Berbagi, Berdiskusi dan Mengabdi untuk kecerdasan Negeri
Solusi Menuju Kemajuan Bersama
Mengulas topik-topik Sosial, Ekonomi, Budaya, dan Politik yang hangat ditengah masyarakat dalam bentuk bacaan ringan dan analisis melalui observasi langsung ke masyarakat dalam bentuk pendampingan komunitas dan audiensi ke Pemerintah.
"Selamatkan Hutan Mangrove Demi Menyelamatkan Tempat Berpijak."Kalimat tersebut menjadi tema dalam Festival Tanam Mangrove yang digelar di Desa Purworejo, Kecamatan Pasir Sakti, Lampung Timur pada tanggal 10 Oktober 2017.
Festival yang bertujuan untuk mempromosikan objek dan daya tarik wisata di Kabupaten Lampung Timur tersebut dimaksudkan untuk mendukung program pemerintah tentang upaya penyelamatan bumi dari pemanasan dunia, pencegahan terjadinya erosi/abrasi pantai dan juga sebagai tempat perlindungan bagi biota laut. Tepat pada hari pelaksanaan festival, saya dan beberapa rekan blogger dari Batam, Jogja, dan Cikarang sedang berada di Lampung Timur untuk mengunjungi sejumlah tempat wisata, salah satunya hutan bakau seluas 6 hektar di Labuhan Maringgai.
Gerbang masuk Taman Mangrove Sriminosari, ada payung-payungnya 😄
Terletak di Desa Sriminosari, Labuhan Maringgai, Lampung Timur, terhampar wilayah hutan bakau yang kini sudah menjadikawasan ekowisata bernama Taman Mangrove Sriminosari. Berjarak kurang lebih 55 kilometer dari ibukota kabupaten, dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam dari Kecamatan Labuhan Ratu. Durasi perjalanan cukup panjang karena akses tidak sepenuhnya mulus, kecepatan laju mobil pun dikurangi. 300 meter dari lokasi taman, perjalanan harus disambung dengan motor, melewati persawahan yang sedang kerontang.
Sepeda motor adalah transportasi paling populer di
kalangan masyarakat Indonesia. Beberapa bahkan menggunakannya untuk hobi
sepert touring jarak jauh. Entah untuk sekedar bersenang senang, atau
untuk berwisata bareng teman – teman. Nah, untuk lebih aman lagi, teman –
teman harus tahu bagaimana
Sepeda motor kini menjadi sebuah pilihan yang paling banyak diminati
masyarakat. Diantara mereka mempunyai alasan menarik seperti : 1. Irit Bahan Bakar
Anda pasti tahu, memenuhi tangki bahan bakar mobil lama-lama bikin
”bangkrut”. Beda dengan sepeda motor. Jumlah bahan bakar yang Anda beli
selama hidup akan sangat luar biasa. Anda pasti tahu, jika bisa diirit,
uang itu bisa untuk membeli apa saja. 2. Jauh Lebih Murah
Beda harga mobil dan sepeda motor sangat jauh. Bahkan uang untuk membeli
sepeda motor paling mahal pun kadang hanya bisa dipakai untuk beli
mobil standar. 3. Lebih Mudah Diperbaiki
Sudah pasti, harga suku cadang mobil dan sepeda motor jauh berbeda.
Contoh simpelnya peranti rem, akan sangat ringan membetulkan rem sepeda
motor ketimbang mobil dari sisi biaya. Ongkos bengkel untuk mobil pun
berlipat ganda. Dengan sepeda motor, Anda bahkan bisa mencoba
memperbaiki sendiri. 4. Meluncur Sepanjang Jalan
Jika Anda tinggal di tempat tertentu, tampak banyak pemotor touring,
kelihatannya sangat nikmat. Dan, itu benar karena tidak ada feeling
lebih baik ketimbang naik sepeda motor di jalanan dengan menikmati
pemandangan sekitar, seperti sebuah terapi yang memberi perasaan rileks. 5. Sampai Lebih Cepat
Banyak orang bepergian dengan mobil hanya untuk berjibaku dengan macet.
Jumlah waktu yang terbuang sungguh sayang dan menyedihkan. Naik sepeda
motor berarti Anda bermain lebih cerdas dan tepat. Tidak ada lagi waktu
tersita untuk menunggu lalu lintas lancar, dan Anda bisa menggunakan
waktu itu untuk bekerja efektif, bukan terjebak kemacetan. Sampai ke
tempat tujuan pun jauh lebih cepat. 6. Lebih Stylish
Jika Anda memperhatikan penampilan, naik sepeda motor membuat Anda
selalu stylish. Faktor ini kadang sangat efektif untuk menarik perhatian
lawan jenis.
Tak cuma itu. Bersepeda motor juga bisa menjadi sarana rekreasi.
Pasalnya, bagi sebagian orang, menyusuri jalanan dan melakukan berbagai
manuver memberi sensasi tersendiri. Namun, bersepeda motor juga akan
menimbulkan rasa bosan dan kesal manakala cara berkendara tidak benar.
Bahkan, kegiatan menunggangi sepeda motor akan menimbulkan masalah
kesehatan bila persiapan yang dilakukan tidak benar. Terutama persiapan
fisik dan psikis, serta cara berkendara yang tepat dan efisien.
Memang, setiap kali berkendara semua orang akan merasa kelelahan.
Tetapi, bila persiapan dan cara berkendara tidak benar maka rasa
kelelahan semakin menjadi-jadi.
Lantas seperti apa persiapan itu ? Bagaimana cara berkendara yang benar ? Berikut penjelasannya : 1. Lakukan pemanasan
Sebelum berangkat melakukan perjalanan yang membutuhkan waktu 1 – 2 jam,
lakukan pemanasan layaknya sebelum berolah raga selama 3 – 5 menit. Hal
ini dimaksudkan agar otot-otot seluruh badan tidak kaku, sehingga
seolah tertarik kala duduk di atas sadel sepeda motor. Otot yang tidak
kaku dan aliran darah yang lancar akan menjadikan badan lebih lentur.
Sehingga, saat melakukan manuver di atas motor, otot-otot pun fleksibel.
Cara pemanasan pun tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Lakukan
pemanasan mulai dari kepala atau leher, kemudian pundak, lengan atas,
lengan bawah, pinggang, lutut, hingga pergelangan kaki. Setelah itu,
lakukan relaksasi dengan menarik dan membuang napas secara perlahan tiga
kali. 2. Atur Posisi Duduk Yang Tepat
Cara duduk di atas jok atau sadel sepeda motor juga turut memberikan
andil bagi timbulnya kelelahan. Upayakan posisi pinggang tegak namun
tetap santai. Begitu pun dengan posisi tangan, pastikan tidak membentuk
sudut 30 derajat dari setang. Oleh karena itu, upayakan setang motor
tidak terlalu tinggi.
Posisi yang santai dan tidak membungkuk tersebut dimaksudkan agar
pengendara bisa nyaman di saat melakukan manuver. Selain itu dengan
posisi yang membungkuk dapat menekan otot perut. Bahkan, posisi seperti
itu disebut-sebut sangat berpotensi menyebabkan wasir. 3. Gunakan Helm, Jaket, Pelindung Lutut dan Siku Sesuai Standar
Hal lain yang juga penting untuk diperhatikan adalah menggunakan peranti
perlindungan yang sesuai standar. Helm menjadi perlengkapan yang wajib
dipakai. Sebab, peranti itu sangat penting untuk melindungi bagian
kepala bila terjadi kecelakaan, baik terjatuh maupun tabrakan. Fakta
yang ada menunjukkan, 70 persen kematian saat kecelakaan diakibatkan
oleh luka di kepala.
Adapun jaket, pelindung lutut dan siku, juga diperlukan agar
bagian-bagian tubuh kita yang vital itu terlindungi. Satu hal lagi, saat
berkendara itu sebaiknya memakai sepatu.
masa biker naik motor pake sendal jepit 4. Jangan Memakai Celana Ketat
Celana yang terlampau ketat akan menekan otot perut. Walhasil,
pengendara tidak akan leluasa saat melakukan berbagai manuver. Terlebih
bila perjalanan tersebut menempuh jarak puluhan atau bahkan ratusan
kilometer.
Upayakan menggunakan celana yang sedikit longgar atau celana dari
bahan kulit. Selain berhawa dingin, celana dari bahan kulit juga
memberikan keleluasan saat Anda melakukan manuver. 5. Perbanyak Minum Air Putih dan Istirahat
Selama perjalanan, banyak sekali cairan tubuh yang terkuras dalam bentuk
keringat. Terkurasnya cairan tubuh tidak hanya berpotensi menyebabkan
konsentrasi berkurang, begitu pun dengan tenaga.
