, anak-anak sudah hafal berapa syair-syair, ada yang bisa pidato, ada yang bisa baca Alquran dengan baik. Orang tuanya, bapak ibunya terharu melihat anaknya tampil dengan baik. Ini kalau nggak ada madrasah nggak ada, nggak ada imtihanan, perayaan akhir nggak ada, akan hilang satu unsur budaya yang sudah melekat di desa. Kalau full day school (lanjut), hilang ini, nggak ada seremonial perayaan pelajaran itu, padahal itu bagian dari Islam Nusantara," pungkasnya.
(nvl/tor)
"Pada kesempatan ini kami juga menyatakan sikap menolak program full day school yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Kami mengapresiasi langkah pemerintah membatalkan Permendikbud dan menggantinya dengan Perpres, namun kami menunggu bukti nyata bahwa permen itu telah dibatalkan," ujar Ketua Umum PB NU, KH Said Aqil Siroj di Kantor PB NU, Jalan Kramat, Jakarta Pusat, Jumat (7/7/2017). PB NU menggelar jumpa pers bersama ormas-ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI).
Said mencontohkan anak yang duduk di bangku sekolah dasar (SD) nantinya tidak memiliki kesempatan belajar di madrasah seusai pulang sekolah. Padahal di madrasah anak SD dapat mendalami tata cara membaca Alquran serta beribadah yang baik dan benar.
"Kalau sekolah SD selesainya jam 2 (siang) maka anak-anak sudah tidak ada lagi kesempatan untuk belajar di madrasah. Bukankah full day school ada juga program belajar di madrasah 2 jam satu minggu? Itu belum, atau tidak bisa mengganti pelajaran agama di madrasah. Di madrasah diajarin baca Alquran dengan benar, doa mau makan, doa mau sukses, mau tidur, seusai tidur, dan diajari pula akidah-akidah yang sesuai dengan akidah ahli sunnah wal jamaah," jelasnya.
"Orang katanya kalau di kota, anak kecil kalau di SD bapak ibunya tidak ada (ketika pulang sekolah), ditakutkan main-main. Tapi di luar kota, pedesaan, anak-anak sudah terpanggil sendiri, pulang dari SD makan, ganti pakaian, langsung ke madrasah. Itu sudah menjadi bagian dari tradisi yang ada di masyarakat, anak-anak pun bisa senang berangkat ke madrasah," tambahnya.
Menurut Said, madrasah yang ada di desa-desa telah menjadi tradisi dari Islam Nusantara. Ada budaya seperti penutupan masa belajar madrasah yang sangat lekat dengan masyarakat.
"Di akhir pelajaran madrasah pasti ada penutupnya yang biasa disebutnya imtihanan, penutupan pelajaran madrasah, di situ dipamerkan anaknya sudah hafal Alquran berapa surat, anak-anak sudah hafal berapa syair-syair, ada yang bisa pidato, ada yang bisa baca Alquran dengan baik. Orang tuanya, bapak ibunya terharu melihat anaknya tampil dengan baik. Ini kalau nggak ada madrasah nggak ada, nggak ada imtihanan, perayaan akhir nggak ada, akan hilang satu unsur budaya yang sudah melekat di desa. Kalau full day school (lanjut), hilang ini, nggak ada seremonial perayaan pelajaran itu, padahal itu bagian dari Islam Nusantara," pungkasnya.
(nvl/tor)
Kamis, 04 Mei 2017

Media merupakan salah satu pilar demokrasi dan komponen penting bangsa. Peran media selalu hadir dalam setiap dinamika negara. Seiring perkembangan teknologi, media mengalami banyak tantangan. Tantangan yang menggoda media adalah konten berita yang menarik, update, bahkan proyektif demi menggaet konsumen.
Salah satu kejadian yang kerap menjadi dilema media adalah saat terjadi bencana atau tindak terorisme. Kompetisi media dalam penyajian hot news adalah adu cepat informasi dan adu informasi baru. Siaran langsung dilakukan hampir seluruh stasiun televisi dan radio. Perkembangan media sosial juga semakin cepat dan viral.
Kelemahan fenomena ini adalah kualitas berita yang mudah disisipi informasi palsu atau dikenal dengan istilah hoax. Atas pelanggaran tersebut ditambah proses pemberitaan yang berlebihan justru kontraproduktif karena menimbulkan terorisme baru. Jurnalisme teror berubah sekaligus menjadi teror jurnalisme. Artinya tujuan meneror atau menakuti publik oleh teroris semakin tercapai. Hari-hari ini seluruh elemen bangsa berfokus pada upaya deradikalisasi. Deradikalisasi tersebut membutuhkan peran media.
Dinamika Pemberitaan
Informasi hasil kerja jurnalisme media dibutuhkan publik, namun ada etika dan perlu proporsional serta profesional. Misalnya selama pemberitaan tragedi Sarinah silam, KPI menjatuhkan sanksi kepada beberapa media. Semua tayangan tersebut melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI 2012.
KPI sendiri pernah mengeluarkan surat edaran ke seluruh lembaga penyiaran, agar dalam pemberitaan kasus terorisme lembaga penyiaran jangan malah memprovokasi keberadaannya. Heriyanto (2015) memberikan kritik pemberitaan terorisme selama ini justru mengarah pada simplifikasi karena menonjolkan drama. Pemberitaan semacam ini dapat berpotensi menjadi resonansi atas keberadaan terorisme.
Bonner (dalam Mathari, 2015) beberapa waktu lalu menuliskan penyesalan atas produk jurnalismenya sewaktu menjadi reporter investigasi the New York Times tentang kisah penangkapan Lotfi Raissi pasca peristiwa 9/11. Pengadilan di Inggris akhirnya menyatakan Raissi adalah korban fitnah dan memerintahkan agar dia mendapat kompensasi. Poin penting dari kasus ini adalah sikap ksatria wartawan yang mengakui telah melakukan dosa jurnalistik.
