Solusi Menuju Kemajuan Bersama

Mengulas topik-topik Sosial, Ekonomi, Budaya, dan Politik yang hangat ditengah masyarakat dalam bentuk bacaan ringan dan analisis melalui observasi langsung ke masyarakat dalam bentuk pendampingan komunitas dan audiensi ke Pemerintah.

Cari Tahu Belanja

KABAR HARI INI

INVESTIGASI

Temukan bacaan yang kredibel dan terpercaya dengan ulasan - ulasan tajam mengarah sebuah topik perkara.

Read More

KAJIAN

Berisikan isu isu aktual yang menjadi bahan pembicaraan banyak orang dan memberikan pandangan para pakar terkemuka.

Read More

PROGRAM

Bacaan berbagai ulasan berita pembangunan dari skala nasional hingga daerah serta menyuguhkan dokumentasi dari pelosok negeri.

Read More

NGO

Bacaan program pemberdayaan NGO bekerja sama dengan instansi lain sebagai referensi dalam program kerja dan kiat kiat untuk pendampingan.

Read More

ULASAN

Selasa, 30 Agustus 2016



Meredam Konflik,Menuju Integrasi Etnik

Lampung dengan keheterogenan suku dan budaya yang ada didalam  kelas sosialnya,membawa jantung pulau Sumatera ini rawan akan perpecahan antara etnis satu dengan yang lainnya.Miniature Indonesia ini memang sering menjadi langganan akan konflik antar etnik yang ada didalamnya.Kesenjangan yang terjadi diantara kelompok pelaku sosial itupun menjadikan daerah ini semakin mencekam dengan adanya sebuah konflik.
Belum hilang dari ingatan kita konflik yang terjadi dilampung selatan yang bernuansa primordial dan konflik yang terjadi di bekri lampung tengah.Baru-baru ini pun telah terjadi lagi konflik yang tidak jauh beda nuansanya seperti konflik sebelumnya.Rasa primordialisme  adalah salah satu penyebab utama setiap konflik yang ada dilampung.Hal itu perlu adanya sebuah penyelesaian konflik tersebut agar menjadi seuah integrasi yang positif diseluruh suku dan budaya yang ada dilampung.
Dalam ilmu sosiologi,konflik sering diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.Konflik sering berlatar belakang perbedaan menyangkut ciri fisik,kepandaian,pengetahuan,adat istiadat,keyakinan dan lain sebagainya.Pada perilaku sosial dimasyarakat konflik  dimaksudkan untuk menunjukkan identitas kelompok yang bertikai dan jati diri mereka.
Menurut Robbin (1996), keberadaan konflik yang terjadi di dalam sosial ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok.Jika mereka tidak menyadari adanya sebuah konflik didalam sosial,maka secara umum konflik tersebut dianggap tidak ada.Sebaliknya,jika mereka mempersepsikan bahwa didalam sosial telah ada konflik maka hal tersebut telah menjadi sebuah kenyataan.
                        Para pakar telah meng-klaim bahwa pihak pihak yang melakukan konflik menghasilkan respon terhadap adanya sebuah konflik.Respon tersebut memberikan pemahaman didalam dua dimensi yaitu, pengertian dari hasil dan tujuan kelompok tersebut juga hasil dan tujuan dari kelompok yang lain.Sehingga setelah adanya sebuah konflik antar kelompok biasanya akan mencapai kesepakatan untuk mencari jalan keluar yang terbaik dari konflik tersebut.
Penanganan konflik harusnya dilakukan oleh pihak – pihak terkait sebelum konflik tersebut berkobar dan menyebabkan kerugian bahkan kehilangan nyawa pada kelompok yang didera konflik tersebut.Konflik  tidak harus diselesaikan dengan cara kekerasan karena didalam lingkungan sosial konflik dipandang  perlu.Konflik berperan untuk menunjukkan identitas suatu kelompok atau suku,serta menumbuhkan rasa solidaritas antar individu dalam kelompok tersebut.Setiap sosial pasti pernah mengalami adanya sebuah konflik antar  pelaku sosial.Bila konflik tersebut dapat terselesaikan,maka hal tersebuat akan menjadi integrasi pada kelompok yang sedang dilanda konflik tersebut.Namun jika penyelesaian konflik gagal hal yang buruk seperti konflik  dilampung saat ini adalah akibat ketidakmampuan pihak terkait untuk menyelesaikan sebuah konflik sosial.
Seharusnya ada penyelesaian konflik untuk merubah menjadi  sebuah keintegrasian diseluruh kelompok yang sedang terlibat konflik.Agar eksistensi dan peran konflik sebagai sarana memperlihatkan identitas diri maupun kelompok tidak membawa dampak yang lebih buruk seperti saat ini.Seharusnya ada deteksi dini konflik dari pemerintah daerah dan kepolisian sehingga penyelesaian konflik tersebut dapat ditanggulangi secara dini.
Keheterogenan suku antar suku - suku pendatang dan suku asli seharusnya tidak dijadikan sikap primordialis yang akan membawa keranah konflik akun.Akan tetapi perbedaan yang ada seharusnya menjadi modal masyarakat Lampung untuk lebih baik dari daerah yang lain karena adanya sikap saling melengkapi antar suku – suku yang ada di Lampung.