Akibatnya, kemampuan refleks Anda akan berkurang. Oleh karena itu
bila Anda beristirahat upayakan untuk minum air putih
sebanyak-banyaknya. Selain menjaga kesehatan ginjal, dengan banyak minum
air putih akan mengurangi tingkat kelelahan. 6. Segera Mandi Setelah Sampai Tujuan
Selama ini terdapat anggapan, setelah melakukan perjalanan jarak jauh
dilarang untuk segera mandi. Padahal, anggapan seperti itu salah.
Pasalnya, sepanjang perjalanan tubuh banyak berkeringat. Aliran cairan
tubuh tersebut bisa bercampur dengan berbagai kotoran yang melekat di
tubuh.
Walhasil, pori-pori yang seharusnya menjadi saluran untuk
mengeluarkan cairan dari tubuh tersumbat. Bila hal itu terjadi, maka
rasa lelah pun akan semakin menjadi-jadi.
Selain itu, dengan mandi, aliran darah di tubuh juga akan lancar
kembali. Bila tempat dan waktu tidak memungkinkan Anda membersihkan diri
dengan mandi, upayakan mengelap badan, tangan, serta muka, dengan lap
basah.
Semoga bermanfaat.
Penulis Cyber, Ormas Islam meminta pemerintah membatalkan
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) tentang
sekolah 8 jam dalam 5 hari (full day school) dibatalkan. Full day school
akan mengancam keberlangsungan madrasah diniyah (sekolah agama) di
desa-desa.
"Pada kesempatan ini kami juga menyatakan sikap
menolak program full day school yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan. Kami mengapresiasi langkah pemerintah membatalkan
Permendikbud dan menggantinya dengan Perpres, namun kami menunggu bukti
nyata bahwa permen itu telah dibatalkan," ujar Ketua Umum PB NU, KH Said
Aqil Siroj di Kantor PB NU, Jalan Kramat, Jakarta Pusat, Jumat
(7/7/2017). PB NU menggelar jumpa pers bersama ormas-ormas Islam yang
tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI).
Said
mencontohkan anak yang duduk di bangku sekolah dasar (SD) nantinya tidak
memiliki kesempatan belajar di madrasah seusai pulang sekolah. Padahal
di madrasah anak SD dapat mendalami tata cara membaca Alquran serta
beribadah yang baik dan benar.
"Kalau sekolah SD selesainya jam 2
(siang) maka anak-anak sudah tidak ada lagi kesempatan untuk belajar di
madrasah. Bukankah full day school ada juga program belajar di madrasah
2 jam satu minggu? Itu belum, atau tidak bisa mengganti pelajaran agama
di madrasah. Di madrasah diajarin baca Alquran dengan benar, doa mau
makan, doa mau sukses, mau tidur, seusai tidur, dan diajari pula
akidah-akidah yang sesuai dengan akidah ahli sunnah wal jamaah,"
jelasnya.
"Orang katanya kalau di kota, anak kecil kalau di SD
bapak ibunya tidak ada (ketika pulang sekolah), ditakutkan main-main.
Tapi di luar kota, pedesaan, anak-anak sudah terpanggil sendiri, pulang
dari SD makan, ganti pakaian, langsung ke madrasah. Itu sudah menjadi
bagian dari tradisi yang ada di masyarakat, anak-anak pun bisa senang
berangkat ke madrasah," tambahnya.
Menurut Said, madrasah yang
ada di desa-desa telah menjadi tradisi dari Islam Nusantara. Ada budaya
seperti penutupan masa belajar madrasah yang sangat lekat dengan
masyarakat.
"Di akhir pelajaran madrasah pasti ada penutupnya
yang biasa disebutnya imtihanan, penutupan pelajaran madrasah, di situ
dipamerkan anaknya sudah hafal Alquran berapa surat, anak-anak sudah
hafal berapa syair-syair, ada yang bisa pidato, ada yang bisa baca
Alquran dengan baik. Orang tuanya, bapak ibunya terharu melihat anaknya
tampil dengan baik. Ini kalau nggak ada madrasah nggak ada, nggak ada
imtihanan, perayaan akhir nggak ada, akan hilang satu unsur budaya yang
sudah melekat di desa. Kalau full day school (lanjut), hilang ini, nggak
ada seremonial perayaan pelajaran itu, padahal itu bagian dari Islam
Nusantara," pungkasnya.
(nvl/tor)
Media merupakan salah satu pilar demokrasi dan komponen penting
bangsa. Peran media selalu hadir dalam setiap dinamika negara. Seiring
perkembangan teknologi, media mengalami banyak tantangan. Tantangan yang
menggoda media adalah konten berita yang menarik, update, bahkan
proyektif demi menggaet konsumen. Salah satu kejadian yang kerap menjadi dilema media adalah saat
terjadi bencana atau tindak terorisme. Kompetisi media dalam penyajian hot news adalah
adu cepat informasi dan adu informasi baru. Siaran langsung dilakukan
hampir seluruh stasiun televisi dan radio. Perkembangan media sosial
juga semakin cepat dan viral. Kelemahan fenomena ini adalah kualitas berita yang mudah disisipi informasi palsu atau dikenal dengan istilah hoax.
Atas pelanggaran tersebut ditambah proses pemberitaan yang berlebihan
justru kontraproduktif karena menimbulkan terorisme baru. Jurnalisme
teror berubah sekaligus menjadi teror jurnalisme. Artinya tujuan meneror
atau menakuti publik oleh teroris semakin tercapai. Hari-hari ini
seluruh elemen bangsa berfokus pada upaya deradikalisasi. Deradikalisasi
tersebut membutuhkan peran media. Dinamika Pemberitaan Informasi hasil kerja jurnalisme media dibutuhkan publik, namun ada
etika dan perlu proporsional serta profesional. Misalnya selama
pemberitaan tragedi Sarinah silam, KPI menjatuhkan sanksi kepada
beberapa media. Semua tayangan tersebut melanggar Pedoman Perilaku
Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI 2012. KPI sendiri pernah mengeluarkan surat edaran ke seluruh lembaga
penyiaran, agar dalam pemberitaan kasus terorisme lembaga penyiaran
jangan malah memprovokasi keberadaannya. Heriyanto (2015) memberikan
kritik pemberitaan terorisme selama ini justru mengarah pada
simplifikasi karena menonjolkan drama. Pemberitaan semacam ini dapat
berpotensi menjadi resonansi atas keberadaan terorisme. Bonner (dalam Mathari, 2015) beberapa waktu lalu menuliskan
penyesalan atas produk jurnalismenya sewaktu menjadi reporter
investigasi the New York Times tentang kisah penangkapan Lotfi
Raissi pasca peristiwa 9/11. Pengadilan di Inggris akhirnya menyatakan
Raissi adalah korban fitnah dan memerintahkan agar dia mendapat
kompensasi. Poin penting dari kasus ini adalah sikap ksatria wartawan
yang mengakui telah melakukan dosa jurnalistik. Upaya Perbaikan Informasi cepat dibutuhkan, namun dibutuhkan pula keakuratan. Drama
menarik tersaji, tetapi obyektifitas tetap harus dijunjung tinggi.
Terorisme mesti disiarkan demi pencegahan dan pemberantasan, namun
membutuhkan profesionalisme. Kasus-kasus kecil yang mencederai praktik
jurnalisme mesti diperbaiki demi peran positifnya terhadap pemberantasan
terorisme. Pertama, mengimplementasikan cover both side. Pemberitaan
mesti menjaga keseimbangan dari dua atau lebih sisi yang berkepentingan.
Nara sumber penting tidak hanya dari satu sisi, apalagi terus menerus
dalam kurun waktu tertentu. Misalnya dalam jurnalisme teror selalu
menampilkan polisi atau BNPT. Penjelasan pihak lain, seperti masyarakat,
mantan pelaku teror, dan lainnya dibutuhkan sebagai perimbangan dan
kelengkapan informasi. Kedua, mengupayakan investigasi mendalam. Jurnalisme investigatif
layak dikembangkan dalam kasus radikalisme dan terorisme. Data
jurnalistik tidak hanya mengandalkan sumber kedua, tetapi penting
didapatkan secara primer langsung pada sumbernya di lapangan. Berbagai
stratagei seperti penyamaran dan lainnya dapat diaplikasikan. Risiko
lapangan dapat diminimalissi dengan profesionalisme dan dilindungi UU
Pers. Ketiga, melakukan validasi cepat dan akurat. Tayangan langsung untuk
berita aktual membutuhkan keahlian pengemasan. Publik memang suka
hal-hal yang cepat dan bumbu drama. Namun di era medsos info-info cepat
itu sudah didapatkan. Media mainstream mestinya melakukan validasi
cepat, bukan justru mengikuti budaya virtual yang asal cepat. Berita
hoax di jejaring sosial kadang dimaklumi, tetapi menjadi ironis jika
muncul dari media konvensional. Keempat, membangun literasi media masyarakat. Media melalui produk
jurnalismenya tidak sekadar bertujuan memberikan informasi namun penting
berorientasi pada upaya pencerdasan publik. Publik diajak memahami
melalui berita yang ditampilkan serta ulasan nara sumber yang
berkompeten dari berbagai pihak. Kelima, bagi jurnalisme berbasis media sosial penting menjunjung
etika virtual. Aktivitas media sosial memang cenderung liar karena
pelakunya langsung individu yang sangat banyak. Berita hoax mudah sekali
berseliweran. Hal ini disebabkan oleh budaya virtual yang masih rendah
kualitas. Pengguna media sosial masih suka cepat meneruskan (forward)
berita hingga menjadi viral tanpa terlebih dahulu cross check ke sumber
lain. Psikologi pengguna umumnya ingin merasa diakui sebagai pelaku
media sosial yang cepat mendapat informasi. Etika virtual mesti
dibudayakan sebagai wujud tanggung jawab pengguna. Terorisme adalah musuh bersama kemanusiaan dan bangsa ini. Semua
komponen mesti berkontribusi termasuk media. Produk jurnalisme media
yang dihasilkan dan disajikan jangan sampai justru menguntungkan bagi
pelaku teroris. Semoga dinamika jurnalisme kasus bom Sarinah dapat
menjadi pembelajaran guna perbaikan dan tidak mengulang kesalahan ke
depan. Hal ini penting bagi upaya deradikasasi di negeri ini.