Upaya Perbaikan
Informasi cepat dibutuhkan, namun dibutuhkan pula keakuratan. Drama menarik tersaji, tetapi obyektifitas tetap harus dijunjung tinggi. Terorisme mesti disiarkan demi pencegahan dan pemberantasan, namun membutuhkan profesionalisme. Kasus-kasus kecil yang mencederai praktik jurnalisme mesti diperbaiki demi peran positifnya terhadap pemberantasan terorisme.
Pertama, mengimplementasikan cover both side. Pemberitaan mesti menjaga keseimbangan dari dua atau lebih sisi yang berkepentingan. Nara sumber penting tidak hanya dari satu sisi, apalagi terus menerus dalam kurun waktu tertentu. Misalnya dalam jurnalisme teror selalu menampilkan polisi atau BNPT. Penjelasan pihak lain, seperti masyarakat, mantan pelaku teror, dan lainnya dibutuhkan sebagai perimbangan dan kelengkapan informasi.
Kedua, mengupayakan investigasi mendalam. Jurnalisme investigatif layak dikembangkan dalam kasus radikalisme dan terorisme. Data jurnalistik tidak hanya mengandalkan sumber kedua, tetapi penting didapatkan secara primer langsung pada sumbernya di lapangan. Berbagai stratagei seperti penyamaran dan lainnya dapat diaplikasikan. Risiko lapangan dapat diminimalissi dengan profesionalisme dan dilindungi UU Pers.
Ketiga, melakukan validasi cepat dan akurat. Tayangan langsung untuk berita aktual membutuhkan keahlian pengemasan. Publik memang suka hal-hal yang cepat dan bumbu drama. Namun di era medsos info-info cepat itu sudah didapatkan. Media mainstream mestinya melakukan validasi cepat, bukan justru mengikuti budaya virtual yang asal cepat. Berita hoax di jejaring sosial kadang dimaklumi, tetapi menjadi ironis jika muncul dari media konvensional.
Keempat, membangun literasi media masyarakat. Media melalui produk jurnalismenya tidak sekadar bertujuan memberikan informasi namun penting berorientasi pada upaya pencerdasan publik. Publik diajak memahami melalui berita yang ditampilkan serta ulasan nara sumber yang berkompeten dari berbagai pihak.
Kelima, bagi jurnalisme berbasis media sosial penting menjunjung etika virtual. Aktivitas media sosial memang cenderung liar karena pelakunya langsung individu yang sangat banyak. Berita hoax mudah sekali berseliweran. Hal ini disebabkan oleh budaya virtual yang masih rendah kualitas. Pengguna media sosial masih suka cepat meneruskan (forward) berita hingga menjadi viral tanpa terlebih dahulu cross check ke sumber lain. Psikologi pengguna umumnya ingin merasa diakui sebagai pelaku media sosial yang cepat mendapat informasi. Etika virtual mesti dibudayakan sebagai wujud tanggung jawab pengguna.
Terorisme adalah musuh bersama kemanusiaan dan bangsa ini. Semua komponen mesti berkontribusi termasuk media. Produk jurnalisme media yang dihasilkan dan disajikan jangan sampai justru menguntungkan bagi pelaku teroris. Semoga dinamika jurnalisme kasus bom Sarinah dapat menjadi pembelajaran guna perbaikan dan tidak mengulang kesalahan ke depan. Hal ini penting bagi upaya deradikasasi di negeri ini.
Rabu, 03 Mei 2017
| Dari kiri ke kanan: Saya, M. Aminuddin Jabir, Nunung Rodiyah, dan Saivol Firdaus. |
Hari minggu tanggal
19 Desember 2016 saya mendapatkan amanah untuk menjadi pembicara Seminar
Nasional yang dilaksanakan oleh KNPI Tulungagung di Hotel Narita Tulungagung.
Tema seminar adalah “Peran Pemuda dalam Pengawasan Penyiaran Sebagai Pilar
Penjaga Moralitas Bangsa”. Pembicara yang lain adalah Nuning Rodiyah dari
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI Pusat) dan Ketua PWI Tulungagung, M. Aminuddin
Jabir.
Pada
seminar ini saya menyajikan materi yang judulnya sama dengan judul tulisan ini,
yaitu “Pemuda, Media Online dan
Deradikalisasi”. Pada bagian awal, dengan mengutip tulisan Ariel Heryanto yang
berjudul, “Budaya Pop dan Persaingan Identitas” (dari buku Ariel Heryanto
(ed.), Budaya Populer di Indonesia, Mencairnya Identitas Pasca-Orde Baru, terj.
Eka S. Saputra, Yogyakarta: Jalasutra, 2012, halaman 7, saya menulis bahwa media
sekarang ini telah menjadi bagian tidak terpisah dari kehidupan masyarakat
sekarang ini. Media yang kini banyak menyita perhatian, energi, dan waktu bagi
masyarakat Indonesia adalah televisi. Selain televisi, internet dengan segala
jenis jejaring sosialnya juga dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat
Indonesia, khususnya pemuda.
Selanjutnya
saya menulis bahwa media itu tidak netral. Ada muatan nilai dan kepentingan
yang diusung dari setiap tampilan media. Kemampuan media untuk menciptakan realitas
dimulai dari kekuasaannya untuk menentukan jenis lansiran yang akan
disebar kepada masyarakat. Mengutip pendapat Alex Sabur, proses penentuan
berita dikenal dengan istilah framing, yaitu sebuah proses penyeleksian
dan penyorotan khusus terhadap
aspek-aspek realita oleh media. Proses framing fokus pada strategi
seleksi, penonjolan, dan tautan fakta ke dalam berita agar berita tersebut
lebih bermakna, lebih berarti atau lebih diingat, dan untuk menggiring
interpretasi khalayak sesuai perspektifnya. (Informasi lebih jauh bisa dibaca
di Alex Sobur, Analisis Teks Media: Suatu Pengantar untuk Analisis Wcana,
Analisis Semiotik, dan Analisis Framing, (Bandung: Remaja Rosdakarya,
2001), halaman 163.
