Solusi Menuju Kemajuan Bersama

Mengulas topik-topik Sosial, Ekonomi, Budaya, dan Politik yang hangat ditengah masyarakat dalam bentuk bacaan ringan dan analisis melalui observasi langsung ke masyarakat dalam bentuk pendampingan komunitas dan audiensi ke Pemerintah.

Cari Tahu Belanja

KABAR HARI INI

INVESTIGASI

Temukan bacaan yang kredibel dan terpercaya dengan ulasan - ulasan tajam mengarah sebuah topik perkara.

Read More

KAJIAN

Berisikan isu isu aktual yang menjadi bahan pembicaraan banyak orang dan memberikan pandangan para pakar terkemuka.

Read More

PROGRAM

Bacaan berbagai ulasan berita pembangunan dari skala nasional hingga daerah serta menyuguhkan dokumentasi dari pelosok negeri.

Read More

NGO

Bacaan program pemberdayaan NGO bekerja sama dengan instansi lain sebagai referensi dalam program kerja dan kiat kiat untuk pendampingan.

Read More

ULASAN

Sabtu, 11 November 2017

Destinasi Wisata Mangrove Sri Minosari Lampung Timur


"Selamatkan Hutan Mangrove Demi Menyelamatkan Tempat Berpijak." Kalimat tersebut menjadi tema dalam Festival Tanam Mangrove yang digelar di Desa Purworejo, Kecamatan Pasir Sakti, Lampung Timur pada tanggal 10 Oktober 2017. 

Festival yang bertujuan untuk mempromosikan objek dan daya tarik wisata di Kabupaten Lampung Timur tersebut dimaksudkan untuk mendukung program pemerintah tentang upaya penyelamatan bumi dari pemanasan dunia, pencegahan terjadinya erosi/abrasi pantai dan juga sebagai tempat perlindungan bagi biota laut. Tepat pada hari pelaksanaan festival, saya dan beberapa rekan blogger dari Batam, Jogja, dan Cikarang sedang berada di Lampung Timur untuk mengunjungi sejumlah tempat wisata, salah satunya hutan bakau seluas 6 hektar di Labuhan Maringgai.

Gerbang masuk Taman Mangrove Sriminosari, ada payung-payungnya 😄

Terletak di Desa Sriminosari, Labuhan Maringgai, Lampung Timur, terhampar wilayah hutan bakau yang kini sudah menjadikawasan ekowisata bernama Taman Mangrove Sriminosari. Berjarak kurang lebih 55 kilometer dari ibukota kabupaten, dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam dari Kecamatan Labuhan Ratu. Durasi perjalanan cukup panjang karena akses tidak sepenuhnya mulus, kecepatan laju mobil pun dikurangi. 300 meter dari lokasi taman, perjalanan harus disambung dengan motor, melewati persawahan yang sedang kerontang. 

Jumat, 10 November 2017

Tips Touring dan Keliling Tempat Wisata

Sepeda motor adalah transportasi paling populer di kalangan masyarakat Indonesia. Beberapa bahkan menggunakannya untuk hobi sepert touring jarak jauh. Entah untuk sekedar bersenang senang, atau untuk berwisata bareng teman – teman. Nah, untuk lebih aman lagi, teman – teman harus tahu bagaimana
Sepeda motor kini menjadi sebuah pilihan yang paling banyak diminati masyarakat. Diantara mereka mempunyai alasan menarik seperti :
1. Irit Bahan Bakar
Anda pasti tahu, memenuhi tangki bahan bakar mobil lama-lama bikin ”bangkrut”. Beda dengan sepeda motor. Jumlah bahan bakar yang Anda beli selama hidup akan sangat luar biasa. Anda pasti tahu, jika bisa diirit, uang itu bisa untuk membeli apa saja.
2. Jauh Lebih Murah
Beda harga mobil dan sepeda motor sangat jauh. Bahkan uang untuk membeli sepeda motor paling mahal pun kadang hanya bisa dipakai untuk beli mobil standar.
3. Lebih Mudah Diperbaiki
Sudah pasti, harga suku cadang mobil dan sepeda motor jauh berbeda. Contoh simpelnya peranti rem, akan sangat ringan membetulkan rem sepeda motor ketimbang mobil dari sisi biaya. Ongkos bengkel untuk mobil pun berlipat ganda. Dengan sepeda motor, Anda bahkan bisa mencoba memperbaiki sendiri.
4. Meluncur Sepanjang Jalan
Jika Anda tinggal di tempat tertentu, tampak banyak pemotor touring, kelihatannya sangat nikmat. Dan, itu benar karena tidak ada feeling lebih baik ketimbang naik sepeda motor di jalanan dengan menikmati pemandangan sekitar, seperti sebuah terapi yang memberi perasaan rileks.
5. Sampai Lebih Cepat
Banyak orang bepergian dengan mobil hanya untuk berjibaku dengan macet. Jumlah waktu yang terbuang sungguh sayang dan menyedihkan. Naik sepeda motor berarti Anda bermain lebih cerdas dan tepat. Tidak ada lagi waktu tersita untuk menunggu lalu lintas lancar, dan Anda bisa menggunakan waktu itu untuk bekerja efektif, bukan terjebak kemacetan. Sampai ke tempat tujuan pun jauh lebih cepat.
6. Lebih Stylish
Jika Anda memperhatikan penampilan, naik sepeda motor membuat Anda selalu stylish. Faktor ini kadang sangat efektif untuk menarik perhatian lawan jenis.
Tak cuma itu. Bersepeda motor juga bisa menjadi sarana rekreasi. Pasalnya, bagi sebagian orang, menyusuri jalanan dan melakukan berbagai manuver memberi sensasi tersendiri. Namun, bersepeda motor juga akan menimbulkan rasa bosan dan kesal manakala cara berkendara tidak benar.
Bahkan, kegiatan menunggangi sepeda motor akan menimbulkan masalah kesehatan bila persiapan yang dilakukan tidak benar. Terutama persiapan fisik dan psikis, serta cara berkendara yang tepat dan efisien.
Memang, setiap kali berkendara semua orang akan merasa kelelahan. Tetapi, bila persiapan dan cara berkendara tidak benar maka rasa kelelahan semakin menjadi-jadi.
Lantas seperti apa persiapan itu ? Bagaimana cara berkendara yang benar ? Berikut penjelasannya :
1. Lakukan pemanasan
Sebelum berangkat melakukan perjalanan yang membutuhkan waktu 1 – 2 jam, lakukan pemanasan layaknya sebelum berolah raga selama 3 – 5 menit. Hal ini dimaksudkan agar otot-otot seluruh badan tidak kaku, sehingga seolah tertarik kala duduk di atas sadel sepeda motor. Otot yang tidak kaku dan aliran darah yang lancar akan menjadikan badan lebih lentur. Sehingga, saat melakukan manuver di atas motor, otot-otot pun fleksibel.
Cara pemanasan pun tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Lakukan pemanasan mulai dari kepala atau leher, kemudian pundak, lengan atas, lengan bawah, pinggang, lutut, hingga pergelangan kaki. Setelah itu, lakukan relaksasi dengan menarik dan membuang napas secara perlahan tiga kali.
2. Atur Posisi Duduk Yang Tepat
Cara duduk di atas jok atau sadel sepeda motor juga turut memberikan andil bagi timbulnya kelelahan. Upayakan posisi pinggang tegak namun tetap santai. Begitu pun dengan posisi tangan, pastikan tidak membentuk sudut 30 derajat dari setang. Oleh karena itu, upayakan setang motor tidak terlalu tinggi.
Posisi yang santai dan tidak membungkuk tersebut dimaksudkan agar pengendara bisa nyaman di saat melakukan manuver. Selain itu dengan posisi yang membungkuk dapat menekan otot perut. Bahkan, posisi seperti itu disebut-sebut sangat berpotensi menyebabkan wasir.
3. Gunakan Helm, Jaket, Pelindung Lutut dan Siku Sesuai Standar
Hal lain yang juga penting untuk diperhatikan adalah menggunakan peranti perlindungan yang sesuai standar. Helm menjadi perlengkapan yang wajib dipakai. Sebab, peranti itu sangat penting untuk melindungi bagian kepala bila terjadi kecelakaan, baik terjatuh maupun tabrakan. Fakta yang ada menunjukkan, 70 persen kematian saat kecelakaan diakibatkan oleh luka di kepala.
Adapun jaket, pelindung lutut dan siku, juga diperlukan agar bagian-bagian tubuh kita yang vital itu terlindungi. Satu hal lagi, saat berkendara itu sebaiknya memakai sepatu.
masa biker naik motor pake sendal jepit
4. Jangan Memakai Celana Ketat
Celana yang terlampau ketat akan menekan otot perut. Walhasil, pengendara tidak akan leluasa saat melakukan berbagai manuver. Terlebih bila perjalanan tersebut menempuh jarak puluhan atau bahkan ratusan kilometer.
Upayakan menggunakan celana yang sedikit longgar atau celana dari bahan kulit. Selain berhawa dingin, celana dari bahan kulit juga memberikan keleluasan saat Anda melakukan manuver.
5. Perbanyak Minum Air Putih dan Istirahat
Selama perjalanan, banyak sekali cairan tubuh yang terkuras dalam bentuk keringat. Terkurasnya cairan tubuh tidak hanya berpotensi menyebabkan konsentrasi berkurang, begitu pun dengan tenaga.
Akibatnya, kemampuan refleks Anda akan berkurang. Oleh karena itu bila Anda beristirahat upayakan untuk minum air putih sebanyak-banyaknya. Selain menjaga kesehatan ginjal, dengan banyak minum air putih akan mengurangi tingkat kelelahan.
6. Segera Mandi Setelah Sampai Tujuan
Selama ini terdapat anggapan, setelah melakukan perjalanan jarak jauh dilarang untuk segera mandi. Padahal, anggapan seperti itu salah. Pasalnya, sepanjang perjalanan tubuh banyak berkeringat. Aliran cairan tubuh tersebut bisa bercampur dengan berbagai kotoran yang melekat di tubuh.
Walhasil, pori-pori yang seharusnya menjadi saluran untuk mengeluarkan cairan dari tubuh tersumbat. Bila hal itu terjadi, maka rasa lelah pun akan semakin menjadi-jadi.
Selain itu, dengan mandi, aliran darah di tubuh juga akan lancar kembali. Bila tempat dan waktu tidak memungkinkan Anda membersihkan diri dengan mandi, upayakan mengelap badan, tangan, serta muka, dengan lap basah.
Semoga bermanfaat.
Hasil gambar untuk tips touring