Dari kiri ke kanan: Saya, M. Aminuddin Jabir, Nunung Rodiyah, dan Saivol Firdaus.
Hari minggu tanggal
19 Desember 2016 saya mendapatkan amanah untuk menjadi pembicara Seminar
Nasional yang dilaksanakan oleh KNPI Tulungagung di Hotel Narita Tulungagung.
Tema seminar adalah “Peran Pemuda dalam Pengawasan Penyiaran Sebagai Pilar
Penjaga Moralitas Bangsa”. Pembicara yang lain adalah Nuning Rodiyah dari
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI Pusat) dan Ketua PWI Tulungagung, M. Aminuddin
Jabir.
Pada
seminar ini saya menyajikan materi yang judulnya sama dengan judul tulisan ini,
yaitu “Pemuda, Media Online dan
Deradikalisasi”. Pada bagian awal, dengan mengutip tulisan Ariel Heryanto yang
berjudul, “Budaya Pop dan Persaingan Identitas” (dari buku Ariel Heryanto
(ed.), Budaya Populer di Indonesia, Mencairnya Identitas Pasca-Orde Baru, terj.
Eka S. Saputra, Yogyakarta: Jalasutra, 2012, halaman 7, saya menulis bahwa media
sekarang ini telah menjadi bagian tidak terpisah dari kehidupan masyarakat
sekarang ini. Media yang kini banyak menyita perhatian, energi, dan waktu bagi
masyarakat Indonesia adalah televisi. Selain televisi, internet dengan segala
jenis jejaring sosialnya juga dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat
Indonesia, khususnya pemuda.
Selanjutnya
saya menulis bahwa media itu tidak netral. Ada muatan nilai dan kepentingan
yang diusung dari setiap tampilan media. Kemampuan media untuk menciptakan realitas
dimulai dari kekuasaannya untuk menentukan jenis lansiran yang akan
disebar kepada masyarakat. Mengutip pendapat Alex Sabur, proses penentuan
berita dikenal dengan istilah framing, yaitu sebuah proses penyeleksian
dan penyorotankhusus terhadap
aspek-aspek realita oleh media. Proses framing fokus pada strategi
seleksi, penonjolan, dan tautan fakta ke dalam berita agar berita tersebut
lebih bermakna, lebih berarti atau lebih diingat, dan untuk menggiring
interpretasi khalayak sesuai perspektifnya. (Informasi lebih jauh bisa dibaca
di Alex Sobur, Analisis Teks Media: Suatu Pengantar untuk Analisis Wcana,
Analisis Semiotik, dan Analisis Framing, (Bandung: Remaja Rosdakarya,
2001), halaman 163.
Bahan presentasi
Dalam
konteks moralitas, pemberitaan tentang hal-hal yang berkaitan dengan berbagai
perilaku yang tidak sesuai dengan moralitas lebih sering dalam bentuk
glamorisasi, pemujaan, dan dijadikan sebagai life style. Hal yang sama
juga berlaku untuk konteks radikalisme. Implikasinya, masyarakat yang
mengkonsumsi berita akhirnya mengikuti atau paling tidak menyetujui terhadap
apa yang ditayangkan oleh media. Jika proses ini berlangsung secara massif dan
dalam jangka waktu yang panjang maka terbangun konsepsi dan penerimaan
masyarakat terhadap fenomena demoralisasi dan radikalisasi.
Media,
apa pun bentuknya, memiliki banyak fungsi. Media bukan hanya berfungsi sebagai
saluran pesan, melainkan juga sebagai subjek yang mengkonstruksi realitas,
lengkap dengan pandangan, bias, dan pemihakannya. Media, dengan demikian,
berfungsi layaknya agen konstruksi sosial dalam mendefinisikan realitas.
Segala
yang menarik perhatian akan menjadi pokok perhatian (viral) masyarakat secara
luas. Sekitar 10 tahun lalu, Inul Daratista adalah sebuah fenomena. Ariel
Heryanto yang bukunya sudah saya sebutkan di atas, pada halaman 24 menulis
bahwa, “Hanya dalam satu malam saja Inulmania melanda Indonesia dan dalam
hitungan mingguan Inul berjingkrak dan menguasai sampul depan majalah-majalah
nasional terkemuka, dan muncul di televisi lebih sering ketimbang kepala
negara”.
Persebaran
informasi di media online sekarang ini jauh lebih cepat lagi. Apa yang
baru saja diunggah, sangat mungkin tersebar menjadi viral hanya dalam hitungan
menit. Persoalannya, media online sekarang
ini digambarkan laiknya sebuah ruangan yang penuh sesak dengan berbagai konten
negatif yang bernuansa kebencian, penghasutan, permusuhan, dan ajakan
kekerasan.
Presentasi
Media
sosial ibarat snack. Sedikit, renyah, dan menyenangkan. Konten emosi
lebih kuat bila dibandingkan dengan media mainstream yang lebih faktual
dan rasional. Ternyata pengaruh status dengan muatan negatif lebih kuat jika
dibandingkan dengan status positif. “Hal ini berkaitan dengan sifat dasar
manusia yang menganggap sesuatu yang negatif sebagai sinyal bahaya”, kata Roby
Muhamad, Peneliti Status Media Sosial dari UI sebagaimana dimuat Harian Jawa
Pos, Selasa, 6 Desember 2016, halaman 7.
Media
itu memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Ia bisa membentuk cara berpikir
seseorang. Bahkan orang yang telah cukup matang dalam kemampuan berpikirnya pun
bisa dipengaruhi oleh media. Ia bisa berubah dalam pikiran, pemahaman, dan
tindakannya karena kekuatan tulisan di media. Jika orang yang telah matang
berpikir saja bisa berubah maka perubahan lebih mungkin terjadi pada anak-anak
dan pemuda. Bahkan, “...ia bisa menentukan hitam putihnya pikiran mereka,
meskipun orang tua mendampingi anak-anaknya setiap hari” (Muhammad Fauzil
Adhim, Spiritual Parenting, (Bandung: Mizania, 2006), halaman 209.
Pemuda
merupakan sasaran radikalisme. Setidaknya ada empat alasannya. Pertama, konten
digital yang tersebar di internet banyak mengandung aspek radikalisme. Pilihan
internet ini karena lebih mudah untuk diakses banyak kalangan. Anak-anak
muda adalah konsumen internet terbanyak. (Informasi lebih jauh bisa dibaca di “Literasi Digital Atasi
Ekstremisme”, Kompas, 6 Desember 2016.
Kedua,
internet cocok dengan gaya hidup pemuda zaman sekarang. Pemuda sekarang nyaris
tidak ada yangtuna internet.
Persoalannya, mereka menggunakan internet tanpa dilandasi oleh pengetahuan,
wawasan, dan nalar kritis. Implikasinya, pemuda mudah terjerumus terhadap
berbagai perilaku menyimpang atau melanggar moralitas, termasuk mudah terjebak
ke dalam ajakan radikalisme.
Ketiga,
pemuda memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar, termasuk keinginan mencoba
hal-hal baru. Dalam kerangka ini, tidak jarang pemuda tidak mempertimbangkan
berbagai aspek secara komprehensif.
Keempat,
kondisi psikologis pemuda biasanya belum matang sebagaimana mereka yang sudah
dewasa. Selain itu, pengalaman hidup mereka juga belum terlalu banyak. Inilah
yang menjadikan pemuda adalah sasaran berbagai kepentingan, termasuk
radikalisme.