Ditulis oleh:Tymu irawan (aktivis PMII Metro)

Urgensi Diskusi dan Literasi







Hiruk pikuk peserta didik setiap hari ialah pemandangan yang biasa di kota yang bergelar kota pendidikan di Lampung ini. Berbagai lembaga pendidikan dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi tersaji di dalam sketsa kota. Kontribusi setiap lembaga pun tak jauh berbeda dengan lembaga pendidikan yang lain. Akan tetapi seberapakah kontribusi para intelek yang ada di dalam budaya pendidikan?
Tak banyak memang yang berperan aktif di dalam pembangunan intelektual kota ini.
Cukup miris, kota dengan gelar pendidikan yang didukung dengan lembaga pendidikan yang sangat memadai. Para intelek di kota ini seakan tertidur dalam tradisi yang tak karuan dalam aktivitas pendidikan.
Kekosongan suatu pemikiran untuk pembaharuan pendidikan di kota ini masih segelintir orang yang memikirkan. Lantas, di mana para intelektual yang lain? Hilangkah? Lenyapkah? Mereka acuh tak mengindahkan terhadap budaya yang erat dalam sebuah pendidikan. Sebuah ajang diskusi yang membangun pola pemikiran bagi para intelek-intelek, masih jarang ditemui di kota ini. Bagaimana tidak mengherankan, kota yang berjuluk kota pendidikan seakan kehilangan budaya intelektualitasnya berupa ajang diskusi.

Diskusi sebagai budaya pendidikan
Budaya diskusi adalah salah satu metode pembelajaran dengan melakukan interaksi tanya jawab sebagai sarana bertukar pikiran dan paradigma. Sehingga tidak ada alasan yang cukup logis untuk kota pendidikan menghilangkan budaya ini. Dalam berdiskusi, para intelek akan mendapatkan sebuah pemikiran baru dan gagasan yang akan menyelesaikan problematika kehidupan sosial. Mereka juga akan lebih mudah menanggulangi perbedaan stigma dalam memandang sebuah permasalahan yang terjadi.

Nana Sudjana menerangkan, “Diskusi pada dasarnya ialah tukar menukar informasi, pendapat dan unsur-unsur pengalaman secara teratur, dengan maksud untuk mendapatkan pengertian bersama yang lebih jelas dan lebih teliti tentang sesuatu, atau untuk merampungkan keputusan bersama serta bukanlah sebuah debat yang saling mengadu argumen untuk memenangkan pendapatnya.”