Minggu, 09 Juli 2017

Banyak Ormas Islam Minta Program Full Day School Dibatalkan


Penulis Cyber, Ormas Islam meminta pemerintah membatalkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) tentang sekolah 8 jam dalam 5 hari (full day school) dibatalkan. Full day school akan mengancam keberlangsungan madrasah diniyah (sekolah agama) di desa-desa.

"Pada kesempatan ini kami juga menyatakan sikap menolak program full day school yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Kami mengapresiasi langkah pemerintah membatalkan Permendikbud dan menggantinya dengan Perpres, namun kami menunggu bukti nyata bahwa permen itu telah dibatalkan," ujar Ketua Umum PB NU, KH Said Aqil Siroj di Kantor PB NU, Jalan Kramat, Jakarta Pusat, Jumat (7/7/2017). PB NU menggelar jumpa pers bersama ormas-ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI).

Said mencontohkan anak yang duduk di bangku sekolah dasar (SD) nantinya tidak memiliki kesempatan belajar di madrasah seusai pulang sekolah. Padahal di madrasah anak SD dapat mendalami tata cara membaca Alquran serta beribadah yang baik dan benar.

"Kalau sekolah SD selesainya jam 2 (siang) maka anak-anak sudah tidak ada lagi kesempatan untuk belajar di madrasah. Bukankah full day school ada juga program belajar di madrasah 2 jam satu minggu? Itu belum, atau tidak bisa mengganti pelajaran agama di madrasah. Di madrasah diajarin baca Alquran dengan benar, doa mau makan, doa mau sukses, mau tidur, seusai tidur, dan diajari pula akidah-akidah yang sesuai dengan akidah ahli sunnah wal jamaah," jelasnya.

"Orang katanya kalau di kota, anak kecil kalau di SD bapak ibunya tidak ada (ketika pulang sekolah), ditakutkan main-main. Tapi di luar kota, pedesaan, anak-anak sudah terpanggil sendiri, pulang dari SD makan, ganti pakaian, langsung ke madrasah. Itu sudah menjadi bagian dari tradisi yang ada di masyarakat, anak-anak pun bisa senang berangkat ke madrasah," tambahnya.

Menurut Said, madrasah yang ada di desa-desa telah menjadi tradisi dari Islam Nusantara. Ada budaya seperti penutupan masa belajar madrasah yang sangat lekat dengan masyarakat.

"Di akhir pelajaran madrasah pasti ada penutupnya yang biasa disebutnya imtihanan, penutupan pelajaran madrasah, di situ dipamerkan anaknya sudah hafal Alquran berapa surat, anak-anak sudah hafal berapa syair-syair, ada yang bisa pidato, ada yang bisa baca Alquran dengan baik. Orang tuanya, bapak ibunya terharu melihat anaknya tampil dengan baik. Ini kalau nggak ada madrasah nggak ada, nggak ada imtihanan, perayaan akhir nggak ada, akan hilang satu unsur budaya yang sudah melekat di desa. Kalau full day school (lanjut), hilang ini, nggak ada seremonial perayaan pelajaran itu, padahal itu bagian dari Islam Nusantara," pungkasnya.
(nvl/tor)

Kamis, 04 Mei 2017

Menyikapi Radikalisme Sosial



Media merupakan salah satu pilar demokrasi dan komponen penting bangsa. Peran media selalu hadir dalam setiap dinamika negara. Seiring perkembangan teknologi, media mengalami banyak tantangan. Tantangan yang menggoda media adalah konten berita yang menarik, update, bahkan proyektif demi menggaet konsumen.
Salah satu kejadian yang kerap menjadi dilema media adalah saat terjadi bencana atau tindak terorisme. Kompetisi media dalam penyajian hot news adalah adu cepat informasi dan adu informasi baru. Siaran langsung dilakukan hampir seluruh stasiun televisi dan radio. Perkembangan media sosial juga semakin cepat dan viral.
Kelemahan fenomena ini adalah kualitas berita yang mudah disisipi informasi palsu atau dikenal dengan istilah hoax. Atas pelanggaran tersebut ditambah proses pemberitaan yang berlebihan justru kontraproduktif karena menimbulkan terorisme baru. Jurnalisme teror berubah sekaligus menjadi teror jurnalisme. Artinya tujuan meneror atau menakuti publik oleh teroris semakin tercapai. Hari-hari ini seluruh elemen bangsa berfokus pada upaya deradikalisasi. Deradikalisasi tersebut membutuhkan peran media.
Dinamika Pemberitaan
Informasi hasil kerja jurnalisme media dibutuhkan publik, namun ada etika dan perlu proporsional serta profesional. Misalnya selama pemberitaan tragedi Sarinah silam, KPI menjatuhkan sanksi kepada beberapa media. Semua tayangan tersebut melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI 2012.
KPI sendiri pernah mengeluarkan surat edaran ke seluruh lembaga penyiaran, agar dalam pemberitaan kasus terorisme lembaga penyiaran jangan malah memprovokasi keberadaannya. Heriyanto (2015) memberikan kritik pemberitaan terorisme selama ini justru mengarah pada simplifikasi karena menonjolkan drama. Pemberitaan semacam ini dapat berpotensi menjadi resonansi atas keberadaan terorisme.
Bonner (dalam Mathari, 2015) beberapa waktu lalu menuliskan penyesalan atas produk jurnalismenya sewaktu menjadi reporter investigasi the New York Times tentang kisah penangkapan Lotfi Raissi pasca peristiwa 9/11. Pengadilan di Inggris akhirnya menyatakan Raissi adalah korban fitnah dan memerintahkan agar dia mendapat kompensasi. Poin penting dari kasus ini adalah sikap ksatria wartawan yang mengakui telah melakukan dosa jurnalistik.
Upaya Perbaikan
Informasi cepat dibutuhkan, namun dibutuhkan pula keakuratan. Drama menarik tersaji, tetapi obyektifitas tetap harus dijunjung tinggi. Terorisme mesti disiarkan demi pencegahan dan pemberantasan, namun membutuhkan profesionalisme. Kasus-kasus kecil yang mencederai praktik jurnalisme mesti diperbaiki demi peran positifnya terhadap pemberantasan terorisme.
Pertama, mengimplementasikan cover both side. Pemberitaan mesti menjaga keseimbangan dari dua atau lebih sisi yang berkepentingan. Nara sumber penting tidak hanya dari satu sisi, apalagi terus menerus dalam kurun waktu tertentu. Misalnya dalam jurnalisme teror selalu menampilkan polisi atau BNPT. Penjelasan pihak lain, seperti masyarakat, mantan pelaku teror, dan lainnya dibutuhkan sebagai perimbangan dan kelengkapan informasi.
Kedua, mengupayakan investigasi mendalam. Jurnalisme investigatif layak dikembangkan dalam kasus radikalisme dan terorisme. Data jurnalistik tidak hanya mengandalkan sumber kedua, tetapi penting didapatkan secara primer langsung pada sumbernya di lapangan. Berbagai stratagei seperti penyamaran dan lainnya dapat diaplikasikan. Risiko lapangan dapat diminimalissi dengan profesionalisme dan dilindungi UU Pers.
Ketiga, melakukan validasi cepat dan akurat. Tayangan langsung untuk berita aktual membutuhkan keahlian pengemasan. Publik memang suka hal-hal yang cepat  dan bumbu drama. Namun di era medsos info-info cepat itu sudah didapatkan. Media mainstream mestinya melakukan validasi cepat, bukan justru mengikuti budaya virtual yang asal cepat. Berita hoax di jejaring sosial kadang dimaklumi, tetapi menjadi ironis jika muncul dari media konvensional.
Keempat, membangun literasi media masyarakat. Media melalui produk jurnalismenya tidak sekadar bertujuan memberikan informasi namun penting berorientasi pada upaya pencerdasan publik. Publik diajak memahami melalui berita yang ditampilkan serta ulasan nara sumber yang berkompeten dari berbagai pihak.
Kelima, bagi jurnalisme berbasis media sosial penting menjunjung etika virtual. Aktivitas media sosial memang cenderung liar karena pelakunya langsung individu yang sangat banyak. Berita hoax mudah sekali berseliweran. Hal ini disebabkan oleh budaya virtual yang masih rendah kualitas. Pengguna media sosial masih suka cepat meneruskan (forward) berita hingga menjadi viral tanpa terlebih dahulu cross check ke sumber lain. Psikologi pengguna umumnya ingin merasa diakui sebagai pelaku media sosial yang cepat mendapat informasi. Etika virtual mesti dibudayakan sebagai wujud tanggung jawab pengguna.
Terorisme adalah musuh bersama kemanusiaan dan bangsa ini. Semua komponen mesti berkontribusi termasuk media. Produk jurnalisme media yang dihasilkan dan disajikan jangan sampai justru menguntungkan bagi pelaku teroris. Semoga dinamika jurnalisme kasus bom Sarinah dapat menjadi pembelajaran guna perbaikan dan tidak mengulang kesalahan ke depan. Hal ini penting bagi upaya deradikasasi di negeri ini.