Pada
bagian akhir, saya menawarkan beberapa langkah deradikalisasi. Pertama, sikap penting yang semestinya
dibangun dalam membaca berita dari media apapun adalah sikap kritis. Jangan
langsung percaya terhadap setiap berita yang ada di media. Tidak setiap
kebenaran di media itu otomatis tanpa kesalahan. Berita yang disajikan di
media, khususnya di internet, harus diposisikan sebagai objek yang harus
dikritisi. Apalagi sekarang ini berita hoax begitu banyak ditemukan,
khususnya lewat jejaring sosial.
Kedua, literasi
media. Kehidupan yang semakin kompleks, terutama dengan hadirnya media,
seharusnya menyadarkan banyak pihak untuk memahami realitas secara objektif. Media
telah ada dan menjadi bagian tidak terpisah dari kehidupan. Keberadaan media
bukan hanya sekadar sebagai pelengkap saja melainkan telah menciptakan
ketergantungan. Pada kondisi semacam ini, sikap yang penting dikembangkan
adalah literasi media. Literasi media adalah kemampuan membaca dan
menulis secara konstruktif di media.
Ketiga, kebijakan.
Media online sekarang ini seolah tanpa kendali. Segala jenis isi
tersebar luas tanpa ada yang mengendalikan. Siapa pun bisa masuk di dalamnya
secara bebas. Justru karena kebebasan yang tanpa kendali inilah yang kemudian
membawa dampak yang sangat besar, khususnya pada aspek moralitas. Pergeseran
moralitas yang sekarang ini semakin liberal dan permisif disebabkan—salah
satunya—berkembangnya media online. Diperlukan kebijakan yang tepat
untuk membentengi masyarakat Indonesia. Globalisasi memang memberikan aspek
positif, tetapi dampak negatifnya juga luar biasa. Justru karena itulah
diperlukan kebijakan yang mengatur media online agar bisa meminimalisir
berbagai ekses negatifnya.
Keempat, penguatan
pendidikan. Pendidikan adalah institusi yang paling efektif di dalam mewujudkan
manusia bermoral dan berkualitas. Institusi pendidikan penting untuk memperkuat
dirinya agar anak didiknya bisa dicegah dari berbagai ekses negatif media. Jangan
sampai sekolah kehilangan peran strategisnya dalam kerangka mewujudkan manusia
yang bermoral dan berkualitas. Justru yang ironis, sekolah tertentu dimasuki
oleh orang-orang tertentu yang mengusung ideologi radikalis. Aspek ini penting
untuk menjadi perhatian kita semua.
Buruh Migran asal Desa Sumber Gede Kecamatan Sekampung, Lampung Timur Sudiartini yang dikabarkan mengalami depresi dan hilang ingatan kini telah sampai di Indonesia pada Jumat 07 April 2017 kemarin. Setelah sampai di tanah air Suhartini langsung dirujuk ke Rumah Sakit POLRI untuk menjalani perawatan intensif guna. pemulihan ingatannya. Sebelumnya, sudiartini adalah buruh migran yang mengalami depresi di Taiwan dan ketika ingin dipulangkan pihak agen meminta tebusan 13 juta dari keluarganya. Namun setelah diadakan koordinasi dan advokasi oleh SBMI Lampung Timur akhirnya uang tebusan tersebut yang terindikasi pungli dapat digagalkan. Dewi Eli Astuti selaku perwakilan SBMI Lamtim yang membantu advokasi keluarga korban mengatakan pada tanggal 30 Maret 2017 rencana pemulangan Sudiartini sudah dikabarkan pihak kedutaan yang ada di Taiwan, namun keadaanya memburuk dengan hilangnya kesadaran beberapa waktu di sana akhirnya maskapi menolak memulangkan dan batal yang akhirnya di tunda sampai tanggal 7 April 2017. Pada tanggal 6 April 2017 pihak kedutaan yang ada di Taiwan menghubungi keluarga , pihak kedutaan mengatakan kepulangan Sudiartini akan di tunda lagi sampai membaik, namun keluarga menolak dengan keputusan kedutaan dengan alasan ingin segera bertemu dengan Sudiartini dan memastikan keadaannya. Melalui Dewi pihak keluarga memohon korban agar dapat di pulangkan dengan segera dengan membuat.surat pernyataan yang ditujukan untuk kedutaan. Surat pernyataan itu menyatakan bahwa memohon Sudiartini dapat dipulangkan secepatnya dengan segala resiko yang terjadi saat pemulangan akan ditanggung oleh pihak keluarganya. Akhirnya pada tanggal 07 Maret 2017 dengan bantuan advokasi SBMI Lsmtim korban dapat dipulangkan ke Indonesia dan langsung di rujuk ke RS POLRI. "Awal dengar kabar tentang Mbak Sudiartini dari Disnaker Lampung Timur tanggal 25 Maret kemarin, langsung saja saya ke rumah keluarga TKI tersebut dan meminta dokumen yang ada seperti KTP, nama perusahaan yang memberangkatkannya serta nomor pasport untuk mengurus advokasi kepulangan dengan pihak pemerintah," terang Dewi ketika menjelaskan kronologis penjemputan Sudiartini. Saat ini korban masih dirawat intensif di Jakarta dengan didampingi oleh pihak keluarga yang menjemputnya sedangkan Dewi sendiri telah pulang ke Lampung untuk mengurus beberapa pengaduan dari keluarga BMI yang ada di wilayah Lampung Timur. Ketua SBMI DPW Lampung Yunita Rohani ketika dikonfirmasi di tempat berbeda mengatakan bahwa SBMI khususnya Lampung akan terus melakukan advokasi untuk kasus buruh migran yang diadukan melalui SBMI. Ia juga mengatakan telah membuka pengaduan kasus melalui apapun seperti email, facebook , sms atau telepon langsung ke pihak SBMI Lampung untuk pengaduan advokasi kasus. "Saat ini kami juga menangani mantan buruh migran yang kehilangan pendengaran selama satu tahun. Ia adalah mantan korban penyalah gunaan obat-obatan terlarang yang memerlukan rehabilitasi dan penanganan serius," ungkap Yunita.(tymu).
PERSIAPAN PRIBADI Sebaiknya siapkan kondisi
kendaraan dan juga fisik masing-masing karena waktu perjalanan cukup
panjang. Sebelum melakukan perjalanan sebaiknya makan dulu, minimal
perut tidak kosong.
Persiapan barang yang harus dipersiapkan untuk individu:
Pakaian yang adem dan nyaman. Jangan sampai di atas motor pakaian bikin risih, apalagi gatal-gatal wah gawat.
Karena
perjalanan malam, baiknya gunakan body protector yang dipasang
di-dada, banyak dijual di pinggir jalan, kalau tidak ada, bisa juga
pakai lapisan koran beberapa lembar.
Jaket, pakai jaket
yang pas badan, jangan yang berkibar-kibar. Hal ini dapat mempengaruhi
hambatan angin yang ditimbulkan, dan mempengaruhi kecepatan.
Jas
Hujan, karena lagi musim hujan pastikan dibawa, kalo bawa bonjengers
bawa jas hujan dua, jangan yang nyetir saja, kasihan yg belakang.
Sebaiknya pilih jas hujan model terpisah antara baju dengan celana,
jangan yang model ponco. kalo perlu malah sekalian penutup sepatunya
(Gaiters), bisa dibeli di toko-toko adventurer.
Sarung tangan, yang bagus dari bahan kulit, tapi tidak kaku jadi handling grip-nya masih terasa.
Sepatu,
pilih yang modelnya sangat nyaman dengan kaki kita, jangan kesempitan.
Sebaiknya pilih yang modelnya menutupi mata kaki kita. Kalo tidak ada
minimal pake sepatu model sneaker (sepatu kets)
Tas Ransel, letakkan barang-barang dalam tas ransel, jangan pakai tas travel, repot!
Kacamata hitam, jangan lupa. Biar tidak silau kalau jalan di siang bolong!
Helm, sebaiknya gunakan yang model full-face, atau paling tidak helm yang dapat menutupi sampai ke telingga kita.
Surat
surat kendaraan, seperti SIM, STNK dan KTP, siapa tahu ada pemeriksaan
di jalan, kalau tidak lengkap bisa mengganggu perjalanan lainnya.
Obat-obatan
pribadi. Buat yang punya penyakit khusus bawa obat masing-masing. Yang
juga penting bawa doping alias vitamin agar stamina tetap terjaga,
minum satu sebelum berangkat.
Tools motor yang cukup.
Untuk motor yang agak rewel bawa moving parts yang kira-kira akan bikin
rewel di jalan apalagi kalau sudah dimodif, rewelnya suka aneh-aneh.
Ingat penyakit-penyakit motor yang biasanya,dan bawa parts cadangannya.
Jangan terlalu mengandalkan pada logistik.
Duit secukupnya.