![]() |
| Bahan presentasi |
Dalam
konteks moralitas, pemberitaan tentang hal-hal yang berkaitan dengan berbagai
perilaku yang tidak sesuai dengan moralitas lebih sering dalam bentuk
glamorisasi, pemujaan, dan dijadikan sebagai life style. Hal yang sama
juga berlaku untuk konteks radikalisme. Implikasinya, masyarakat yang
mengkonsumsi berita akhirnya mengikuti atau paling tidak menyetujui terhadap
apa yang ditayangkan oleh media. Jika proses ini berlangsung secara massif dan
dalam jangka waktu yang panjang maka terbangun konsepsi dan penerimaan
masyarakat terhadap fenomena demoralisasi dan radikalisasi.
Media,
apa pun bentuknya, memiliki banyak fungsi. Media bukan hanya berfungsi sebagai
saluran pesan, melainkan juga sebagai subjek yang mengkonstruksi realitas,
lengkap dengan pandangan, bias, dan pemihakannya. Media, dengan demikian,
berfungsi layaknya agen konstruksi sosial dalam mendefinisikan realitas.
Segala
yang menarik perhatian akan menjadi pokok perhatian (viral) masyarakat secara
luas. Sekitar 10 tahun lalu, Inul Daratista adalah sebuah fenomena. Ariel
Heryanto yang bukunya sudah saya sebutkan di atas, pada halaman 24 menulis
bahwa, “Hanya dalam satu malam saja Inulmania melanda Indonesia dan dalam
hitungan mingguan Inul berjingkrak dan menguasai sampul depan majalah-majalah
nasional terkemuka, dan muncul di televisi lebih sering ketimbang kepala
negara”.
Persebaran
informasi di media online sekarang ini jauh lebih cepat lagi. Apa yang
baru saja diunggah, sangat mungkin tersebar menjadi viral hanya dalam hitungan
menit. Persoalannya, media online sekarang
ini digambarkan laiknya sebuah ruangan yang penuh sesak dengan berbagai konten
negatif yang bernuansa kebencian, penghasutan, permusuhan, dan ajakan
kekerasan.
![]() |
| Presentasi |
Media
sosial ibarat snack. Sedikit, renyah, dan menyenangkan. Konten emosi
lebih kuat bila dibandingkan dengan media mainstream yang lebih faktual
dan rasional. Ternyata pengaruh status dengan muatan negatif lebih kuat jika
dibandingkan dengan status positif. “Hal ini berkaitan dengan sifat dasar
manusia yang menganggap sesuatu yang negatif sebagai sinyal bahaya”, kata Roby
Muhamad, Peneliti Status Media Sosial dari UI sebagaimana dimuat Harian Jawa
Pos, Selasa, 6 Desember 2016, halaman 7.
Media
itu memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Ia bisa membentuk cara berpikir
seseorang. Bahkan orang yang telah cukup matang dalam kemampuan berpikirnya pun
bisa dipengaruhi oleh media. Ia bisa berubah dalam pikiran, pemahaman, dan
tindakannya karena kekuatan tulisan di media. Jika orang yang telah matang
berpikir saja bisa berubah maka perubahan lebih mungkin terjadi pada anak-anak
dan pemuda. Bahkan, “...ia bisa menentukan hitam putihnya pikiran mereka,
meskipun orang tua mendampingi anak-anaknya setiap hari” (Muhammad Fauzil
Adhim, Spiritual Parenting, (Bandung: Mizania, 2006), halaman 209.
Pemuda
merupakan sasaran radikalisme. Setidaknya ada empat alasannya. Pertama, konten
digital yang tersebar di internet banyak mengandung aspek radikalisme. Pilihan
internet ini karena lebih mudah untuk diakses banyak kalangan. Anak-anak
muda adalah konsumen internet terbanyak. (Informasi lebih jauh bisa dibaca di “Literasi Digital Atasi
Ekstremisme”, Kompas, 6 Desember 2016.
Kedua,
internet cocok dengan gaya hidup pemuda zaman sekarang. Pemuda sekarang nyaris
tidak ada yang tuna internet.
Persoalannya, mereka menggunakan internet tanpa dilandasi oleh pengetahuan,
wawasan, dan nalar kritis. Implikasinya, pemuda mudah terjerumus terhadap
berbagai perilaku menyimpang atau melanggar moralitas, termasuk mudah terjebak
ke dalam ajakan radikalisme.
Ketiga,
pemuda memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar, termasuk keinginan mencoba
hal-hal baru. Dalam kerangka ini, tidak jarang pemuda tidak mempertimbangkan
berbagai aspek secara komprehensif.
Keempat,
kondisi psikologis pemuda biasanya belum matang sebagaimana mereka yang sudah
dewasa. Selain itu, pengalaman hidup mereka juga belum terlalu banyak. Inilah
yang menjadikan pemuda adalah sasaran berbagai kepentingan, termasuk
radikalisme.
Pada
bagian akhir, saya menawarkan beberapa langkah deradikalisasi. Pertama, sikap penting yang semestinya
dibangun dalam membaca berita dari media apapun adalah sikap kritis. Jangan
langsung percaya terhadap setiap berita yang ada di media. Tidak setiap
kebenaran di media itu otomatis tanpa kesalahan. Berita yang disajikan di
media, khususnya di internet, harus diposisikan sebagai objek yang harus
dikritisi. Apalagi sekarang ini berita hoax begitu banyak ditemukan,
khususnya lewat jejaring sosial.