Rabu, 03 Mei 2017

Pemuda dan Media Online


Dari kiri ke kanan: Saya, M. Aminuddin Jabir, Nunung Rodiyah, dan Saivol Firdaus.
Hari minggu tanggal 19 Desember 2016 saya mendapatkan amanah untuk menjadi pembicara Seminar Nasional yang dilaksanakan oleh KNPI Tulungagung di Hotel Narita Tulungagung. Tema seminar adalah “Peran Pemuda dalam Pengawasan Penyiaran Sebagai Pilar Penjaga Moralitas Bangsa”. Pembicara yang lain adalah Nuning Rodiyah dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI Pusat) dan Ketua PWI Tulungagung, M. Aminuddin Jabir.
Pada seminar ini saya menyajikan materi yang judulnya sama dengan judul tulisan ini, yaitu “Pemuda, Media Online dan Deradikalisasi”. Pada bagian awal, dengan mengutip tulisan Ariel Heryanto yang berjudul, “Budaya Pop dan Persaingan Identitas” (dari buku Ariel Heryanto (ed.), Budaya Populer di Indonesia, Mencairnya Identitas Pasca-Orde Baru, terj. Eka S. Saputra, Yogyakarta: Jalasutra, 2012, halaman 7, saya menulis bahwa media sekarang ini telah menjadi bagian tidak terpisah dari kehidupan masyarakat sekarang ini. Media yang kini banyak menyita perhatian, energi, dan waktu bagi masyarakat Indonesia adalah televisi. Selain televisi, internet dengan segala jenis jejaring sosialnya juga dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya pemuda.
Selanjutnya saya menulis bahwa media itu tidak netral. Ada muatan nilai dan kepentingan yang diusung dari setiap tampilan media. Kemampuan media untuk menciptakan realitas dimulai dari kekuasaannya untuk menentukan jenis lansiran yang akan disebar kepada masyarakat. Mengutip pendapat Alex Sabur, proses penentuan berita dikenal dengan istilah framing, yaitu sebuah proses penyeleksian dan penyorotan  khusus terhadap aspek-aspek realita oleh media. Proses framing fokus pada strategi seleksi, penonjolan, dan tautan fakta ke dalam berita agar berita tersebut lebih bermakna, lebih berarti atau lebih diingat, dan untuk menggiring interpretasi khalayak sesuai perspektifnya. (Informasi lebih jauh bisa dibaca di Alex Sobur, Analisis Teks Media: Suatu Pengantar untuk Analisis Wcana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001), halaman 163.
Bahan presentasi
Dalam konteks moralitas, pemberitaan tentang hal-hal yang berkaitan dengan berbagai perilaku yang tidak sesuai dengan moralitas lebih sering dalam bentuk glamorisasi, pemujaan, dan dijadikan sebagai life style. Hal yang sama juga berlaku untuk konteks radikalisme. Implikasinya, masyarakat yang mengkonsumsi berita akhirnya mengikuti atau paling tidak menyetujui terhadap apa yang ditayangkan oleh media. Jika proses ini berlangsung secara massif dan dalam jangka waktu yang panjang maka terbangun konsepsi dan penerimaan masyarakat terhadap fenomena demoralisasi dan radikalisasi.
Media, apa pun bentuknya, memiliki banyak fungsi. Media bukan hanya berfungsi sebagai saluran pesan, melainkan juga sebagai subjek yang mengkonstruksi realitas, lengkap dengan pandangan, bias, dan pemihakannya. Media, dengan demikian, berfungsi layaknya agen konstruksi sosial dalam mendefinisikan realitas.
Segala yang menarik perhatian akan menjadi pokok perhatian (viral) masyarakat secara luas. Sekitar 10 tahun lalu, Inul Daratista adalah sebuah fenomena. Ariel Heryanto yang bukunya sudah saya sebutkan di atas, pada halaman 24 menulis bahwa, “Hanya dalam satu malam saja Inulmania melanda Indonesia dan dalam hitungan mingguan Inul berjingkrak dan menguasai sampul depan majalah-majalah nasional terkemuka, dan muncul di televisi lebih sering ketimbang kepala negara”.
Persebaran informasi di media online sekarang ini jauh lebih cepat lagi. Apa yang baru saja diunggah, sangat mungkin tersebar menjadi viral hanya dalam hitungan menit.  Persoalannya, media online sekarang ini digambarkan laiknya sebuah ruangan yang penuh sesak dengan berbagai konten negatif yang bernuansa kebencian, penghasutan, permusuhan, dan ajakan kekerasan.
Presentasi
Media sosial ibarat snack. Sedikit, renyah, dan menyenangkan. Konten emosi lebih kuat bila dibandingkan dengan media mainstream yang lebih faktual dan rasional. Ternyata pengaruh status dengan muatan negatif lebih kuat jika dibandingkan dengan status positif. “Hal ini berkaitan dengan sifat dasar manusia yang menganggap sesuatu yang negatif sebagai sinyal bahaya”, kata Roby Muhamad, Peneliti Status Media Sosial dari UI sebagaimana dimuat Harian Jawa Pos, Selasa, 6 Desember 2016, halaman 7.
Media itu memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Ia bisa membentuk cara berpikir seseorang. Bahkan orang yang telah cukup matang dalam kemampuan berpikirnya pun bisa dipengaruhi oleh media. Ia bisa berubah dalam pikiran, pemahaman, dan tindakannya karena kekuatan tulisan di media. Jika orang yang telah matang berpikir saja bisa berubah maka perubahan lebih mungkin terjadi pada anak-anak dan pemuda. Bahkan, “...ia bisa menentukan hitam putihnya pikiran mereka, meskipun orang tua mendampingi anak-anaknya setiap hari” (Muhammad Fauzil Adhim, Spiritual Parenting, (Bandung: Mizania, 2006), halaman 209.
Pemuda merupakan sasaran radikalisme. Setidaknya ada empat alasannya. Pertama, konten digital yang tersebar di internet banyak mengandung aspek radikalisme. Pilihan internet ini karena lebih mudah untuk diakses banyak kalangan. Anak-anak muda adalah konsumen internet terbanyak. (Informasi lebih jauh bisa dibaca di “Literasi Digital Atasi Ekstremisme”, Kompas, 6 Desember 2016.
Kedua, internet cocok dengan gaya hidup pemuda zaman sekarang. Pemuda sekarang nyaris tidak ada yang  tuna internet. Persoalannya, mereka menggunakan internet tanpa dilandasi oleh pengetahuan, wawasan, dan nalar kritis. Implikasinya, pemuda mudah terjerumus terhadap berbagai perilaku menyimpang atau melanggar moralitas, termasuk mudah terjebak ke dalam ajakan radikalisme.
Ketiga, pemuda memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar, termasuk keinginan mencoba hal-hal baru. Dalam kerangka ini, tidak jarang pemuda tidak mempertimbangkan berbagai aspek secara komprehensif.
Keempat, kondisi psikologis pemuda biasanya belum matang sebagaimana mereka yang sudah dewasa. Selain itu, pengalaman hidup mereka juga belum terlalu banyak. Inilah yang menjadikan pemuda adalah sasaran berbagai kepentingan, termasuk radikalisme.
Pada bagian akhir, saya menawarkan beberapa langkah deradikalisasi. Pertama, sikap penting yang semestinya dibangun dalam membaca berita dari media apapun adalah sikap kritis. Jangan langsung percaya terhadap setiap berita yang ada di media. Tidak setiap kebenaran di media itu otomatis tanpa kesalahan. Berita yang disajikan di media, khususnya di internet, harus diposisikan sebagai objek yang harus dikritisi. Apalagi sekarang ini berita hoax begitu banyak ditemukan, khususnya lewat jejaring sosial.
Kedua, literasi media. Kehidupan yang semakin kompleks, terutama dengan hadirnya media, seharusnya menyadarkan banyak pihak untuk memahami realitas secara objektif. Media telah ada dan menjadi bagian tidak terpisah dari kehidupan. Keberadaan media bukan hanya sekadar sebagai pelengkap saja melainkan telah menciptakan ketergantungan. Pada kondisi semacam ini, sikap yang penting dikembangkan adalah literasi media. Literasi media adalah kemampuan membaca dan menulis secara konstruktif di media.
Ketiga, kebijakan. Media online sekarang ini seolah tanpa kendali. Segala jenis isi tersebar luas tanpa ada yang mengendalikan. Siapa pun bisa masuk di dalamnya secara bebas. Justru karena kebebasan yang tanpa kendali inilah yang kemudian membawa dampak yang sangat besar, khususnya pada aspek moralitas. Pergeseran moralitas yang sekarang ini semakin liberal dan permisif disebabkan—salah satunya—berkembangnya media online. Diperlukan kebijakan yang tepat untuk membentengi masyarakat Indonesia. Globalisasi memang memberikan aspek positif, tetapi dampak negatifnya juga luar biasa. Justru karena itulah diperlukan kebijakan yang mengatur media online agar bisa meminimalisir berbagai ekses negatifnya.
Keempat, penguatan pendidikan. Pendidikan adalah institusi yang paling efektif di dalam mewujudkan manusia bermoral dan berkualitas. Institusi pendidikan penting untuk memperkuat dirinya agar anak didiknya bisa dicegah dari berbagai ekses negatif media. Jangan sampai sekolah kehilangan peran strategisnya dalam kerangka mewujudkan manusia yang bermoral dan berkualitas. Justru yang ironis, sekolah tertentu dimasuki oleh orang-orang tertentu yang mengusung ideologi radikalis. Aspek ini penting untuk menjadi perhatian kita semua.