KESIAPAN MOTOR
Untuk kesiapan kendaraan, jangan lupa untuk memastikan bahwa kendaraan
yang kita bawa dalam keadaan sehat atau laik jalan jauh. Yang
sebaiknya harus diperiksa:
Olie mesin, cepat ganti apabila sudah lewat batas KM-nya.
Minyak Rem.
Kanvas Rem
Kekencangan/kerenggangan rantai motor
Kopling, kalau selah kopling dirasa sangat berat, coba cek lagi.
Ban, kalau sudah gundul, sebaiknya langsung di tukar dengan yang baru, apalagi jika sedang musim hujan, akan sangat berbahaya.
Cek kondisi lampu-lampu kendaraan, terutama lapu depan (head lamp), lampu belakang, lampu sein.
Ada
baiknya untuk memeriksakan kondisi kendaraan/motor langsung ke bengkel
kepercayaan, sekalian tune-up, biar dijalan dapat berjalan dengan baik
dan tenang.
SUSUNAN ROMBONGAN TURINGCaptain Leader, Kapten rombongan
Bertanggung
jawab atas perjalanan turing ini, Tahu mengenai medan yang akan
dilalui, dan pengambil keputusan kapan harus berhenti, istirahat, dan
jalan. Memantau kondisi medan di depan apakah bisa dilewati rombongan
dengan aman atau harus extra hati-hati. Memutuskan rute-rute mana yang
akan dilalui rombongan dan memberitahukan tanda-tanda peringatan kepada
rombongan di belakangnya. Kapten berada paling depan diapit blocker
kiri-kanan.
Sebagai leader,harus menjaga kecepatan
motor, biar yang dibelakang tidak ketinggalan, sebaiknya jaga kecepatan
hingga maksimal 60 KM/Jam, supaya yang dibelakang tidak terlalu cepat
dan sweeper juga bisa mengejar rombongan dan voijrider bila terjadi
keadaan darurat. Apalagi turing ini banyak yang bawa bonjengers. Jika
ada motor liar mengajak balapan biar saja blocker atau sweeper yang
urus, acungin jempol tuh motor biar dia senang.
Kecepatan
konstan juga agar rombongan tidak terpecah dan tidak mengorbankan
teman, karena di jalan raya pada waktu menyalib kendaraan tidak semua
sopir sifatnya mau mengalah jadinya bisa kecelakaan, karena pada saat
yang satu habis menyalib ada ruang kosong si sopir biasanya langsung
main masuk dan kasihan rombongan yang belakang karena bisa terjadi
kecelakaan entah terserempet kendaraan yang kiri atau tertabrak
kendaraan dari arah berlawanan.
Sebagai kepala
rombongan, Kapten harus memberi contoh kepada rombongan di belakang
etika berlalu lintas yang baik. Berhentilah apabila lampu merah sedang
nyala, dsbnya. Sebagai leader, juga harus pasang mata dengan
sebaik-baiknya. Kalau-kalau ada lubang atau hambatan didepan harus
kasih tanda ke rombongan di belakang secara estafet. Peserta
dibelakangnya wajib melakukan hal yang sama terus sampai ke peserta
paling belakang (sweeper).
Berikut beberapa tanda peringatan dalam touring:
Tangan (kiri atau kanan sama aja) mengepal ke atas artinya Berhenti.
Tangan
mengepal digerakkan ke atas dan bawah vertical atau menggerak-gerakan
telapak tangan vertikal atas bawah, artinya Mulai Perlambat motor, Mau
berhenti..
Menurunkan salah satu kaki ke kiri / kanan
artinya ada hambatan di depan berupa lubang atau Pembatas jalan, atau
hambatan lainnya di sebelah kiri/kanan, jangan dilewati!
Menurunkan kedua kaki artinya perlambat motor, hati – hati ada polisi tidur, atau jalan rusak.
Tanda dengan tangan ke kiri / kanan, artinya Akan berbelok ke arah yang ditujukan tangan.
Pada
saat jalan sepi, kapten harus mengecek rombongan dengan menurunkan
kecepatan kemudian mengecek rombongan dari yang pertama hingga yang
terakhir. Kemudian kembali lagi ke depan. Sementara kapten mengecek
rombongan tugasnya dialihkan ke Vojrieders.
VOJRIDERS
Sebagai pendamping kapten. Vojriders motornya harus dilengkapi sirine
dan lampu rotator agar kendaraan di depan dapat mengetahui dengan
segera keberadaan rombongan kita. Vojriders juga harus ikut menjaga
kestabilan kecepatan agar rombongan yang dibelakangnya tidak keteteran
dan mengingatkan Kapten bila terlalu cepat. Fungsi vojriders disini
minimalis, hanya sebagai kepala ular-ularan saja. Rotator harus terus
menyala sampai tujuan, boleh diistirahatkan sebentar-sebentar jika
jalan kosong. Sirine tidak harus meraung-raung sepanjang perjalanan,
berisik bikin pengeng! Bunyikan pada saat diperlukan, misalnya di
persimpangan jalan, jalan di depan macet bergerak, menyalip
truk/tronton, dll.
BLOCKER (Safety Officer)
2 orang disamping kapten, kiri dan kanan untuk membuka jalan. 1 orang
di kiri utk meminggirkan kendaraan yang ada dikiri, dan 1 dikanan utk
meminggirkan kendaraan yang ada dikanan. Tugas blocker sangat berat
butuh mental yang kuat, dan fisik prima, handling berkendara yang bagus
dan bernyali gede. Jadi formasinya mungkin seperti trisula. Kiri
menyalakan sein kiri dan blocker kanan menyalakan sein kanan.
SWEEPER
Sweeper ini harus minimal adalah motor yang bisa mendahului rombongan
mensejajari kapten apabila ada keadaan yang mengharuskan rombongan
berhenti. Akselerasi cepat dan handling harus bagus. Sweeper minimal 2
kendaraan. Tugasnya sebagai penyapu apabila ada kendaraan/peserta yang
tertinggal dibelakang, posisinya berada dipaling belakang rombongan
karena dia juga berfungsi untuk memberitahukan leader didepan apabila
dibelakang terjadi hambatan. Salah satu sweeper secara bergantian juga
mengatur barisan agar rapi dan berada di barisan. Sweeper berhak
menegor anggota rombongan yang ugal-ugalan, dan tidak mengindahkan
aturan. Ada baiknya motor sweeper juga dilengkapi dengan alat alat
pelengkap seperti sirine, atau lampu rotator. Sama dengan blocker,
sweeper kiri menyalakan sein kiri dan sweeper kanan menyalakan sein
kanan.
ETIKA TOURING!1. DATANG ON TIME!. Datang sesuai dengan jadwal yang ditentukan, minimal satu jam sebelum berangkat untuk istirahat, persiapan dan briefing.
2. NYALAKAN LAMPU DEPAN DAN HAZARD!
Meski jalan di siang hari, nyalakan semua lampu depan kendaraan agar
kendaran lain yang didepan atau dari arah berlawanan dapat dengan cepat
mengetahui keberadaan motor kita. Juga nyalakan hazard bagi yg sudah
pasang. Untuk yg gak ada hazard, pasang sen kanan. Sen dan hazard
dinyalakan terus sepanjang perjalanan. Kalo mau diistirahatkan gunakan
waktu ketika berhenti atau lampu merah. Karena itu kondisi aki harus
diperhatikan sebelum berangkat, cek kondisi setrum dan airnya jangan
sampai kurang!
3. JANGAN SALIP MENYALIP!
Ketika akan jalan, ingatkan siapa kawan di depan and dibelakang motor
kita. Jadi kalo ada yg hilang satu di jalan ketahuan. Jangan saling
menyalip kawan di depannya kecuali diperintah sweeper. Turing bukan
untuk saling menyalip,bukan balapan!, tapi kerapihan, ketertiban
berkendara, dan kebersamaan.
Bukan dilihat siapa yang sampai duluan, tapi bagaimana sampai semuanya
dengan selamat sampai tujuan. Jangan melakukan manuver-manuver yang
tidak perlu/berbahaya, dan jangan keluar dari rombongan yang
ditentukan.
Jalan di
sisi jalan, jangan ditengah-tengah, nanti bisa tabrakan! Peserta
turing harus saling menjaga satu sama lain, kalau di depan motor kawan
kita miring-miring ke kiri kanan, dan sweeper sedang tidak berada di
sisi rombongan, tegor saja kawan kita takutnya ngantuk. Tapi juga tidak
perlu ikut ngatur-ngatur barisan, terima kasih bro, but itu udah ada
pembagian tugas masing-masing. Sebagai peserta rombongan cukup ikutin
aturan sudah sangat membantu.
4. JAGA JARAK, SILANG !
Jaga jarak aman antar kendaraan, posisi motor dengan yang depan agak
bersilangan, sehingga bisa mengantisipasi bila motor/kendaraan didepan
tiba tiba melakukan manuver/rem mendadak.