Ketika para intelek memperbincangkan suatu masalah yang ada di dalam kondisi sosial, analisis akan muncul dan gagasan baru akan terbentuk. Di sinilah kesinambungan sebuah diskusi akan melahirkan karya literasi yang memberi kontribusi nyata untuk kemajuan pendidikan. Buku memang tidak bisa dipisahkan dengan dunia pendidikan. Sebab, buku adalah penutur sejarah dan kebudayaan serta pembuka wawasan. Untuk itu, para akademisi harus mampu merefleksikan pemikiran dan pandangan sosial mereka dalam sebuah karya literatur.

Menurut Sulipan (2006), belajar bagaimana cara untuk belajar yaitu mengajarkan cara belajar, yang mengarahkan dan mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan memperluas materi secara mandiri melalui diskusi, observasi, studi literatur, dan studi dokumentasi (metode inquiry), dan cara belajar yang dapat menumbuhkan dan memupuk motivasi internal peserta didik untuk belajar lebih jauh dan lebih dalam.
Kegiatan yang menjadi budaya pendidikan seperti diskusi, observasi, dan studi literatur dan dokumentasi inilah yang harus ada di Kota Metro. Upaya seperti itulah yang harus diterapkan untuk menjadikan Metro sebagai kota pendidikan. Bukan hanya sekadar wacana semata, namun harus ada tindakan yang kongkret pada setiap elemen akademisi di Kota Metro.

UNESCO pada tahun 2012 melaporkan, indeks minat baca warga Indonesia baru mencapai angka 0,001. Artinya dalam setiap 1.000 orang Indonesia, hanya ada satu orang yang memiliki minat baca.
Sangat menyedihkan minat baca seseorang bila dilihat dari pernyataan tersebut. Bagaimana mereka akan berbudaya pendidikan jika minat baca pun kurang? Sehingga tidak mengherankan jika diskusi dan dunia literasi diabaikan, walaupun oleh mereka yang mengaku sebagai seorang yang berintelektual. Padahal, membaca adalah salah satu jendela dunia yang akan membuka pemikiran dan analisis untuk berdiskusi dan merangkainya ke dalam tulisan.

Metro mempunyai peluang yang besar untuk menjadi kota pendidikan seperti Kota Cambridge yang terkenal sebagai salah satu kota pendidikan terbaik di dunia. Asalkan, setiap pihak mampu mengefektifkan budaya pendidikan berupa diskusi dan literasi. Bukan hal yang tabu jika nantinya kota ini didaulat sebagai kota pendidikan sedunia.

Penulis: Tymu Irawan (Mahasiswa IAIN Jurai Siwo Metro)



Organisasi Mahasiswa dan Peran Sosialnya
Penulis :Tymu Irawan

Organisasi mahasiswa mempunyai peran yang dapat mendukung partisipasi mahasiswa di dalam lingkungan akademi mereka.Kreatifitas dan aktualisasi diri akan tercurah didalam sebuah organisasi.Sehingga di dalam ranah intelektual akan tercipta akademisi yang mandiri dan penuh dengan inovasi nyata.
Organisasi berasal dari bahasa latin organum yang berarti alat atau badan. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008: 803) organisasi adalah kelompok kerjasama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Pada dasarnya ada 3 ciri khusus dari suatu organisasi, yaitu: adanya kelompok manusia, kerjasama yang harmonis, dan kerjasama tersebut berdasar atas hak, kewajiban serta tanggung jawab masing-masing orang untuk mencapai tujuan (Djati Julitriarsa, 1998: 41).