Keluarga Sambut Kepulangan BMI Pengidap Gangguan Depresi



Buruh Migran asal Desa Sumber Gede Kecamatan Sekampung, Lampung Timur Sudiartini yang dikabarkan mengalami depresi dan hilang ingatan kini telah sampai di Indonesia pada Jumat 07 April 2017 kemarin. Setelah sampai di tanah air Suhartini langsung dirujuk ke Rumah Sakit POLRI untuk menjalani perawatan intensif guna. pemulihan ingatannya.
Sebelumnya, sudiartini adalah buruh migran yang mengalami depresi di Taiwan dan ketika ingin dipulangkan pihak agen meminta tebusan 13 juta dari keluarganya. Namun setelah diadakan koordinasi dan advokasi oleh SBMI Lampung Timur akhirnya uang tebusan tersebut yang terindikasi pungli dapat digagalkan.
Dewi Eli Astuti selaku perwakilan SBMI Lamtim yang membantu advokasi keluarga korban mengatakan pada tanggal 30 Maret 2017 rencana pemulangan Sudiartini sudah dikabarkan pihak kedutaan yang ada di Taiwan, namun keadaanya memburuk dengan hilangnya kesadaran beberapa waktu di sana akhirnya maskapi menolak memulangkan dan batal yang akhirnya di tunda sampai tanggal 7 April 2017.  Pada tanggal 6 April 2017 pihak kedutaan yang ada di Taiwan menghubungi keluarga , pihak kedutaan mengatakan kepulangan Sudiartini akan di tunda lagi sampai membaik, namun keluarga menolak dengan keputusan kedutaan dengan alasan ingin segera bertemu dengan Sudiartini dan memastikan keadaannya.
Melalui Dewi pihak keluarga memohon korban agar dapat di pulangkan dengan segera dengan membuat.surat pernyataan yang ditujukan untuk kedutaan. Surat pernyataan itu menyatakan bahwa memohon Sudiartini dapat dipulangkan secepatnya dengan segala resiko yang terjadi saat pemulangan akan ditanggung oleh pihak keluarganya.
Akhirnya pada tanggal 07 Maret 2017 dengan bantuan advokasi SBMI Lsmtim korban dapat dipulangkan ke Indonesia dan langsung di rujuk ke RS POLRI.
"Awal dengar kabar tentang  Mbak Sudiartini dari Disnaker Lampung Timur tanggal 25 Maret kemarin, langsung saja saya ke rumah keluarga TKI tersebut dan meminta dokumen yang ada seperti KTP, nama perusahaan yang memberangkatkannya serta nomor pasport untuk mengurus advokasi kepulangan dengan pihak pemerintah," terang Dewi ketika menjelaskan kronologis penjemputan Sudiartini.
Saat ini korban masih dirawat intensif di Jakarta dengan didampingi oleh pihak keluarga yang menjemputnya sedangkan Dewi sendiri telah pulang ke Lampung untuk mengurus beberapa pengaduan dari keluarga BMI yang ada di wilayah Lampung Timur. Ketua SBMI  DPW Lampung Yunita Rohani ketika dikonfirmasi di tempat berbeda mengatakan bahwa SBMI khususnya Lampung akan terus melakukan advokasi untuk kasus buruh migran yang diadukan melalui SBMI. Ia juga mengatakan telah membuka pengaduan kasus melalui apapun seperti email, facebook , sms atau telepon langsung ke pihak SBMI Lampung untuk pengaduan advokasi kasus.
"Saat ini kami juga menangani mantan buruh migran yang kehilangan pendengaran selama satu tahun. Ia adalah mantan korban penyalah gunaan obat-obatan terlarang yang memerlukan rehabilitasi dan penanganan serius," ungkap Yunita.(tymu).

Tips Touring dengan Nyaman

Hasil gambar untuk tips touring

PERSIAPAN PRIBADI Sebaiknya siapkan kondisi kendaraan dan juga fisik masing-masing karena waktu perjalanan cukup panjang. Sebelum melakukan perjalanan sebaiknya makan dulu, minimal perut tidak kosong.

Persiapan barang yang harus dipersiapkan untuk individu:
  • Pakaian yang adem dan nyaman. Jangan sampai di atas motor pakaian bikin risih, apalagi gatal-gatal wah gawat.
  • Karena perjalanan malam, baiknya gunakan body protector yang dipasang di-dada, banyak dijual di pinggir jalan, kalau tidak ada, bisa juga pakai lapisan koran beberapa lembar.
  • Jaket, pakai jaket yang pas badan, jangan yang berkibar-kibar. Hal ini dapat mempengaruhi hambatan angin yang ditimbulkan, dan mempengaruhi kecepatan.
  • Jas Hujan, karena lagi musim hujan pastikan dibawa, kalo bawa bonjengers bawa jas hujan dua, jangan yang nyetir saja, kasihan yg belakang. Sebaiknya pilih jas hujan model terpisah antara baju dengan celana, jangan yang model ponco. kalo perlu malah sekalian penutup sepatunya (Gaiters), bisa dibeli di toko-toko adventurer.
  • Sarung tangan, yang bagus dari bahan kulit, tapi tidak kaku jadi handling grip-nya masih terasa.
  • Sepatu, pilih yang modelnya sangat nyaman dengan kaki kita, jangan kesempitan. Sebaiknya pilih yang modelnya menutupi mata kaki kita. Kalo tidak ada minimal pake sepatu model sneaker (sepatu kets)
  • Tas Ransel, letakkan barang-barang dalam tas ransel, jangan pakai tas travel, repot!
  • Kacamata hitam, jangan lupa. Biar tidak silau kalau jalan di siang bolong!
  • Helm, sebaiknya gunakan yang model full-face, atau paling tidak helm yang dapat menutupi sampai ke telingga kita.
  • Surat surat kendaraan, seperti SIM, STNK dan KTP, siapa tahu ada pemeriksaan di jalan, kalau tidak lengkap bisa mengganggu perjalanan lainnya.
  • Obat-obatan pribadi. Buat yang punya penyakit khusus bawa obat masing-masing. Yang juga penting bawa doping alias vitamin agar stamina tetap terjaga, minum satu sebelum berangkat.
  • Tools motor yang cukup. Untuk motor yang agak rewel bawa moving parts yang kira-kira akan bikin rewel di jalan apalagi kalau sudah dimodif, rewelnya suka aneh-aneh. Ingat penyakit-penyakit motor yang biasanya,dan bawa parts cadangannya. Jangan terlalu mengandalkan pada logistik.
  • Duit secukupnya.
KESIAPAN MOTOR Untuk kesiapan kendaraan, jangan lupa untuk memastikan bahwa kendaraan yang kita bawa dalam keadaan sehat atau laik jalan jauh. Yang sebaiknya harus diperiksa:

  •  Olie mesin, cepat ganti apabila sudah lewat batas KM-nya.
  • Minyak Rem.
  • Kanvas Rem
  • Kekencangan/kerenggangan rantai motor
  • Kopling, kalau selah kopling dirasa sangat berat, coba cek lagi.
  • Ban, kalau sudah gundul, sebaiknya langsung di tukar dengan yang baru, apalagi jika sedang musim hujan, akan sangat berbahaya.
  • Cek kondisi lampu-lampu kendaraan, terutama lapu depan (head lamp), lampu belakang, lampu sein.
  • Ada baiknya untuk memeriksakan kondisi kendaraan/motor langsung ke bengkel kepercayaan, sekalian tune-up, biar dijalan dapat berjalan dengan baik dan tenang.
SUSUNAN ROMBONGAN TURING Captain Leader, Kapten rombongan
  • Bertanggung jawab atas perjalanan turing ini, Tahu mengenai medan yang akan dilalui, dan pengambil keputusan kapan harus berhenti, istirahat, dan jalan. Memantau kondisi medan di depan apakah bisa dilewati rombongan dengan aman atau harus extra hati-hati. Memutuskan rute-rute mana yang akan dilalui rombongan dan memberitahukan tanda-tanda peringatan kepada rombongan di belakangnya. Kapten berada paling depan diapit blocker kiri-kanan.
  • Sebagai leader,harus menjaga kecepatan motor, biar yang dibelakang tidak ketinggalan, sebaiknya jaga kecepatan hingga maksimal 60 KM/Jam, supaya yang dibelakang tidak terlalu cepat dan sweeper juga bisa mengejar rombongan dan voijrider bila terjadi keadaan darurat. Apalagi turing ini banyak yang bawa bonjengers. Jika ada motor liar mengajak balapan biar saja blocker atau sweeper yang urus, acungin jempol tuh motor biar dia senang.
  • Kecepatan konstan juga agar rombongan tidak terpecah dan tidak mengorbankan teman, karena di jalan raya pada waktu menyalib kendaraan tidak semua sopir sifatnya mau mengalah jadinya bisa kecelakaan, karena pada saat yang satu habis menyalib ada ruang kosong si sopir biasanya langsung main masuk dan kasihan rombongan yang belakang karena bisa terjadi kecelakaan entah terserempet kendaraan yang kiri atau tertabrak kendaraan dari arah berlawanan.
  • Sebagai kepala rombongan, Kapten harus memberi contoh kepada rombongan di belakang etika berlalu lintas yang baik. Berhentilah apabila lampu merah sedang nyala, dsbnya. Sebagai leader, juga harus pasang mata dengan sebaik-baiknya. Kalau-kalau ada lubang atau hambatan didepan harus kasih tanda ke rombongan di belakang secara estafet. Peserta dibelakangnya wajib melakukan hal yang sama terus sampai ke peserta paling belakang (sweeper).
 Berikut beberapa tanda peringatan dalam touring:
  • Tangan (kiri atau kanan sama aja) mengepal ke atas artinya Berhenti.
  • Tangan mengepal digerakkan ke atas dan bawah vertical atau menggerak-gerakan telapak tangan vertikal atas bawah, artinya Mulai Perlambat motor, Mau berhenti..
  • Menurunkan salah satu kaki ke kiri / kanan artinya ada hambatan di depan berupa lubang atau Pembatas jalan, atau hambatan lainnya di sebelah kiri/kanan, jangan dilewati!
  • Menurunkan kedua kaki artinya perlambat motor, hati – hati ada polisi tidur, atau jalan rusak.
  • Tanda dengan tangan ke kiri / kanan, artinya Akan berbelok ke arah yang ditujukan tangan.
  • Pada saat jalan sepi, kapten harus mengecek rombongan dengan menurunkan kecepatan kemudian mengecek rombongan dari yang pertama hingga yang terakhir. Kemudian kembali lagi ke depan. Sementara kapten mengecek rombongan tugasnya dialihkan ke Vojrieders.
VOJRIDERS Sebagai pendamping kapten. Vojriders motornya harus dilengkapi sirine dan lampu rotator agar kendaraan di depan dapat mengetahui dengan segera keberadaan rombongan kita. Vojriders juga harus ikut menjaga kestabilan kecepatan agar rombongan yang dibelakangnya tidak keteteran dan mengingatkan Kapten bila terlalu cepat. Fungsi vojriders disini minimalis, hanya sebagai kepala ular-ularan saja. Rotator harus terus menyala sampai tujuan, boleh diistirahatkan sebentar-sebentar jika jalan kosong. Sirine tidak harus meraung-raung sepanjang perjalanan, berisik bikin pengeng! Bunyikan pada saat diperlukan, misalnya di persimpangan jalan, jalan di depan macet bergerak, menyalip truk/tronton, dll.

BLOCKER (Safety Officer) 2 orang disamping kapten, kiri dan kanan untuk membuka jalan. 1 orang di kiri utk meminggirkan kendaraan yang ada dikiri, dan 1 dikanan utk meminggirkan kendaraan yang ada dikanan. Tugas blocker sangat berat butuh mental yang kuat, dan fisik prima, handling berkendara yang bagus dan bernyali gede. Jadi formasinya mungkin seperti trisula. Kiri menyalakan sein kiri dan blocker kanan menyalakan sein kanan.

SWEEPER Sweeper ini harus minimal adalah motor yang bisa mendahului rombongan mensejajari kapten apabila ada keadaan yang mengharuskan rombongan berhenti. Akselerasi cepat dan handling harus bagus. Sweeper minimal 2 kendaraan. Tugasnya sebagai penyapu apabila ada kendaraan/peserta yang tertinggal dibelakang, posisinya berada dipaling belakang rombongan karena dia juga berfungsi untuk memberitahukan leader didepan apabila dibelakang terjadi hambatan. Salah satu sweeper secara bergantian juga mengatur barisan agar rapi dan berada di barisan. Sweeper berhak menegor anggota rombongan yang ugal-ugalan, dan tidak mengindahkan aturan. Ada baiknya motor sweeper juga dilengkapi dengan alat alat pelengkap seperti sirine, atau lampu rotator. Sama dengan blocker, sweeper kiri menyalakan sein kiri dan sweeper kanan menyalakan sein kanan.

ETIKA TOURING! 1. DATANG ON TIME!. Datang sesuai dengan jadwal yang ditentukan, minimal satu jam sebelum berangkat untuk istirahat, persiapan dan briefing.

2. NYALAKAN LAMPU DEPAN DAN HAZARD! Meski jalan di siang hari, nyalakan semua lampu depan kendaraan agar kendaran lain yang didepan atau dari arah berlawanan dapat dengan cepat mengetahui keberadaan motor kita. Juga nyalakan hazard bagi yg sudah pasang. Untuk yg gak ada hazard, pasang sen kanan. Sen dan hazard dinyalakan terus sepanjang perjalanan. Kalo mau diistirahatkan gunakan waktu ketika berhenti atau lampu merah. Karena itu kondisi aki harus diperhatikan sebelum berangkat, cek kondisi setrum dan airnya jangan sampai kurang!

3. JANGAN SALIP MENYALIP! Ketika akan jalan, ingatkan siapa kawan di depan and dibelakang motor kita. Jadi kalo ada yg hilang satu di jalan ketahuan. Jangan saling menyalip kawan di depannya kecuali diperintah sweeper. Turing bukan untuk saling menyalip,bukan balapan!, tapi kerapihan, ketertiban berkendara, dan kebersamaan.

Bukan dilihat siapa yang sampai duluan, tapi bagaimana sampai semuanya dengan selamat sampai tujuan. Jangan melakukan manuver-manuver yang tidak perlu/berbahaya, dan jangan keluar dari rombongan yang ditentukan.

Jalan di sisi jalan, jangan ditengah-tengah, nanti bisa tabrakan! Peserta turing harus saling menjaga satu sama lain, kalau di depan motor kawan kita miring-miring ke kiri kanan, dan sweeper sedang tidak berada di sisi rombongan, tegor saja kawan kita takutnya ngantuk. Tapi juga tidak perlu ikut ngatur-ngatur barisan, terima kasih bro, but itu udah ada pembagian tugas masing-masing. Sebagai peserta rombongan cukup ikutin aturan sudah sangat membantu.

4. JAGA JARAK, SILANG ! Jaga jarak aman antar kendaraan, posisi motor dengan yang depan agak bersilangan, sehingga bisa mengantisipasi bila motor/kendaraan didepan tiba tiba melakukan manuver/rem mendadak.

5. PATUHI ATURAN LALU LINTAS ! Tetap menjaga aturan berlalulintas yang baik. Jangan mentang mentang rombongan banyak lalu melanggar rambu rambu lalu lintas dengan seenaknya, seperti terobos lampu merah, selip kiri selip kanan tanpa sein, berjalan berjejer dengan menghambat laju kendaraan dibelakangnya, dan jangan buang sampah seenaknya….