5. PATUHI ATURAN LALU LINTAS !
Tetap menjaga aturan berlalulintas yang baik. Jangan mentang mentang
rombongan banyak lalu melanggar rambu rambu lalu lintas dengan
seenaknya, seperti terobos lampu merah, selip kiri selip kanan tanpa
sein, berjalan berjejer dengan menghambat laju kendaraan dibelakangnya,
dan jangan buang sampah seenaknya….
Jika vojriders terkena lampu merah sebaiknya berhenti, meski kita
rombongan banyak dan ada surat jalan, polisi tidak suka kalau kita
terobos lampu merah. Kecuali kalau vojriders pas lampu hijau kemudian
pas tengah rombongan tiba-tiba merah, agar tidak terputus bisa lanjut
terus asal dijaga oleh blocker. Jadi ketika lampu lalu lintas, meski
hijau blocker tetap harus siap menjaga rombongan kalo-kalo lampu merah
menyala di tengah rombongan.
IMPORTANT !!
Mungkin nanti jika peserta ternyata banyak, akan dibagi atas dua
rombongan.Ini dimaksudkan agar kontrol dapat dilakukan dengan baik dan
mudah, setiap rombongan harus bisa ingat siapa siapa saja yang masuk ke
rombongannya. Jangan melakukan manuver-manuver yang tidak perlu
/berbahaya, dan jangan keluar dari rombongan yang ditentukan. Jangan
melakukan balapan, karena tujuan touring adalah jalan-jalan santai,
bukan untuk balapan!
Bila mengantuk berat, terjadi masalah, atau ada kerusakan motor segera
beritahu sweeper dengan keluar dari barisan sambil mengacungkan tangan
dan membunyikan klakson panjang, nanti sweeper akan menghampiri anda
untuk menanyakan problemnya dan akan menghentikan rombongan agar
menepi.
Buat Para
Bonjengers / Foxy Lady, ada baiknya anda juga turut berpartisipasi
dalam kegiatan perjalanan, jangan cuman sebagai penumpang ojeg doank-an
?. Caranya dengan aktip memberikan tanda tanda yang diperlukan bagi
rombongan,seperti tanda kalo ada halangan didepan, tanda berbelok dan
tanda tanda lainnya.
Waktu touring jangan mengeluh, karena touring dengan rombongan memakan
waktu yang lumayan lama, beda kalau jalan sendiri, waktu bisa cepat,
tapi kalo tour enaknya kita bisa bareng berangkat dengan teman-teman.
Belum lagi kalo ada kejadian ban kempes atau ada kejadian lainnya.
Sebelum berangkat, jangan lupa berdoa, semoga tidak terjadi apa-apa di
jalan,selamat sehat walafiat sampai tujuan pulang dan pergi. Amin.
Merupakan suaka alam dataran rendah dengan luas kurang lebih 126.000
hektar. Taman nasional (km 114) terdiri dari dua destinasi yaitu Pusat
Konservasi Gajah dan Camp Jagawana Resort Way Kanan.
Pusat Konservasi Gajah merupakan area konservasi gajah yang dapat
digunakan oleh manusia agar lebih bermanfaat dan sesuai dengan prinsip
konservasi. Pertunjukan gajah (on request) menampilkan pertunjukan
menarik seperti gajah berjoget, berdiri di tonggak melangkahi manusia,
bermain bola dll. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan diantaranya
adalah safari gajah, dan pengamatan aktivitas pelatihan dan foto
hunting. Waktu kunjungan : untuk pengamatan aktivitas gajah sebaiknya
pagi sekali atau jam 4 – 5 sore. Tersedia fasilitas umum seperti
pesanggrahan, kios makanan, kios cinderamata, mushola dan fasilitas umum
lain.
Resor Way Kanan dan Suaka Rhino Sumatera termasuk dalam wilayah Taman
Nasional Way Kambas dengan lokasi 13 km dari pintu gerbang Plang Ijo. Di
sepanjang jalan pengunjung yang beruntung dapat melihat satwa liar yang
berkeliaran atau melintas jalan, Way Kanan adalah surga bagi pecinta
alam karena kekayaan flora dan faunanya. Dalam kawasan ini terdapat
Sumateran Rhino Sanctuary (SRS) yang merupakan proyek penelitian
pengembangan populasi Badak Sumatera di habitat aslinya yang telah
berhasil melahirkan seekor badak Andatu.
Kegiatan yang dapat dilakukan adalah tracking di hutan rimba atau
berperahu motor ke hulu atau hilir sungai untuk mengamati flora dengan
fauna yang terdapat di alam hutan bebas, perjalanan harus dipandu dengan
petugas.
Jalan lain dapat ditempuh melalui kota Metro – Pekalongan – Sukadana –
Tridatu – Way Kambas. Rute lainnya yaitu melalui Sribhawono – Way Jepara
– Way Kambas. Dari Bandar Lampung dengan 2 jam perjalanan melalui Situs
purbakala Pugung raharjo, melewati perkebunan lada dan perkampungan
asli Lampung, Desa Wana Melinting.
PUSAT KONSERVASI GAJAH
Gajah-gajah liar yang dilatih di Pusat Konservasi Gajah (9 km dari
pintu gerbang Plang Ijo) dapat dijadikan sebagai gajah tunggang,
atraksi, angkutan kayu dan bajak sawah. Pada pusat latihan gajah
tersebut, dapat disaksikan pelatih mendidik dan melatih gajah liar,
menyaksikan atraksi gajah main bola, menari, berjabat tangan, hormat,
mengalungkan bunga, tarik tambang, berenang dan masih banyak atraksi
lainnya. Patroli Gajah di TN Way Kambas. Pusat Konservasi Gajah ini
didirikan pada tahun 1985. Sampai saat ini telah berhasil mendidik dan
menjinakan gajah sekitar 290 ekor.Beberapa lokasi/obyek yang menarik
untuk dikunjungi:Pusat Latihan Gajah Karangsari. Atraksi gajah. Way
Kambas. Untuk kegiatan berkemah.Way Kanan. Penelitian dan penangkaran
badak sumatera dengan fasilitas laboratorium alam dan wisma
peneliti.Rawa Kali Biru, Rawa Gajah, dan Kuala Kambas. Menyelusuri
sungai Way Kanan, pengamatan satwa (bebek hutan, kuntul, rusa, burung
migran), padang rumput dan hutan mangrove. Transportasi menuju Taman
Nasional Way Kambas: Bandar Lampung – Metro – Sukadana – Way Kambas,
menggunakan mobil + 2 jam. (via Jalan Lintas Timur Lampung Labuhan Ratu,
menggunakan mobil pribadi + 2 jam. Pelabuhan Bakauheni – Labuan
Maringgai – Bakauheni)
DESA TRADISIONAL WANA
Desa Wana merupakan salah satu dari tujuh desa inti, kediaman dari
masyarakat Lampung Melinting. Arsitektur tradisional berupa rumah
panggung khas masyarakat Lampung Melinting masih cukup banyak terlihat
di desa ini. Tarian yang cukup populer sejak lama yang berasal dari
daerah ini yaitu tari Melinting yang biasanya dipertunjukkan saat
menerima kunjungan tamu atau wisatawan.Suasana dan nuansa kehidupan khas
masih sangat terasa, berikut acara-acara tradisi yang masih
dilaksanakan masyarakat setempat, seperti upacara perkawinan, pertemuan
adat dan lain-lain. Desa Wana terletak sekitar 7 km dari jalur Bandar
Lampung ke Way Kambas, lalu masuk dari simpang desa Sribawono, kurang
lebih berjarak sekitar 67 km dari kota Bandar Lampung.
TAMAN PURBAKALA PUGUNG RAHARJO
Situs Pugung Raharjo ditemukan pada tahun 1957. Luas area sekitar 30
hektar , terletak di Kecamatan Sekampung Hilir, Lampung Timur Merupakan
peninggalan jaman megalitik, berupa Arca batu, prasasti batu berlubang,
menhir, punden berundak, Arca type Polynesia. Terdapat pula keramik
lokal dan asing (dari dinasti Han, Yuan, Sung) Ditemukan benteng parit
primitif sepanjang 1,2 km mengelilingi situs purbakala, diduga parit ini
dahulunya berisi air yang konon menurut cerita bila dipergunakan untuk
mandi dapat membuat awet muda. Tujuan dapat dicapai dengan 40 km dari
kota Bandar Lampung.
SENTRA PENJUALAN BIBIT BUAH-BUAHAN & BALAI BENIH INDUK HORTIKULTURA PEKALONGAN
Balai Benih Induk (BBI) Pekalongan Lampung Timur terletak 12 km dari
Kota Metro atau 23 km dari Sukadana, merupakan Kawasan agrowisata seluas
64 Ha yang berpotensi dalam pengembangan budi daya tanaman buah-buahan
seperti rambutan, durian, jeruk, kelengkeng, dan mangga. Berbagai
ujicoba termasuk kultur jaringan dilakukan untuk mendapatkan bibit buah
buahan yang unggul. Di luar area sekitar Pasar Pekalongan juga terdapat
sentra penjualan bibit buahan buahan yang cukup lengkap. Bila anda ingin
menanam salah satunya dapat singgah di salah satu gerainya.