Kedua, literasi
media. Kehidupan yang semakin kompleks, terutama dengan hadirnya media,
seharusnya menyadarkan banyak pihak untuk memahami realitas secara objektif. Media
telah ada dan menjadi bagian tidak terpisah dari kehidupan. Keberadaan media
bukan hanya sekadar sebagai pelengkap saja melainkan telah menciptakan
ketergantungan. Pada kondisi semacam ini, sikap yang penting dikembangkan
adalah literasi media. Literasi media adalah kemampuan membaca dan
menulis secara konstruktif di media.
Ketiga, kebijakan.
Media online sekarang ini seolah tanpa kendali. Segala jenis isi
tersebar luas tanpa ada yang mengendalikan. Siapa pun bisa masuk di dalamnya
secara bebas. Justru karena kebebasan yang tanpa kendali inilah yang kemudian
membawa dampak yang sangat besar, khususnya pada aspek moralitas. Pergeseran
moralitas yang sekarang ini semakin liberal dan permisif disebabkan—salah
satunya—berkembangnya media online. Diperlukan kebijakan yang tepat
untuk membentengi masyarakat Indonesia. Globalisasi memang memberikan aspek
positif, tetapi dampak negatifnya juga luar biasa. Justru karena itulah
diperlukan kebijakan yang mengatur media online agar bisa meminimalisir
berbagai ekses negatifnya.
Keempat, penguatan
pendidikan. Pendidikan adalah institusi yang paling efektif di dalam mewujudkan
manusia bermoral dan berkualitas. Institusi pendidikan penting untuk memperkuat
dirinya agar anak didiknya bisa dicegah dari berbagai ekses negatif media. Jangan
sampai sekolah kehilangan peran strategisnya dalam kerangka mewujudkan manusia
yang bermoral dan berkualitas. Justru yang ironis, sekolah tertentu dimasuki
oleh orang-orang tertentu yang mengusung ideologi radikalis. Aspek ini penting
untuk menjadi perhatian kita semua.
Buruh Migran asal Desa Sumber Gede Kecamatan Sekampung, Lampung Timur Sudiartini yang dikabarkan mengalami depresi dan hilang ingatan kini telah sampai di Indonesia pada Jumat 07 April 2017 kemarin. Setelah sampai di tanah air Suhartini langsung dirujuk ke Rumah Sakit POLRI untuk menjalani perawatan intensif guna. pemulihan ingatannya.
Sebelumnya, sudiartini adalah buruh migran yang mengalami depresi di Taiwan dan ketika ingin dipulangkan pihak agen meminta tebusan 13 juta dari keluarganya. Namun setelah diadakan koordinasi dan advokasi oleh SBMI Lampung Timur akhirnya uang tebusan tersebut yang terindikasi pungli dapat digagalkan.
Dewi Eli Astuti selaku perwakilan SBMI Lamtim yang membantu advokasi keluarga korban mengatakan pada tanggal 30 Maret 2017 rencana pemulangan Sudiartini sudah dikabarkan pihak kedutaan yang ada di Taiwan, namun keadaanya memburuk dengan hilangnya kesadaran beberapa waktu di sana akhirnya maskapi menolak memulangkan dan batal yang akhirnya di tunda sampai tanggal 7 April 2017. Pada tanggal 6 April 2017 pihak kedutaan yang ada di Taiwan menghubungi keluarga , pihak kedutaan mengatakan kepulangan Sudiartini akan di tunda lagi sampai membaik, namun keluarga menolak dengan keputusan kedutaan dengan alasan ingin segera bertemu dengan Sudiartini dan memastikan keadaannya.
Melalui Dewi pihak keluarga memohon korban agar dapat di pulangkan dengan segera dengan membuat.surat pernyataan yang ditujukan untuk kedutaan. Surat pernyataan itu menyatakan bahwa memohon Sudiartini dapat dipulangkan secepatnya dengan segala resiko yang terjadi saat pemulangan akan ditanggung oleh pihak keluarganya.
Akhirnya pada tanggal 07 Maret 2017 dengan bantuan advokasi SBMI Lsmtim korban dapat dipulangkan ke Indonesia dan langsung di rujuk ke RS POLRI.
"Awal dengar kabar tentang Mbak Sudiartini dari Disnaker Lampung Timur tanggal 25 Maret kemarin, langsung saja saya ke rumah keluarga TKI tersebut dan meminta dokumen yang ada seperti KTP, nama perusahaan yang memberangkatkannya serta nomor pasport untuk mengurus advokasi kepulangan dengan pihak pemerintah," terang Dewi ketika menjelaskan kronologis penjemputan Sudiartini.
Saat ini korban masih dirawat intensif di Jakarta dengan didampingi oleh pihak keluarga yang menjemputnya sedangkan Dewi sendiri telah pulang ke Lampung untuk mengurus beberapa pengaduan dari keluarga BMI yang ada di wilayah Lampung Timur. Ketua SBMI DPW Lampung Yunita Rohani ketika dikonfirmasi di tempat berbeda mengatakan bahwa SBMI khususnya Lampung akan terus melakukan advokasi untuk kasus buruh migran yang diadukan melalui SBMI. Ia juga mengatakan telah membuka pengaduan kasus melalui apapun seperti email, facebook , sms atau telepon langsung ke pihak SBMI Lampung untuk pengaduan advokasi kasus.
"Saat ini kami juga menangani mantan buruh migran yang kehilangan pendengaran selama satu tahun. Ia adalah mantan korban penyalah gunaan obat-obatan terlarang yang memerlukan rehabilitasi dan penanganan serius," ungkap Yunita.(tymu).
PERSIAPAN PRIBADI Sebaiknya siapkan kondisi kendaraan dan juga fisik masing-masing karena waktu perjalanan cukup panjang. Sebelum melakukan perjalanan sebaiknya makan dulu, minimal perut tidak kosong.