Jika vojriders terkena lampu merah sebaiknya berhenti, meski kita rombongan banyak dan ada surat jalan, polisi tidak suka kalau kita terobos lampu merah. Kecuali kalau vojriders pas lampu hijau kemudian pas tengah rombongan tiba-tiba merah, agar tidak terputus bisa lanjut terus asal dijaga oleh blocker. Jadi ketika lampu lalu lintas, meski hijau blocker tetap harus siap menjaga rombongan kalo-kalo lampu merah menyala di tengah rombongan.

IMPORTANT !! Mungkin nanti jika peserta ternyata banyak, akan dibagi atas dua rombongan.Ini dimaksudkan agar kontrol dapat dilakukan dengan baik dan mudah, setiap rombongan harus bisa ingat siapa siapa saja yang masuk ke rombongannya. Jangan melakukan manuver-manuver yang tidak perlu /berbahaya,
dan jangan keluar dari rombongan yang ditentukan. Jangan melakukan balapan, karena tujuan touring adalah jalan-jalan santai, bukan untuk balapan!

Bila mengantuk berat, terjadi masalah, atau ada kerusakan motor segera beritahu sweeper dengan keluar dari barisan sambil mengacungkan tangan dan membunyikan klakson panjang, nanti sweeper akan menghampiri anda untuk menanyakan problemnya dan akan menghentikan rombongan agar menepi.

Buat Para Bonjengers / Foxy Lady, ada baiknya anda juga turut berpartisipasi dalam kegiatan perjalanan, jangan cuman sebagai penumpang ojeg doank-an ?. Caranya dengan aktip memberikan tanda tanda yang diperlukan bagi rombongan,seperti tanda kalo ada halangan didepan, tanda berbelok dan tanda tanda lainnya.

Waktu touring jangan mengeluh, karena touring dengan rombongan memakan waktu yang lumayan lama, beda kalau jalan sendiri, waktu bisa cepat, tapi kalo tour enaknya kita bisa bareng berangkat dengan teman-teman. Belum lagi kalo ada kejadian ban kempes atau ada kejadian lainnya.

Sebelum berangkat, jangan lupa berdoa, semoga tidak terjadi apa-apa di jalan,selamat sehat walafiat sampai tujuan pulang dan pergi. Amin.

http://alievalvian.weebly.com

Mengenal Pesona Lampung Timur

  Hasil gambar untuk gambar pesona lampung timur

TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS
Merupakan suaka alam dataran rendah dengan luas kurang lebih 126.000 hektar. Taman nasional (km 114) terdiri dari dua destinasi yaitu Pusat Konservasi Gajah dan Camp Jagawana Resort Way Kanan.
Pusat Konservasi Gajah merupakan area konservasi gajah yang dapat digunakan oleh manusia agar lebih bermanfaat dan sesuai dengan prinsip konservasi. Pertunjukan gajah (on request) menampilkan pertunjukan menarik seperti gajah berjoget, berdiri di tonggak melangkahi manusia,
bermain bola dll. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan diantaranya adalah safari gajah, dan pengamatan aktivitas pelatihan dan foto hunting. Waktu kunjungan : untuk pengamatan aktivitas gajah sebaiknya pagi sekali atau jam 4 – 5 sore. Tersedia fasilitas umum seperti pesanggrahan, kios makanan, kios cinderamata, mushola dan fasilitas umum lain.
Resor Way Kanan dan Suaka Rhino Sumatera termasuk dalam wilayah Taman Nasional Way Kambas dengan lokasi 13 km dari pintu gerbang Plang Ijo. Di sepanjang jalan pengunjung yang beruntung dapat melihat satwa liar yang berkeliaran atau melintas jalan, Way Kanan adalah surga bagi pecinta alam karena kekayaan flora dan faunanya. Dalam kawasan ini terdapat Sumateran Rhino Sanctuary (SRS) yang merupakan proyek penelitian pengembangan populasi Badak Sumatera di habitat aslinya yang telah berhasil melahirkan seekor badak Andatu.
Kegiatan yang dapat dilakukan adalah tracking di hutan rimba atau berperahu motor ke hulu atau hilir sungai untuk mengamati flora dengan fauna yang terdapat di alam hutan bebas, perjalanan harus dipandu dengan petugas.
Jalan lain dapat ditempuh melalui kota Metro – Pekalongan – Sukadana – Tridatu – Way Kambas. Rute lainnya yaitu melalui Sribhawono – Way Jepara – Way Kambas. Dari Bandar Lampung dengan 2 jam perjalanan melalui Situs purbakala Pugung raharjo, melewati perkebunan lada dan perkampungan asli Lampung, Desa Wana Melinting.
PUSAT KONSERVASI GAJAH
Gajah-gajah liar yang dilatih di Pusat Konservasi Gajah (9 km dari pintu gerbang Plang Ijo) dapat dijadikan sebagai gajah tunggang, atraksi, angkutan kayu dan bajak sawah. Pada pusat latihan gajah tersebut, dapat disaksikan pelatih mendidik dan melatih gajah liar, menyaksikan atraksi gajah main bola, menari, berjabat tangan, hormat, mengalungkan bunga, tarik tambang, berenang dan masih banyak atraksi lainnya. Patroli Gajah di TN Way Kambas. Pusat Konservasi Gajah ini didirikan pada tahun 1985. Sampai saat ini telah berhasil mendidik dan menjinakan gajah sekitar 290 ekor.Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:Pusat Latihan Gajah Karangsari. Atraksi gajah. Way Kambas. Untuk kegiatan berkemah.Way Kanan. Penelitian dan penangkaran badak sumatera dengan fasilitas laboratorium alam dan wisma peneliti.Rawa Kali Biru, Rawa Gajah, dan Kuala Kambas. Menyelusuri sungai Way Kanan, pengamatan satwa (bebek hutan, kuntul, rusa, burung migran), padang rumput dan hutan mangrove. Transportasi menuju Taman Nasional Way Kambas: Bandar Lampung – Metro – Sukadana – Way Kambas, menggunakan mobil + 2 jam. (via Jalan Lintas Timur Lampung Labuhan Ratu, menggunakan mobil pribadi + 2 jam. Pelabuhan Bakauheni – Labuan Maringgai – Bakauheni)
Hasil gambar untuk gambar pesona lampung timur
DESA TRADISIONAL WANA
Desa Wana merupakan salah satu dari tujuh desa inti, kediaman dari masyarakat Lampung Melinting. Arsitektur tradisional berupa rumah panggung khas masyarakat Lampung Melinting masih cukup banyak terlihat di desa ini. Tarian yang cukup populer sejak lama yang berasal dari daerah ini yaitu tari Melinting yang biasanya dipertunjukkan saat menerima kunjungan tamu atau wisatawan.Suasana dan nuansa kehidupan khas masih sangat terasa, berikut acara-acara tradisi yang masih dilaksanakan masyarakat setempat, seperti upacara perkawinan, pertemuan adat dan lain-lain. Desa Wana terletak sekitar 7 km dari jalur Bandar Lampung ke Way Kambas, lalu masuk dari simpang desa Sribawono, kurang lebih berjarak sekitar 67 km dari kota Bandar Lampung.
TAMAN PURBAKALA PUGUNG RAHARJO
Situs Pugung Raharjo ditemukan pada tahun 1957. Luas area sekitar 30 hektar , terletak di Kecamatan Sekampung Hilir, Lampung Timur Merupakan peninggalan jaman megalitik, berupa Arca batu, prasasti batu berlubang, menhir, punden berundak, Arca type Polynesia. Terdapat pula keramik lokal dan asing (dari dinasti Han, Yuan, Sung) Ditemukan benteng parit primitif sepanjang 1,2 km mengelilingi situs purbakala, diduga parit ini dahulunya berisi air yang konon menurut cerita bila dipergunakan untuk mandi dapat membuat awet muda. Tujuan dapat dicapai dengan 40 km dari kota Bandar Lampung.
Hasil gambar untuk gambar pesona lampung timur
SENTRA PENJUALAN BIBIT BUAH-BUAHAN & BALAI BENIH INDUK HORTIKULTURA PEKALONGAN
Balai Benih Induk (BBI) Pekalongan Lampung Timur terletak 12 km dari Kota Metro atau 23 km dari Sukadana, merupakan Kawasan agrowisata seluas 64 Ha yang berpotensi dalam pengembangan budi daya tanaman buah-buahan seperti rambutan, durian, jeruk, kelengkeng, dan mangga. Berbagai ujicoba termasuk kultur jaringan dilakukan untuk mendapatkan bibit buah buahan yang unggul. Di luar area sekitar Pasar Pekalongan juga terdapat sentra penjualan bibit buahan buahan yang cukup lengkap. Bila anda ingin menanam salah satunya dapat singgah di salah satu gerainya.