Lampung Timur adalah sebuah kabupaten di provinsi Lampung yang berada
di pesisir Laut Jawa. Kabupaten ini memiliki pusat pemerintahan di
kecamatan Sukadana. Tanpa bercerita panjang lebar, langsung saja kita
telusuri tempat-tempat wisata yang terletak di Lampung Timur.
1. Danau Way Jepara, Kerennya Luar Biasa
Danau Way Jepara adalah salah satu andalan wisata di Lampung Barat.
Danau ini terletak di kecamatan Way Jepara dengan luas total danau
mencapai 200 hektar. Ada kisah kejayaan kecamatan Way Jepara yang masih
terkenang hingga sekarang. Dulu kecamatan ini adalah salah satu lumbung
padi terbesar di lampung hasil dari panen melimpah sawah yang
mendapatkan pengairan dari Danau Way Jepara. Danau Way Jepara, via instagram
Kini debit air danau Way Jepara semakin menyusut yang menyebabkan
ribuan hektar sawah tak teraliri air. Pun demikian pemandangan di
sekitar danau ini tetap saja menarik perhatian banyak pengunjung
terutama pada hari libur. Salah satu yang bisa diharapkan dari danau ini
adalah dikembangkan sebagai tujuan wisata. Apalagi sarana penunjang
sudah terbangun dengan baik terutama akses jalan yang mulus hingga ke
lokasi.
2. Taman Nasional Way Kambas, Tujuan Wisata Terpopuler di Lampung Timur
Taman Nasional Way Kambas bukan hanya tujuan wisata populer di
Lampung Timur namun juga menjadi salah satu tujuan wisata populer di
Indonesia bahkan dunia. Pintu masuk ke taman nasional ini berada di desa
Karangsari dan bisa dicapai oleh traveler dengan berkendara dari Bandar
Lampung selama 2 jam. Taman Nasional Way Kambas, via instagram
Taman nasional Way Kambas adalah tempat yang tepat untuk bertemu
dengan gajah Sumatera yang langka. Kegiatan yang bisa dilakukan di sana
antara lain safari gajah, foto hunting, naik kereta gajah dan
ada pula pertunjukan gajah. Fasilitas wisata yang tersedia di taman
nasional ini pun terbilang lengkap mulai dari toilet, musala, area
parkir, kios makanan, cinderamata dan lain sebagainya.
3. Taman Purbakala Pugung Raharjo, Aset Penting Lampung Timur
Taman Purbakala Pugung Raharjo adalah sebuah situ purbakala dari
zaman megalitikum yang ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1957
oleh penduduk setempat di kecamatan Sekampung Udik. Lokasinya berjarak
sekitar 40 km dari kota Bandar Lampung. Di dalam area taman purbakala
ini ditemukan banyak peninggalan arca batu, menhir, punden berundak,
keramik lokal maupun asing dan masih banyak lagi. Taman Purbakala Pugung Raharjo, via instagram
Taman Purbakala Pugung Raharjo menempati lahan seluas 30 hektar.
Terdapat pula benteng parit primitif yang diyakini dulunya parit
tersebut berisi air. Konon air yang mengaliri parit purba tersebut
berkhasiat membuat orang awet muda. Kini parit tersebut telah kering dan
menyisakan hamparan tanah tandus dengan segudang peninggalan penting.
4. Islamic Center, Landmark Terpopuler di Lampung Timur
Tempat ibadah yang satu ini tidak boleh dilewatkan oleh traveler yang
berada di Lampung Timur. Masjid Ar-Rahman yang juga dikenal sebagai
Islamic Center Lampung Timur ini berada di kecamatan Sukadana. Masjid
ini sekarang menjadi ikon kota dengan arsitekturnya yang indah. Islamic Center, via instagram
Tentu saja selain mengagumi keindahan arsitektur masjid traveler yang
berkunjung ke Islamic Center Lampung Timur bisa sekalian istirahat dan
beribadah. Tempat ibadah ini juga menjadi pusat syiar agama Islam di
Lampung Timur. Pasti ada yang kurang jika liburan di kabupaten ini tanpa
punya foto di salah satu landmarknya yang ikonik ini.
5. Danau Beringin Indah, Potensi Wisata Air di Lampung Timur
Selain pantai Lampung Timur punya sumber daya alam lain untuk
dikembangkan sebagai tujuan wisata air. Kabupaten ini punya banyak danau
berpemandangan indah yang belum tergarap secara optimal. Selain danau
Way Jepara ada lagi Danau Beringin Indah yang letaknya tidak jauh dari
pusat kota Sukadana. Danau Beringin Indah, via instagram
Meski memiliki nama Danau Beringin Indah namun untuk saat ini
penampilan danau tersebut masih jauh dari kata indah. Tempat yang dulu
pernah menjadi salah satu tujuan wisata populer ini sempat mati suri.
Kini pemkab Lampung Timur tengar gencar untuk menghidupkan kembali objek
wisata alam ini. Sayang memang melihat potensi besar yang dimiliki
Danau Beringin Indah dibiarkan begitu saja.
6. Suaka Rhino Sumatera (SRS), Bertemu Badak Sumatera yang Sangat Langka
Kembali lagi ke kawasan Taman Nasional Way Kambas, ada satu area yang
dibangun khusus untuk penangkaran badak Sumatera yang terancam punah,
namanya Suaka Rhino Sumatera (SRS). Inilah salah satu spot yang paling
banyak dikunjungi wisatawan saat berada di Way Kambas. Suaka Rhino Sumatera, via instagramDi dalam Suaka Rhino Sumatera, dipelihara badak dari spesies
yang sangat terancam punah. Pengelola akan memperhatikan betul kesehatan
badak serta menyediakan habitat yang nyaman sesuai dengan habitat
aslinya. Traveler bisa berfoto dengan badak super langka di lokasi ini.
7. Waterboom Tirta Kencana Sribhawono, Pilihan Tepat untuk Liburan Keluarga
Waterboom Tirta Kencana Sribhawono adalah waterpark yang terletak di
kecamatan Bandar Sribhawono, kabupaten Lampung Timur. Taman wisata air
ini telah berdiri sejak tahun 2007 dan menjadi salah satu tujuan favorit
wisata keluarga. Waterboom Tirta Kencana Sribhawono, via instagram
Waterboom Tirta Kencana Sribhawono menjadi salah satu tujuan wisata
air terbesar di Lampung Timur yang dilengkapi dengan fasilitas yang
lengkap. Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain kolam renang untuk
anak dan dewasa, bungee jumping, dragon coaster, gazebo untuk
pertemuan, kereta mini, tempat biliar dan masih banyak lagi. Pada
saat-saat tertentu pengunjung akan dihibur oleh penampilan organ tunggal
dan live band.
8. Pantai Labuhan Maringgai, Potensi Wisata Bahari di Lampung Timur
Labuhan Maringgai adalah nama dari sebuah kecamatan yang berada di
pesisir timur kabupaten Lampung Timur. Karena posisinya yang menghadap
ke Laut Jawa membuat daerah ini punya banyak pantai yang berpotensi
dikembangkan sebagai tujuan wisata. Pantai Labuhan Maringgai, via instagram
Sederet pantai yang ada di daerah ini secara kumulatif disebut dengan
Pantai Labuhan Maringgai. Beberapa diantaranya yang cukup dikenal
traveler adalah Pantai Kuala Penet, Pantai Kuala Bom, Pantai Cemara,
Pantai Prunas, dan Pantai Bandung. Meski begitu ketenaran pantai di
timur Lampung ini masih kalah pantai-pantai di Teluk Lampung dan Teluk
Semangka.
9. Sesat Agung, Bangunan Tradisional Lampung
Destinasi yang terakhir ini tidak boleh dilewatkan traveler yang
berlibur ke Lampung Timur. Adalah Sesat Agung atau populer juga disebut
dengan Nuwou Sesat, bangunan tradisional adat Lampung yang sangat unik.
Bangunan ini biasanya digunakan untuk balai pertemuan. Untuk traveler
ketahui bahwa Sesat Agung bukanlah rumah tradisional lampung, bangunan
ini hanya digunakan untuk menggelar pertemuan. Sesat Agung [image source]Rumah
adat lampung sendiri bernama Pepadun. Yang membedakan antara keduanya
adalah ukuran bangunannya dimana Sesat Agung berukuran lebih besar.
Keunikan dari bangunan ini adalah adanya hiasan payung besar berwarna
putih, kuning dan merah di atapnya. Di Lampung Timur bangunan Sesat
Agung bisa traveler jumpai di Sukadana yang difungsikan sebagai sarana
informasi budaya Lampung Timur.