Persiapan barang yang harus dipersiapkan untuk individu:
- Pakaian yang adem dan nyaman. Jangan sampai di atas motor pakaian bikin risih, apalagi gatal-gatal wah gawat.
- Karena perjalanan malam, baiknya gunakan body protector yang dipasang di-dada, banyak dijual di pinggir jalan, kalau tidak ada, bisa juga pakai lapisan koran beberapa lembar.
- Jaket, pakai jaket yang pas badan, jangan yang berkibar-kibar. Hal ini dapat mempengaruhi hambatan angin yang ditimbulkan, dan mempengaruhi kecepatan.
- Jas Hujan, karena lagi musim hujan pastikan dibawa, kalo bawa bonjengers bawa jas hujan dua, jangan yang nyetir saja, kasihan yg belakang. Sebaiknya pilih jas hujan model terpisah antara baju dengan celana, jangan yang model ponco. kalo perlu malah sekalian penutup sepatunya (Gaiters), bisa dibeli di toko-toko adventurer.
- Sarung tangan, yang bagus dari bahan kulit, tapi tidak kaku jadi handling grip-nya masih terasa.
- Sepatu, pilih yang modelnya sangat nyaman dengan kaki kita, jangan kesempitan. Sebaiknya pilih yang modelnya menutupi mata kaki kita. Kalo tidak ada minimal pake sepatu model sneaker (sepatu kets)
- Tas Ransel, letakkan barang-barang dalam tas ransel, jangan pakai tas travel, repot!
- Kacamata hitam, jangan lupa. Biar tidak silau kalau jalan di siang bolong!
- Helm, sebaiknya gunakan yang model full-face, atau paling tidak helm yang dapat menutupi sampai ke telingga kita.
- Surat surat kendaraan, seperti SIM, STNK dan KTP, siapa tahu ada pemeriksaan di jalan, kalau tidak lengkap bisa mengganggu perjalanan lainnya.
- Obat-obatan pribadi. Buat yang punya penyakit khusus bawa obat masing-masing. Yang juga penting bawa doping alias vitamin agar stamina tetap terjaga, minum satu sebelum berangkat.
- Tools motor yang cukup. Untuk motor yang agak rewel bawa moving parts yang kira-kira akan bikin rewel di jalan apalagi kalau sudah dimodif, rewelnya suka aneh-aneh. Ingat penyakit-penyakit motor yang biasanya,dan bawa parts cadangannya. Jangan terlalu mengandalkan pada logistik.
- Duit secukupnya.
- Olie mesin, cepat ganti apabila sudah lewat batas KM-nya.
- Minyak Rem.
- Kanvas Rem
- Kekencangan/kerenggangan rantai motor
- Kopling, kalau selah kopling dirasa sangat berat, coba cek lagi.
- Ban, kalau sudah gundul, sebaiknya langsung di tukar dengan yang baru, apalagi jika sedang musim hujan, akan sangat berbahaya.
- Cek kondisi lampu-lampu kendaraan, terutama lapu depan (head lamp), lampu belakang, lampu sein.
- Ada baiknya untuk memeriksakan kondisi kendaraan/motor langsung ke bengkel kepercayaan, sekalian tune-up, biar dijalan dapat berjalan dengan baik dan tenang.
- Bertanggung jawab atas perjalanan turing ini, Tahu mengenai medan yang akan dilalui, dan pengambil keputusan kapan harus berhenti, istirahat, dan jalan. Memantau kondisi medan di depan apakah bisa dilewati rombongan dengan aman atau harus extra hati-hati. Memutuskan rute-rute mana yang akan dilalui rombongan dan memberitahukan tanda-tanda peringatan kepada rombongan di belakangnya. Kapten berada paling depan diapit blocker kiri-kanan.
- Sebagai leader,harus menjaga kecepatan motor, biar yang dibelakang tidak ketinggalan, sebaiknya jaga kecepatan hingga maksimal 60 KM/Jam, supaya yang dibelakang tidak terlalu cepat dan sweeper juga bisa mengejar rombongan dan voijrider bila terjadi keadaan darurat. Apalagi turing ini banyak yang bawa bonjengers. Jika ada motor liar mengajak balapan biar saja blocker atau sweeper yang urus, acungin jempol tuh motor biar dia senang.
- Kecepatan konstan juga agar rombongan tidak terpecah dan tidak mengorbankan teman, karena di jalan raya pada waktu menyalib kendaraan tidak semua sopir sifatnya mau mengalah jadinya bisa kecelakaan, karena pada saat yang satu habis menyalib ada ruang kosong si sopir biasanya langsung main masuk dan kasihan rombongan yang belakang karena bisa terjadi kecelakaan entah terserempet kendaraan yang kiri atau tertabrak kendaraan dari arah berlawanan.
- Sebagai kepala rombongan, Kapten harus memberi contoh kepada rombongan di belakang etika berlalu lintas yang baik. Berhentilah apabila lampu merah sedang nyala, dsbnya. Sebagai leader, juga harus pasang mata dengan sebaik-baiknya. Kalau-kalau ada lubang atau hambatan didepan harus kasih tanda ke rombongan di belakang secara estafet. Peserta dibelakangnya wajib melakukan hal yang sama terus sampai ke peserta paling belakang (sweeper).
- Tangan (kiri atau kanan sama aja) mengepal ke atas artinya Berhenti.
- Tangan mengepal digerakkan ke atas dan bawah vertical atau menggerak-gerakan telapak tangan vertikal atas bawah, artinya Mulai Perlambat motor, Mau berhenti..
- Menurunkan salah satu kaki ke kiri / kanan artinya ada hambatan di depan berupa lubang atau Pembatas jalan, atau hambatan lainnya di sebelah kiri/kanan, jangan dilewati!