Di Lansir http://pariwisatalampung.com

Selasa, 02 Mei 2017

Kerennya Wisata di Lampung Timur

Lampung Timur adalah sebuah kabupaten di provinsi Lampung yang berada di pesisir Laut Jawa. Kabupaten ini memiliki pusat pemerintahan di kecamatan Sukadana. Tanpa bercerita panjang lebar, langsung saja kita telusuri tempat-tempat wisata yang terletak di Lampung Timur.

1. Danau Way Jepara, Kerennya Luar Biasa

Danau Way Jepara adalah salah satu andalan wisata di Lampung Barat. Danau ini terletak di kecamatan Way Jepara dengan luas total danau mencapai 200 hektar. Ada kisah kejayaan kecamatan Way Jepara yang masih terkenang hingga sekarang. Dulu kecamatan ini adalah salah satu lumbung padi terbesar di lampung hasil dari panen melimpah sawah yang mendapatkan pengairan dari Danau Way Jepara.
Danau Way Jepara, via instagram
Danau Way Jepara, via instagram
Kini debit air danau Way Jepara semakin menyusut yang menyebabkan ribuan hektar sawah tak teraliri air. Pun demikian pemandangan di sekitar danau ini tetap saja menarik perhatian banyak pengunjung terutama pada hari libur. Salah satu yang bisa diharapkan dari danau ini adalah dikembangkan sebagai tujuan wisata. Apalagi sarana penunjang sudah terbangun dengan baik terutama akses jalan yang mulus hingga ke lokasi.

2. Taman Nasional Way Kambas, Tujuan Wisata Terpopuler di Lampung Timur

Taman Nasional Way Kambas bukan hanya tujuan wisata populer di Lampung Timur namun juga menjadi salah satu tujuan wisata populer di Indonesia bahkan dunia. Pintu masuk ke taman nasional ini berada di desa Karangsari dan bisa dicapai oleh traveler dengan berkendara dari Bandar Lampung selama 2 jam.
Taman Nasional Way Kambas, via instagram
Taman Nasional Way Kambas, via instagram
Taman nasional Way Kambas adalah tempat yang tepat untuk bertemu dengan gajah Sumatera yang langka. Kegiatan yang bisa dilakukan di sana antara lain safari gajah, foto hunting, naik kereta gajah dan ada pula pertunjukan gajah. Fasilitas wisata yang tersedia di taman nasional ini pun terbilang lengkap mulai dari toilet, musala, area parkir, kios makanan, cinderamata dan lain sebagainya.

3. Taman Purbakala Pugung Raharjo, Aset Penting Lampung Timur

Taman Purbakala Pugung Raharjo adalah sebuah situ purbakala dari zaman megalitikum yang ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1957 oleh penduduk setempat di kecamatan Sekampung Udik. Lokasinya berjarak sekitar 40 km dari kota Bandar Lampung. Di dalam area taman purbakala ini ditemukan banyak peninggalan arca batu, menhir, punden berundak, keramik lokal maupun asing dan masih banyak lagi.
Taman Purbakala Pugung Raharjo, via instagram
Taman Purbakala Pugung Raharjo, via instagram
Taman Purbakala Pugung Raharjo menempati lahan seluas 30 hektar. Terdapat pula benteng parit primitif yang diyakini dulunya parit tersebut berisi air. Konon air yang mengaliri parit purba tersebut berkhasiat membuat orang awet muda. Kini parit tersebut telah kering dan menyisakan hamparan tanah tandus dengan segudang peninggalan penting.

4. Islamic Center, Landmark Terpopuler di Lampung Timur

Tempat ibadah yang satu ini tidak boleh dilewatkan oleh traveler yang berada di Lampung Timur. Masjid Ar-Rahman yang juga dikenal sebagai Islamic Center Lampung Timur ini berada di kecamatan Sukadana. Masjid ini sekarang menjadi ikon kota dengan arsitekturnya yang indah.
Islamic Center, via instagram
Islamic Center, via instagram
Tentu saja selain mengagumi keindahan arsitektur masjid traveler yang berkunjung ke Islamic Center Lampung Timur bisa sekalian istirahat dan beribadah. Tempat ibadah ini juga menjadi pusat syiar agama Islam di Lampung Timur. Pasti ada yang kurang jika liburan di kabupaten ini tanpa punya foto di salah satu landmarknya yang ikonik ini.

5. Danau Beringin Indah, Potensi Wisata Air di Lampung Timur

Selain pantai Lampung Timur punya sumber daya alam lain untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata air. Kabupaten ini punya banyak danau berpemandangan indah yang belum tergarap secara optimal. Selain danau Way Jepara ada lagi Danau Beringin Indah yang letaknya tidak jauh dari pusat kota Sukadana.
Danau Beringin Indah, via instagram
Danau Beringin Indah, via instagram
Meski memiliki nama Danau Beringin Indah namun untuk saat ini penampilan danau tersebut masih jauh dari kata indah. Tempat yang dulu pernah menjadi salah satu tujuan wisata populer ini sempat mati suri. Kini pemkab Lampung Timur tengar gencar untuk menghidupkan kembali objek wisata alam ini. Sayang memang melihat potensi besar yang dimiliki Danau Beringin Indah dibiarkan begitu saja.

6. Suaka Rhino Sumatera (SRS), Bertemu Badak Sumatera yang Sangat Langka

Kembali lagi ke kawasan Taman Nasional Way Kambas, ada satu area yang dibangun khusus untuk penangkaran badak Sumatera yang terancam punah, namanya Suaka Rhino Sumatera (SRS). Inilah salah satu spot yang paling banyak dikunjungi wisatawan saat berada di Way Kambas.
Suaka Rhino Sumatera, via instagram
Suaka Rhino Sumatera, via instagram
Di dalam Suaka Rhino Sumatera, dipelihara badak dari spesies yang sangat terancam punah. Pengelola akan memperhatikan betul kesehatan badak serta menyediakan habitat yang nyaman sesuai dengan habitat aslinya. Traveler bisa berfoto dengan badak super langka di lokasi ini.

7. Waterboom Tirta Kencana Sribhawono, Pilihan Tepat untuk Liburan Keluarga

Waterboom Tirta Kencana Sribhawono adalah waterpark yang terletak di kecamatan Bandar Sribhawono, kabupaten Lampung Timur. Taman wisata air ini telah berdiri sejak tahun 2007 dan menjadi salah satu tujuan favorit wisata keluarga.
Waterboom Tirta Kencana Sribhawono, via instagram
Waterboom Tirta Kencana Sribhawono, via instagram
Waterboom Tirta Kencana Sribhawono menjadi salah satu tujuan wisata air terbesar di Lampung Timur yang dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap. Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain kolam renang untuk anak dan dewasa, bungee jumping, dragon coaster, gazebo untuk pertemuan, kereta mini, tempat biliar dan masih banyak lagi. Pada saat-saat tertentu pengunjung akan dihibur oleh penampilan organ tunggal dan live band.

8. Pantai Labuhan Maringgai, Potensi Wisata Bahari di Lampung Timur

Labuhan Maringgai adalah nama dari sebuah kecamatan yang berada di pesisir timur kabupaten Lampung Timur. Karena posisinya yang menghadap ke Laut Jawa membuat daerah ini punya banyak pantai yang berpotensi dikembangkan sebagai tujuan wisata.
Pantai Labuhan Maringgai, via instagram
Pantai Labuhan Maringgai, via instagram
Sederet pantai yang ada di daerah ini secara kumulatif disebut dengan Pantai Labuhan Maringgai. Beberapa diantaranya yang cukup dikenal traveler adalah Pantai Kuala Penet, Pantai Kuala Bom, Pantai Cemara, Pantai Prunas, dan Pantai Bandung. Meski begitu ketenaran pantai di timur Lampung ini masih kalah pantai-pantai di Teluk Lampung dan Teluk Semangka.

9. Sesat Agung, Bangunan Tradisional Lampung

Destinasi yang terakhir ini tidak boleh dilewatkan traveler yang berlibur ke Lampung Timur. Adalah Sesat Agung atau populer juga disebut dengan Nuwou Sesat, bangunan tradisional adat Lampung yang sangat unik. Bangunan ini biasanya digunakan untuk balai pertemuan. Untuk traveler ketahui bahwa Sesat Agung bukanlah rumah tradisional lampung, bangunan ini hanya digunakan untuk menggelar pertemuan.
Sesat Agung [image source]
Sesat Agung [image source]
Rumah adat lampung sendiri bernama Pepadun. Yang membedakan antara keduanya adalah ukuran bangunannya dimana Sesat Agung berukuran lebih besar. Keunikan dari bangunan ini adalah adanya hiasan payung besar berwarna putih, kuning dan merah di atapnya. Di Lampung Timur bangunan Sesat Agung bisa traveler jumpai di Sukadana yang difungsikan sebagai sarana informasi budaya Lampung Timur. Meski bagian timur wilayah kabupaten Lampung Timur berbatasan dengan Laut Jawa namun nampaknya pemerintah daerah belum sepenuhnya membangun kawasan tersebut menjadi destinasi wisata. Hal ini bisa dilihat dari minimnya promosi wisata pantai ke daerah ini. Pun demikian pengalaman liburan di Lampung Timur tetap memberikan kesan manis pada setiap traveler.