Meski bagian timur wilayah kabupaten Lampung Timur berbatasan dengan
Laut Jawa namun nampaknya pemerintah daerah belum sepenuhnya membangun
kawasan tersebut menjadi destinasi wisata. Hal ini bisa dilihat dari
minimnya promosi wisata pantai ke daerah ini. Pun demikian pengalaman
liburan di Lampung Timur tetap memberikan kesan manis pada setiap
traveler.
Indonesia
adalah negara merdeka bukan negara yang dijajah, negara demokrasi bukan negara totaliter. Kemerdekaan yang ditandai
dengan proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 telah diproklamirkan oleh
bapak proklamasi, Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta. Inilah ujung tombak dari
kepedihan para pejuang pahlawan kemerdekaan yang dengan tulus ikhlas rela mati melawan
penjajah biadab, demi hilangnya penindasan di bumi pertiwi. Sudah tak terhitung
lagi berapa banyak pahlawan yang gugur dalam
medan perang atau bahkan mati dengan siksaan keji. Merekapun pantas
mendapatkan gelar sebagai pahlawan tanpa mereka meminta.
Indonesia
berduka, Indonesia belum “Merdeka” bahkan ini terjadi setelah proklamasi
kemerdekaan. Sejak adanya orde baru oleh rezim soeharto serta
kroni-kroninya.
Mereka yang diharapkan menjadi pahlawan penerus perjuangan justru
menjadi
penjarah dan penjajah di negara sendiri. Rezim orde baru yang jahat
sangat menyengsarakan rakyat. Rakyat indonesia sebagai “cicak dan
kancil”
seolah di kurung dalam kandang “buaya”. Jangankan bebas, mengkritik saja
taruhannya nyawa. Jangankan merdeka, bungkam sebagai bentuk perlawanan
saja
dilenyapkan dari permukaan. Teror dan bentuk intimidasi kepada rakyat
maupun
lembaga yang dianggap sebagai penghalang kekuasaan akan terus
dihalalkan. Mereka
bagai “pahlawan” yang memakai “sandal dari neraka” yang membawa
Indonesia membakar
birokrasinya sampai keakar. Birokrasi yang membawa mereka kepada
stuktur arogansi militer kekuasaan, dimana rakyat tak
ada hak melawan apapun yang raja
katakan.
Tulisan
ini mengingatkan kembali bahwa rezim orde baru oleh Soeharto yang katanya
diberi gelar “bapak pembangunan” justru menjadi bapak penindasan. Menjadi
“pahlawan” yang harus di lawan. Karena warisan dosanya sangatlah besar bahkan kebiadapannya
diturunkan kepada anak cucunya sampai saat ini. Korupsi, kolusi, dan nepotisme
adalah sesuatu yang mutlak yang tidak bisa dijatuhkan talak. Tumbuh makmur dan
subur ditengah rakyat yang merintih perih menahan kelaparan dan kepedihan.
Sangat ironis memang, kaum proletar bisa apa,
yang mereka fikirkan adalah bagaimana bisa dapat gaji dan besok bisa
makan nasi. Tak pernah terlintas dalam benak mereka atas gedung-gedung yang
dihuni kaum munafik.
Bukan
maksud hati mengungkit-ungkit kembali kejahatan orde baru, tetapi hanya
mengingatkan bahwa pahlawan perjuangan dulu telah diinjak-injak dengan
birokrasi menjijikkan. Membuka mata hati kita bahwa pahlawan adalah yang rela
berjuang mati-matian, rela berkorban dihiasi darah dan air mata membela tanah air
dan bangsa. Bukan mereka yang sok pahlawan berjuang mati-matian mematikan
rakyat sendiri. Seolah Rezim orde baru menyalah gunakan wacana Ir. Soekarno
tentang konsep berdikari yang mereka artikan sebagai berdiri memakan kaki
sendiri.
Hari
Pahlawan yang diperingati setiap 10 November seharusnya tidak hanya dijadikan sebagai
momentum pengingat peristiwa kelam saat para pejuang bangsa mati-matian
melawan serangan negara lain. Kepedihan
saat terjadi pertempuran arek-arek Surabaya saat melawan tentara Inggris yang melancarkan serangan besar-besaran, dengan
mengerahkan sekitar 30.000 serdadu, 50 pesawat terbang dan sejumlah kapal
perang. Peristiwa tersebut menyebabkan insan tak berdosa mati sia-sia.
Bukan tanpa alasan tentara Inggris menyerang, ini adalah bentuk murka mereka
karana rakyat Indonesia di Surabaya Menolak ultimatum yang Jendral Militer Inggris
keluarkan yaitu menyerahkan senjata yang dipegang rakyat Indonesia pada 10
November 1945 sebagai buntut atas terbunuhnya
Brigadir Jenderal Mallaby, pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur, pada
tanggal 30 Oktober 1945.
Hari
pahlawan tidak hanya sebagai formalitas dengan mengadakan pengibaran bendera
setengah tiang, atau sekedar mengadakan acara yang berkaitan dengan
kepahlawanan, setelah acara usai tak ada nilai yang bisa diambil. Harusnya dapat
dimaknai dan diresapi sejauh mana kita semua rakyat Indonesia bisa meneladani
pahlawan kita dan memikirkan apa saja yang bisa kita perjuangkan untuk
memerdekakan keterpurukan dan kepedihan Indonesia
saat ini. Masih banyak yang perlu dilihat tanpa memandangnya sebelah mata.
Korupsi, pengangguran, kemiskinan , kelaparan, penindasan merajalela.
Masih
banyak penjajah dan penjarah yang tak lain adalah warga negara kita sendiri
yang telah “murtad” sebab mendewakan uang dan kekuasaan. Lihatlah betapa tidak
punya muka para koruptor yang tertangkap, bahkan penjarapun mereka sulap
menjadi “surga” yang penuh kenikmatan, betapa biadab penegak hukum yang
memegang prinsip bahwa hukum adalah tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Betapa
menyedihkan saat lingkungan dan alam telah dieksploitasi seenak jidat sendiri
sehingga bagaimanapun rusaknya mereka tak peduli. Betapa menyesakkan dada, saat
pejabat terhormat justru berusaha melanggengkan kekuasaan tanpa hasil yang
berarti dan justru menambah beban rakyat dengan segala bentuk penjarahannya.
Betapa mirisnya kaum pelajar, mahasiswa yang notabene paham pendidikan justru
berulah , menyesatkan diri mereka dengan tawuran, pergaulan bebas, dan narkoba.
Kita
semua harus bangkit, jangan sampai menjadi “sampah” dinegeri sendiri. Jangan
sampai menjadi sosok “pahlawan” yang harus dilawan. Bagaimanpun posisi kita
saat ini. Pelajar, mahasiswa, guru, penegak
hukum, politisi, pedagang, pengusaha, buruh, petani, dan seluruh rakyat Indonesia harus
bersinergi, bahu-membahu, bersatu membangun indonesia yang merdeka dari segala aspek
kehidupan seperti: ekonomi, sosial, budaya, agama dan lain sebagainya, sehingga
tak akan ada lagi celah penjarah dan penjajah yang mengeruk lebih dalam
kekayaan dan kemakmuran neger kita ini. Jangan pernah mengaku serta berbangga
diri sebagai rakyat Indonesia, kalau tak ada kontribusi dan tak ada manfaat
buat bumi pertiwi ini. Kuncinya adalah
mulai dari pribadi kita sendiri untuk berubah, mulai dari hal yang kecil, dam
mulai dari sekarang. Kalau tidak sekarang kapan lagi, kalau tidak kita siapa lagi.
Penulis : Ahmad Sabiqul Mustofa
(Mahasiswa UM Metro)
Curly is an extraordinary, awesome Theme, I would recommend this Theme to anyone for their next project. Go ahead and download it now!
-David Bell
The good times are for those who take action. Curly is a simple and easy to use template for creative people. Download this theme and give it a try!
-Eve Stinger
Awesome theme! Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Accusamus incidunt possimus eveniet aperiam, minus deleniti iure ipsa praesentium amet, labore voluptatum fugit earum, porro non sequi sint soluta reprehenderit ad?
-Will Peters
Kegiatan kita
115Kegiatan Besar
Rata rata Event yang kami Jalankan
9000 Berita
Bacaan setiap tahun
4000Pelanggan
Rata rata pertahun pelanggan mengantri
Our Team
TIMU IRAWAN
CEO
Annisa
Creative Designer
Ismi Malihatun
Sales Manager
ERIKA A
Developer
Contact
Hubungi Kami
Beri tahu kami ketika anda membutuhkan sesuatu ataupun ingin mengajak kerja sama Tim kami. Suport dan Donasi anda membuat kerja kerja kemanusiaan yang kita himpun akan semakin kuat dan bermanfaat.