- Menurunkan kedua kaki artinya perlambat motor, hati – hati ada polisi tidur, atau jalan rusak.
- Tanda dengan tangan ke kiri / kanan, artinya Akan berbelok ke arah yang ditujukan tangan.
- Pada saat jalan sepi, kapten harus mengecek rombongan dengan menurunkan kecepatan kemudian mengecek rombongan dari yang pertama hingga yang terakhir. Kemudian kembali lagi ke depan. Sementara kapten mengecek rombongan tugasnya dialihkan ke Vojrieders.
BLOCKER (Safety Officer) 2 orang disamping kapten, kiri dan kanan untuk membuka jalan. 1 orang di kiri utk meminggirkan kendaraan yang ada dikiri, dan 1 dikanan utk meminggirkan kendaraan yang ada dikanan. Tugas blocker sangat berat butuh mental yang kuat, dan fisik prima, handling berkendara yang bagus dan bernyali gede. Jadi formasinya mungkin seperti trisula. Kiri menyalakan sein kiri dan blocker kanan menyalakan sein kanan.
SWEEPER Sweeper ini harus minimal adalah motor yang bisa mendahului rombongan mensejajari kapten apabila ada keadaan yang mengharuskan rombongan berhenti. Akselerasi cepat dan handling harus bagus. Sweeper minimal 2 kendaraan. Tugasnya sebagai penyapu apabila ada kendaraan/peserta yang tertinggal dibelakang, posisinya berada dipaling belakang rombongan karena dia juga berfungsi untuk memberitahukan leader didepan apabila dibelakang terjadi hambatan. Salah satu sweeper secara bergantian juga mengatur barisan agar rapi dan berada di barisan. Sweeper berhak menegor anggota rombongan yang ugal-ugalan, dan tidak mengindahkan aturan. Ada baiknya motor sweeper juga dilengkapi dengan alat alat pelengkap seperti sirine, atau lampu rotator. Sama dengan blocker, sweeper kiri menyalakan sein kiri dan sweeper kanan menyalakan sein kanan.
ETIKA TOURING! 1. DATANG ON TIME!. Datang sesuai dengan jadwal yang ditentukan, minimal satu jam sebelum berangkat untuk istirahat, persiapan dan briefing.
2. NYALAKAN LAMPU DEPAN DAN HAZARD! Meski jalan di siang hari, nyalakan semua lampu depan kendaraan agar kendaran lain yang didepan atau dari arah berlawanan dapat dengan cepat mengetahui keberadaan motor kita. Juga nyalakan hazard bagi yg sudah pasang. Untuk yg gak ada hazard, pasang sen kanan. Sen dan hazard dinyalakan terus sepanjang perjalanan. Kalo mau diistirahatkan gunakan waktu ketika berhenti atau lampu merah. Karena itu kondisi aki harus diperhatikan sebelum berangkat, cek kondisi setrum dan airnya jangan sampai kurang!
3. JANGAN SALIP MENYALIP! Ketika akan jalan, ingatkan siapa kawan di depan and dibelakang motor kita. Jadi kalo ada yg hilang satu di jalan ketahuan. Jangan saling menyalip kawan di depannya kecuali diperintah sweeper. Turing bukan untuk saling menyalip,bukan balapan!, tapi kerapihan, ketertiban berkendara, dan kebersamaan.
Bukan dilihat siapa yang sampai duluan, tapi bagaimana sampai semuanya dengan selamat sampai tujuan. Jangan melakukan manuver-manuver yang tidak perlu/berbahaya, dan jangan keluar dari rombongan yang ditentukan.
Jalan di sisi jalan, jangan ditengah-tengah, nanti bisa tabrakan! Peserta turing harus saling menjaga satu sama lain, kalau di depan motor kawan kita miring-miring ke kiri kanan, dan sweeper sedang tidak berada di sisi rombongan, tegor saja kawan kita takutnya ngantuk. Tapi juga tidak perlu ikut ngatur-ngatur barisan, terima kasih bro, but itu udah ada pembagian tugas masing-masing. Sebagai peserta rombongan cukup ikutin aturan sudah sangat membantu.
4. JAGA JARAK, SILANG ! Jaga jarak aman antar kendaraan, posisi motor dengan yang depan agak bersilangan, sehingga bisa mengantisipasi bila motor/kendaraan didepan tiba tiba melakukan manuver/rem mendadak.
5. PATUHI ATURAN LALU LINTAS ! Tetap menjaga aturan berlalulintas yang baik. Jangan mentang mentang rombongan banyak lalu melanggar rambu rambu lalu lintas dengan seenaknya, seperti terobos lampu merah, selip kiri selip kanan tanpa sein, berjalan berjejer dengan menghambat laju kendaraan dibelakangnya, dan jangan buang sampah seenaknya….
Jika vojriders terkena lampu merah sebaiknya berhenti, meski kita rombongan banyak dan ada surat jalan, polisi tidak suka kalau kita terobos lampu merah. Kecuali kalau vojriders pas lampu hijau kemudian pas tengah rombongan tiba-tiba merah, agar tidak terputus bisa lanjut terus asal dijaga oleh blocker. Jadi ketika lampu lalu lintas, meski hijau blocker tetap harus siap menjaga rombongan kalo-kalo lampu merah menyala di tengah rombongan.
IMPORTANT !! Mungkin nanti jika peserta ternyata banyak, akan dibagi atas dua rombongan.Ini dimaksudkan agar kontrol dapat dilakukan dengan baik dan mudah, setiap rombongan harus bisa ingat siapa siapa saja yang masuk ke rombongannya. Jangan melakukan manuver-manuver yang tidak perlu /berbahaya,
dan jangan keluar dari rombongan yang ditentukan. Jangan melakukan balapan, karena tujuan touring adalah jalan-jalan santai, bukan untuk balapan!