Sedangkan pengertian mahasiswa itu sendiri  dalam peraturan pemerintah RI No.30 tahun 1990 adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di perguruan tinggi tertentu.Selanjutnya  pengertian Mahasiswa menurut Knopfemacher (dalam Suwono, 1978) adalah merupakan insan-insan calon sarjana yang dalam keterlibatannya dengan perguruan tinggi ( yang makin menyatu dengan masyarakat), dididik dan di harapkan menjadi calon-calon intelektual.
Dari beberapa pengertian tersebut,dapat diartikan bahwasanya mahasiswa yaitu gelar yang disandang individu yang mencari ilmu di dalam perguruan tinggi.Individu tersebut dididik dan diberi pengarahan sehingga nantinya mampu berkontribusi di dalam masyarakat.
Sehingga Organisasi mahasiswa adalah kelompok individu yang berkumpul untuk mencapai tujuan yang sama.Sebuah kerja sama yang dilakukan kelompok tersebut menjadikannya wadah yang terstruktur dan wadah mengekpresikan aspirasi diri.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 
Organisasi mahasiswa menjadi sebuah kebutuhan bagi mahasiswa untuk wadah mereka dalam membangun kesamaan aspirasi yang terorganisir dan berkepentingan sosial.Tentunya tujuan yang ingin dicapai tersebut untuk memberikan kontribusi yang nyata di dalam lingkungan kampus dan masyarakat. Organisasi  kemahasiswaan merupakan bentuk kegiatan di perguruan tinggi yang diselenggarakan dengan prinsip dari, oleh dan untuk mahasiswa (Silvia Sukirman, 2004:72).

Tujuan  yang ingin dicapai membuat sekelompok individu tersebut saling berkerja sama, bahu-membahu di dalam kegiatan.Peran yang positif akan berimbas hasil yang baik dan dapat berpartisipasi aktif .Untuk berkontribusi dalam organisasi royalitas dan loyalitas setiap warga organisasi menjadi sikap yang harus dimiliki pada jiwa individunya.
Mahasiswa adalah anggota masyarakat yang berada pada tataran elit karena kelebihan yang dimilikinya, yang dengan demikian mempunyai kekhasan fungsi, peran dan tanggung-jawab.Dari identitas dirinya tersebut, mahasiswa sekaligus mempunyai tanggung jawab intelektual, tanggung jawab sosial, dan tanggungjawab moral.

Mahasiswa dituntut untuk memahami problematika di dalam kehidupan sosial,kemudian merekalah yang diharapkan masyarakat menengah ke bawah.Setiap mahasiswa diharapkan mampu mengatasi setiap masalah dengan ilmu yang mereka peroleh.Untuk itu sebuah organisasi mahasiswa baik intra maupun  ektra dituntut menyiapkan kader-kadernya dengan harapan mampu berperan dalam masyarakat untuk membantu problem solving di lingkunganya supaya lebih baik.
Sebuah tanggung jawab yang besar tersemat di pundak mahasiswa sebagai penghubung politik antara masyarakat dan pemerintah.Bersamaan dengan itu pengetahuan dan kreatifitas yang  menumbuhkan inovasi baru harus dimiliki setiap mahasiswa.Membawa paran mahasiswa sebagai insan yang mengatasi problematika yang ada.


Mari berkarya Diri

Kegiatan kita

115 Kegiatan Besar
Rata rata Event yang kami Jalankan
9000 Berita
Bacaan setiap tahun
4000 Pelanggan
Rata rata pertahun pelanggan mengantri

Our Team

TIMU IRAWAN
CEO
Toni
Creative Designer
Adrian
Sales Manager
ERIKA A
Developer

Contact

Hubungi Kami

Beri tahu kami ketika anda membutuhkan sesuatu ataupun ingin mengajak kerja sama Tim kami. Suport dan Donasi anda membuat kerja kerja kemanusiaan yang kita himpun akan semakin kuat dan bermanfaat.

Alamat (Address):

Bandar Lampung, Jl. Nusantara , Indonesia

Jam Kerja (Work Time):

Senin (Monday) - Jumat (Friday) 9am - 5pm

No HP/Phone:

085664333675

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Bisnis Global, Market dan Peluangnya

 Beberapa realitas bisnis yang sedang terjadi saat ini dan patut kita jadikan bahan analisis bisnis, AI bukan lagi keunggulan, tetapi keb...