Di Lansir: http://travelingyuk.com

Rabu, 16 November 2016

Pahlawan Indonesia Dalam Masa

Melawan Pahlawan

Indonesia adalah negara merdeka bukan negara yang dijajah, negara demokrasi  bukan negara totaliter. Kemerdekaan yang ditandai dengan proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 telah diproklamirkan oleh bapak proklamasi, Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta. Inilah ujung tombak dari kepedihan para pejuang pahlawan kemerdekaan yang  dengan tulus ikhlas rela mati melawan penjajah biadab, demi hilangnya penindasan di bumi pertiwi. Sudah tak terhitung lagi  berapa banyak pahlawan yang  gugur dalam  medan perang atau bahkan mati dengan siksaan keji. Merekapun pantas mendapatkan gelar sebagai pahlawan tanpa mereka meminta.
Indonesia berduka, Indonesia belum “Merdeka” bahkan ini terjadi setelah proklamasi kemerdekaan. Sejak adanya orde baru oleh rezim soeharto serta kroni-kroninya. Mereka yang diharapkan menjadi pahlawan penerus perjuangan justru menjadi penjarah dan penjajah di negara sendiri. Rezim orde baru yang  jahat sangat menyengsarakan rakyat.  Rakyat indonesia sebagai “cicak dan kancil” seolah di kurung dalam kandang “buaya”. Jangankan bebas, mengkritik saja taruhannya nyawa. Jangankan merdeka, bungkam sebagai bentuk perlawanan saja dilenyapkan dari permukaan. Teror dan bentuk intimidasi kepada rakyat maupun lembaga yang dianggap sebagai penghalang kekuasaan akan terus dihalalkan. Mereka bagai “pahlawan” yang memakai “sandal dari neraka” yang membawa Indonesia membakar birokrasinya sampai keakar. Birokrasi  yang membawa mereka kepada  stuktur  arogansi militer kekuasaan, dimana rakyat tak ada hak  melawan apapun yang raja katakan.
Tulisan ini mengingatkan kembali bahwa rezim orde baru oleh Soeharto yang katanya diberi gelar “bapak pembangunan” justru menjadi bapak penindasan. Menjadi “pahlawan” yang harus di lawan. Karena warisan dosanya  sangatlah besar bahkan kebiadapannya diturunkan kepada anak cucunya sampai saat ini. Korupsi, kolusi, dan nepotisme adalah sesuatu yang mutlak yang tidak bisa dijatuhkan talak. Tumbuh makmur dan subur ditengah rakyat yang merintih perih menahan kelaparan dan kepedihan. Sangat ironis memang, kaum proletar bisa apa,  yang mereka fikirkan adalah bagaimana bisa dapat gaji dan besok bisa makan nasi. Tak pernah terlintas dalam benak mereka atas gedung-gedung yang dihuni  kaum munafik.
Bukan maksud hati mengungkit-ungkit kembali kejahatan orde baru, tetapi hanya mengingatkan bahwa pahlawan perjuangan dulu telah diinjak-injak dengan birokrasi menjijikkan. Membuka mata hati kita bahwa pahlawan adalah yang rela berjuang mati-matian, rela berkorban dihiasi darah dan air mata membela tanah air dan bangsa. Bukan mereka yang sok pahlawan berjuang mati-matian mematikan rakyat sendiri. Seolah Rezim orde baru menyalah gunakan wacana Ir. Soekarno tentang konsep berdikari yang mereka artikan sebagai berdiri memakan kaki sendiri.
Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November seharusnya tidak hanya dijadikan sebagai momentum pengingat peristiwa kelam saat para pejuang bangsa mati-matian melawan  serangan negara lain. Kepedihan saat terjadi pertempuran arek-arek Surabaya saat melawan tentara Inggris yang melancarkan serangan besar-besaran, dengan mengerahkan sekitar 30.000 serdadu, 50 pesawat terbang dan sejumlah kapal perang. Peristiwa tersebut menyebabkan insan tak berdosa mati sia-sia. Bukan tanpa alasan tentara Inggris menyerang, ini adalah bentuk murka mereka karana rakyat Indonesia di Surabaya Menolak ultimatum yang Jendral Militer Inggris keluarkan yaitu menyerahkan senjata yang dipegang rakyat Indonesia pada 10 November 1945 sebagai buntut atas terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur, pada tanggal 30 Oktober 1945.
Hari pahlawan tidak hanya sebagai formalitas dengan mengadakan pengibaran bendera setengah tiang, atau sekedar mengadakan acara yang berkaitan dengan kepahlawanan, setelah acara usai tak ada nilai yang bisa diambil. Harusnya dapat dimaknai dan diresapi sejauh mana kita semua rakyat Indonesia bisa meneladani pahlawan kita dan memikirkan apa saja yang bisa kita perjuangkan untuk memerdekakan keterpurukan  dan kepedihan Indonesia saat ini. Masih banyak yang perlu dilihat tanpa memandangnya sebelah mata. Korupsi, pengangguran, kemiskinan , kelaparan, penindasan merajalela.
Masih banyak penjajah dan penjarah yang tak lain adalah warga negara kita sendiri yang telah “murtad” sebab mendewakan uang dan kekuasaan. Lihatlah betapa tidak punya muka para koruptor yang tertangkap, bahkan penjarapun mereka sulap menjadi “surga” yang penuh kenikmatan, betapa biadab penegak hukum yang memegang prinsip bahwa hukum adalah tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Betapa menyedihkan saat lingkungan dan alam telah dieksploitasi seenak jidat sendiri sehingga bagaimanapun rusaknya mereka tak peduli. Betapa menyesakkan dada, saat pejabat terhormat justru berusaha melanggengkan kekuasaan tanpa hasil yang berarti dan justru menambah beban rakyat dengan segala bentuk penjarahannya. Betapa mirisnya kaum pelajar, mahasiswa yang notabene paham pendidikan justru berulah , menyesatkan diri mereka dengan tawuran, pergaulan bebas, dan narkoba.
Kita semua harus bangkit, jangan sampai menjadi “sampah” dinegeri sendiri. Jangan sampai menjadi sosok “pahlawan” yang harus dilawan. Bagaimanpun posisi kita saat ini. Pelajar, mahasiswa, guru, penegak  hukum, politisi, pedagang, pengusaha, buruh,  petani, dan seluruh rakyat Indonesia harus bersinergi, bahu-membahu, bersatu membangun indonesia yang merdeka dari segala aspek kehidupan seperti: ekonomi, sosial, budaya, agama dan lain sebagainya, sehingga tak akan ada lagi celah penjarah dan penjajah yang mengeruk lebih dalam kekayaan dan kemakmuran neger kita ini. Jangan pernah mengaku serta berbangga diri sebagai rakyat Indonesia, kalau tak ada kontribusi dan tak ada manfaat buat bumi  pertiwi ini. Kuncinya adalah mulai dari pribadi kita sendiri untuk berubah, mulai dari hal yang kecil, dam mulai dari sekarang. Kalau tidak sekarang kapan lagi, kalau tidak kita siapa lagi.
Penulis : Ahmad Sabiqul Mustofa (Mahasiswa UM Metro)

Selasa, 30 Agustus 2016

Puisi Hati

SepiMu:Pada Desa

Desa memang kau awal pusaka
Perlahan teracuhkan dalam kemajuan
Tempatmu tak pernah diperbincangkan
Sedang dulu kau jadi surga yang terindukan 

Muda mudimu menjadi durhaka pulang ke kota
Tak mau hidup dalam kesenangan desa
Sendu,sepi juga rindu kini wajahmu gelisah
Kesejukan pagimu tak lagi dirindukan

Harmoni tentang sendunya desa
Menangis kerana kian hari terkikis
Tanahmu menjadi nahkoda kemajuan
Namun tak pernah wajahmu diabaikan

Kegiatan kita

115 Kegiatan Besar
Rata rata Event yang kami Jalankan
9000 Berita
Bacaan setiap tahun
4000 Pelanggan
Rata rata pertahun pelanggan mengantri

Our Team

TIMU IRAWAN
CEO
Toni
Creative Designer
Adrian
Sales Manager
ERIKA A
Developer

Contact

Hubungi Kami

Beri tahu kami ketika anda membutuhkan sesuatu ataupun ingin mengajak kerja sama Tim kami. Suport dan Donasi anda membuat kerja kerja kemanusiaan yang kita himpun akan semakin kuat dan bermanfaat.

Alamat (Address):

Bandar Lampung, Jl. Nusantara , Indonesia

Jam Kerja (Work Time):

Senin (Monday) - Jumat (Friday) 9am - 5pm

No HP/Phone:

085664333675

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Bisnis Global, Market dan Peluangnya

 Beberapa realitas bisnis yang sedang terjadi saat ini dan patut kita jadikan bahan analisis bisnis, AI bukan lagi keunggulan, tetapi keb...