Bila mengantuk berat, terjadi masalah, atau ada kerusakan motor segera beritahu sweeper dengan keluar dari barisan sambil mengacungkan tangan dan membunyikan klakson panjang, nanti sweeper akan menghampiri anda untuk menanyakan problemnya dan akan menghentikan rombongan agar menepi.
Buat Para Bonjengers / Foxy Lady, ada baiknya anda juga turut berpartisipasi dalam kegiatan perjalanan, jangan cuman sebagai penumpang ojeg doank-an ?. Caranya dengan aktip memberikan tanda tanda yang diperlukan bagi rombongan,seperti tanda kalo ada halangan didepan, tanda berbelok dan tanda tanda lainnya.
Waktu touring jangan mengeluh, karena touring dengan rombongan memakan waktu yang lumayan lama, beda kalau jalan sendiri, waktu bisa cepat, tapi kalo tour enaknya kita bisa bareng berangkat dengan teman-teman. Belum lagi kalo ada kejadian ban kempes atau ada kejadian lainnya.
Sebelum berangkat, jangan lupa berdoa, semoga tidak terjadi apa-apa di jalan,selamat sehat walafiat sampai tujuan pulang dan pergi. Amin.
http://alievalvian.weebly.com
TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS
Merupakan suaka alam dataran rendah dengan luas kurang lebih 126.000
hektar. Taman nasional (km 114) terdiri dari dua destinasi yaitu Pusat
Konservasi Gajah dan Camp Jagawana Resort Way Kanan.
Pusat Konservasi Gajah merupakan area konservasi gajah yang dapat digunakan oleh manusia agar lebih bermanfaat dan sesuai dengan prinsip konservasi. Pertunjukan gajah (on request) menampilkan pertunjukan menarik seperti gajah berjoget, berdiri di tonggak melangkahi manusia,
Pusat Konservasi Gajah merupakan area konservasi gajah yang dapat digunakan oleh manusia agar lebih bermanfaat dan sesuai dengan prinsip konservasi. Pertunjukan gajah (on request) menampilkan pertunjukan menarik seperti gajah berjoget, berdiri di tonggak melangkahi manusia,
bermain bola dll. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan diantaranya
adalah safari gajah, dan pengamatan aktivitas pelatihan dan foto
hunting. Waktu kunjungan : untuk pengamatan aktivitas gajah sebaiknya
pagi sekali atau jam 4 – 5 sore. Tersedia fasilitas umum seperti
pesanggrahan, kios makanan, kios cinderamata, mushola dan fasilitas umum
lain.
Resor Way Kanan dan Suaka Rhino Sumatera termasuk dalam wilayah Taman Nasional Way Kambas dengan lokasi 13 km dari pintu gerbang Plang Ijo. Di sepanjang jalan pengunjung yang beruntung dapat melihat satwa liar yang berkeliaran atau melintas jalan, Way Kanan adalah surga bagi pecinta alam karena kekayaan flora dan faunanya. Dalam kawasan ini terdapat Sumateran Rhino Sanctuary (SRS) yang merupakan proyek penelitian pengembangan populasi Badak Sumatera di habitat aslinya yang telah berhasil melahirkan seekor badak Andatu.
Kegiatan yang dapat dilakukan adalah tracking di hutan rimba atau berperahu motor ke hulu atau hilir sungai untuk mengamati flora dengan fauna yang terdapat di alam hutan bebas, perjalanan harus dipandu dengan petugas.
Jalan lain dapat ditempuh melalui kota Metro – Pekalongan – Sukadana – Tridatu – Way Kambas. Rute lainnya yaitu melalui Sribhawono – Way Jepara – Way Kambas. Dari Bandar Lampung dengan 2 jam perjalanan melalui Situs purbakala Pugung raharjo, melewati perkebunan lada dan perkampungan asli Lampung, Desa Wana Melinting.
Resor Way Kanan dan Suaka Rhino Sumatera termasuk dalam wilayah Taman Nasional Way Kambas dengan lokasi 13 km dari pintu gerbang Plang Ijo. Di sepanjang jalan pengunjung yang beruntung dapat melihat satwa liar yang berkeliaran atau melintas jalan, Way Kanan adalah surga bagi pecinta alam karena kekayaan flora dan faunanya. Dalam kawasan ini terdapat Sumateran Rhino Sanctuary (SRS) yang merupakan proyek penelitian pengembangan populasi Badak Sumatera di habitat aslinya yang telah berhasil melahirkan seekor badak Andatu.
Kegiatan yang dapat dilakukan adalah tracking di hutan rimba atau berperahu motor ke hulu atau hilir sungai untuk mengamati flora dengan fauna yang terdapat di alam hutan bebas, perjalanan harus dipandu dengan petugas.
Jalan lain dapat ditempuh melalui kota Metro – Pekalongan – Sukadana – Tridatu – Way Kambas. Rute lainnya yaitu melalui Sribhawono – Way Jepara – Way Kambas. Dari Bandar Lampung dengan 2 jam perjalanan melalui Situs purbakala Pugung raharjo, melewati perkebunan lada dan perkampungan asli Lampung, Desa Wana Melinting.
PUSAT KONSERVASI GAJAH
Gajah-gajah liar yang dilatih di Pusat Konservasi Gajah (9 km dari
pintu gerbang Plang Ijo) dapat dijadikan sebagai gajah tunggang,
atraksi, angkutan kayu dan bajak sawah. Pada pusat latihan gajah
tersebut, dapat disaksikan pelatih mendidik dan melatih gajah liar,
menyaksikan atraksi gajah main bola, menari, berjabat tangan, hormat,
mengalungkan bunga, tarik tambang, berenang dan masih banyak atraksi
lainnya. Patroli Gajah di TN Way Kambas. Pusat Konservasi Gajah ini
didirikan pada tahun 1985. Sampai saat ini telah berhasil mendidik dan
menjinakan gajah sekitar 290 ekor.Beberapa lokasi/obyek yang menarik
untuk dikunjungi:Pusat Latihan Gajah Karangsari. Atraksi gajah. Way
Kambas. Untuk kegiatan berkemah.Way Kanan. Penelitian dan penangkaran
badak sumatera dengan fasilitas laboratorium alam dan wisma
peneliti.Rawa Kali Biru, Rawa Gajah, dan Kuala Kambas. Menyelusuri
sungai Way Kanan, pengamatan satwa (bebek hutan, kuntul, rusa, burung
migran), padang rumput dan hutan mangrove. Transportasi menuju Taman
Nasional Way Kambas: Bandar Lampung – Metro – Sukadana – Way Kambas,
menggunakan mobil + 2 jam. (via Jalan Lintas Timur Lampung Labuhan Ratu,
menggunakan mobil pribadi + 2 jam. Pelabuhan Bakauheni – Labuan
Maringgai – Bakauheni)
DESA TRADISIONAL WANA
Desa Wana merupakan salah satu dari tujuh desa inti, kediaman dari masyarakat Lampung Melinting. Arsitektur tradisional berupa rumah panggung khas masyarakat Lampung Melinting masih cukup banyak terlihat di desa ini. Tarian yang cukup populer sejak lama yang berasal dari daerah ini yaitu tari Melinting yang biasanya dipertunjukkan saat menerima kunjungan tamu atau wisatawan.Suasana dan nuansa kehidupan khas masih sangat terasa, berikut acara-acara tradisi yang masih dilaksanakan masyarakat setempat, seperti upacara perkawinan, pertemuan adat dan lain-lain. Desa Wana terletak sekitar 7 km dari jalur Bandar Lampung ke Way Kambas, lalu masuk dari simpang desa Sribawono, kurang lebih berjarak sekitar 67 km dari kota Bandar Lampung.
Desa Wana merupakan salah satu dari tujuh desa inti, kediaman dari masyarakat Lampung Melinting. Arsitektur tradisional berupa rumah panggung khas masyarakat Lampung Melinting masih cukup banyak terlihat di desa ini. Tarian yang cukup populer sejak lama yang berasal dari daerah ini yaitu tari Melinting yang biasanya dipertunjukkan saat menerima kunjungan tamu atau wisatawan.Suasana dan nuansa kehidupan khas masih sangat terasa, berikut acara-acara tradisi yang masih dilaksanakan masyarakat setempat, seperti upacara perkawinan, pertemuan adat dan lain-lain. Desa Wana terletak sekitar 7 km dari jalur Bandar Lampung ke Way Kambas, lalu masuk dari simpang desa Sribawono, kurang lebih berjarak sekitar 67 km dari kota Bandar Lampung.
TAMAN PURBAKALA PUGUNG RAHARJO
Situs Pugung Raharjo ditemukan pada tahun 1957. Luas area sekitar 30 hektar , terletak di Kecamatan Sekampung Hilir, Lampung Timur Merupakan peninggalan jaman megalitik, berupa Arca batu, prasasti batu berlubang, menhir, punden berundak, Arca type Polynesia. Terdapat pula keramik lokal dan asing (dari dinasti Han, Yuan, Sung) Ditemukan benteng parit primitif sepanjang 1,2 km mengelilingi situs purbakala, diduga parit ini dahulunya berisi air yang konon menurut cerita bila dipergunakan untuk mandi dapat membuat awet muda. Tujuan dapat dicapai dengan 40 km dari kota Bandar Lampung.
Situs Pugung Raharjo ditemukan pada tahun 1957. Luas area sekitar 30 hektar , terletak di Kecamatan Sekampung Hilir, Lampung Timur Merupakan peninggalan jaman megalitik, berupa Arca batu, prasasti batu berlubang, menhir, punden berundak, Arca type Polynesia. Terdapat pula keramik lokal dan asing (dari dinasti Han, Yuan, Sung) Ditemukan benteng parit primitif sepanjang 1,2 km mengelilingi situs purbakala, diduga parit ini dahulunya berisi air yang konon menurut cerita bila dipergunakan untuk mandi dapat membuat awet muda. Tujuan dapat dicapai dengan 40 km dari kota Bandar Lampung.
SENTRA PENJUALAN BIBIT BUAH-BUAHAN & BALAI BENIH INDUK HORTIKULTURA PEKALONGAN
Balai Benih Induk (BBI) Pekalongan Lampung Timur terletak 12 km dari Kota Metro atau 23 km dari Sukadana, merupakan Kawasan agrowisata seluas 64 Ha yang berpotensi dalam pengembangan budi daya tanaman buah-buahan seperti rambutan, durian, jeruk, kelengkeng, dan mangga. Berbagai ujicoba termasuk kultur jaringan dilakukan untuk mendapatkan bibit buah buahan yang unggul. Di luar area sekitar Pasar Pekalongan juga terdapat sentra penjualan bibit buahan buahan yang cukup lengkap. Bila anda ingin menanam salah satunya dapat singgah di salah satu gerainya.
Balai Benih Induk (BBI) Pekalongan Lampung Timur terletak 12 km dari Kota Metro atau 23 km dari Sukadana, merupakan Kawasan agrowisata seluas 64 Ha yang berpotensi dalam pengembangan budi daya tanaman buah-buahan seperti rambutan, durian, jeruk, kelengkeng, dan mangga. Berbagai ujicoba termasuk kultur jaringan dilakukan untuk mendapatkan bibit buah buahan yang unggul. Di luar area sekitar Pasar Pekalongan juga terdapat sentra penjualan bibit buahan buahan yang cukup lengkap. Bila anda ingin menanam salah satunya dapat singgah di salah satu gerainya.
Di Lansir http://pariwisatalampung.com







